Pemulihan Hati Bapa

By: Pdt. James Alfyn Muaja

Salah satu kebutuhan terbesar bagi generasi sekarang ini adalah pembapaan. Tetapi pembapaan tidak mungkin berjalan jika kita tidak memiliki ‘hati Bapa surgawi’. Dan biasanya, jika kita tidak pernah menjadi anak yang baik atau juga tidak pernah dibapaki dengan baik, maka kita akan sulit untuk membapaki. Nah, untuk itulah perlu adanya PEMULIHAN HATI BAPA.

I.   MENGENAL ALLAH SEBAGAI BAPA

1. Dalam karya Penyelamatan dari Bapa (Yohanes 3 : 16), saat kita percaya & menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat, Roh Allah berdiam di dalam kita. Roma 8 : 15 ? 17, oleh sebab itu, setelah kita diselamatkan kita harus mengenal Allah sebagai Bapa kita.

2. Kerinduan Allah diatas segalanya supaya kita mengenal Dia dengan benar dan hal itu berdampak positif (ef 1:15-17, hos 3:6 , hos 4 : 6).

a. Tingkat kedewasaan seseorang secara rohani dinilai dari pengenalannya terhadap Allah (ef 1:15 – 17)
b. Allah merindukan kita mengenal Allah dengan benar, yakni mengenal Dia sebagai BAPA (yoh 4 :232-24)
c. Keluarga sarana yang baik untuk kita mengenal Allah sebagai bapa tetapi iblis merusak gambar Bapa yang baik melalui figur Bapa di dunia

Kej 3 : 1 ? 5 : Bapa yang bohong dan tidak memberikan yg terbaik buat anakNya

II. RUSAKNYA GAMBAR BAPA

Penghalang kita mengenal Bapa di surga adalah karena adanya gambar bapa jasmani yang rusak.
Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan, sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita didunia, sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak.  Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.

1. Tanda-tanda bahwa seseorang memiliki gambaran yanbg salah tentang Bapa surgawi

– sulit mengenal Allah dengan benar(ef 1:17 )

– sulit bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan (1 yoh 2:12-14)

– sulit mempercayakan diri pada Bapa (2 tim 1 :12)

– sulit mengasihi Tuhan , sesama dan diri sendiri(mrk 12:30-31)

– tidak dapat melayani pekerjaan Tuhan dengan maksimal (yoh 5 :19 )

– hidup dalam pemikiran dan tindakan melawan fiman Allah (1 kor 4 :15 )

– tidak tahan uji

– sulit menjadi anak dan bapa rohani

2. Gambar-gambar Bapa yang dirusak oleh Iblis

1). Gambar Bapa yg rusak : Allah yang berOtoritas menjadi Allah yg kejam / otoriter atau sebaliknya menjadi tidak berotoritas – Allah yg loyo

Ada 2 ekstrim yaitu Bapa yang otoriter dan yang tidak berotoritas. Bapa yang otoriter adalah bapa yang kejam, tidak dapat dibantah, semua kehendaknya harus dipenuhi. Sedangkan yang tidak berotoritas adalah gambaran Bapa yang loyo, tidak dapat mengambil keputusan.

Kita kadang sering menjauh dengan ciut hati dari otoritas Allah Bapa, karena kita anggap Ia sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah pengayoman.

Padahal gambar Bapa yg benar adalah : Matius 10 : 29-31
Gambaran Bapa kita yang sesungguhnya adalah Bapa kita adalah Bapa yang baik, Dia berkuasa dan berdaulat.

Kasih Allah adalah sempurna. (Efesus 6:4) “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Yesaya 49:15)

2). Gambar Bapa yg rusak : Bisa dipercaya.

Banyak dari bapa-bapa di dunia yang tidak bisa dipercaya perkataannya. Janji-janji tinggal janji, hanya mimpi.Iblis merusak gambaran Bapa dengan menampilkan bapa yang tidak dapat dipercaya, bapa yang suka berbohong.

Akibatnya, kita memiliki gambaran bahwa Allah itu belum tentu menepati janjiNya, sehingga kita sulit untuk mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, Bapa kita.

Gambar Bapa yg benar: Mazmur 12: 7-8

Bapa kita yang sesungguhnya adalaha Allah yang setia akan janji-Nya dan tidak pernah Ia ingkar janji.
Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dalam 2 Timotius 2:13  “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya (Bilangan 23:18)

3).  Gambar Bapa yg rusak : Penghargaan.

Banyak Bapa kita di dunia yang bisanya mengkritik, gak pernah memuji.

Akibatnya kita memiliki gambaran Allah yang salah / rusak, yakni, Allah itu gak simpatik.
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji.
Akibta lainnya, menyebabkan kita anak-anaknya merasa minder dan tidak merasa tidak berharga, gambar diri rusak, sulit bergaul, bahkan menolak dan membenci diri sendiri.

Padahal gambar Bapa yg benar adalah: Mazmur 27:10

Firman Tuhan berkata bahwa kita diciptakan serupa dan segambar dengan Allah (Yesaya 42:4 A). Gambaran Bapa yang dikemukakan Iblis adalah bapa yang tidak dapat menghargai anak-anaknya, padahal Allah kita sesungguhnya adalah Bapa yang sangat menghargai kita anak-anak-Nya. Kita berharga di mata-Nya.

4).  Gambar Bapa yg rusak : Disiplin dan Kasih, menjadi Allah yang Militer – Allah yg menuntut / menghukum atau tidak disiplin – Allah yg sembarangan.

Ada 4 tipe bapa:

– Tinggi ketegasan / disiplin – tetapi rendah kelembutan/kasih.
Bapa digambarkan dalam 2 ekstrim yaitu Bapa yang menerapkan disiplin seperti militer yang sangat ketat dengan   disiplin. Yang melanggar pasti dihukum. Gambaran Bapa yang selalu menuntut: MENGHASILKAN ANAK PEMBERONTAK.
– Rendah ketegasan/disiplin – tinggi kelembutan/KASIH: MENGAHSILKAN ANAK MANJA
– Rendah ketegasan/disiplin – rendah kelembutan/kasih: MENGHASILKAN ANAK GAMPANGAN
– Tinggi ketegasan – Tinggi kelembutan : MENGHASILKAN ANAK BERKARAKTER ILAHI

Gambar Bapa yg benar adalah tinggi ketegasan / disiplin – tinggi kelembutan / kasih : Ibrani 12:10-11 & Wahyu 3:19

Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” (Hosea 11:4). Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan. Amsal 3:11-12

Bapa kita yang sesungguhnya adalah Bapa yang mengasihi kita apa adanya dan juga Bapa yang menghajar anak-anak yang dikasihi-Nya. Saat kita dihajar oleh Bapa memang mendatangkan dukacita, namun dukacita tersebut menghasilkan buah-buah kebenaran.

5).  Gambar Bapa yg rusak : Komunikasi(Komunikatif) menjadi Allah yg jauh, formal & tidak mau mendengarkan

Komunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua. Justru salah satu gambaran rusak yang Iblis tunjukkan tentang Bapa di surga adalah bapa kita di dunia yang sulit berkomunikasi dengan kita anak-anaknya, yakni hubungan bapa dengan anak yang tidak akrab dan terkesan sangat formal.

Akibatnya kita menjadi sulit untuk berhubungan intim dengan Bapa di surga. Padahal Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. i

Padahal gambar Bapa yg benar adalah: Yeremia 29: 12-14a

Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita, (Yohanes 3:16). Sehingga melalui Yesus komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa. Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. Mazmur 145:18.
Bapa kita yang sesungguhnya adalah Bapa yang intim dengan kita anak-anak-Nya. Dia berbicara dan mendengarkan kita.

6).  Gambar Bapa yg rusak : Kasih / penerimaan uang tanpa syarat, menjadi kasih dan penerimaan yang bersyarat.

Akibatnya, gambaran kita tentang Allah kita adalah Allah menjadi Allah yang hanya baik kalau kita mencapai standard tertentu. Atau bahwa Bapa hanya akan mengasihi kita kalau kita memenuhi syarat-syarat tertentu. Misalnya, kalau kita baik, kalau kita rajin ke gereja, memberi persembahan baru dikasihi, kalau tidak, maka Bapa tidak mengasihi kita.

Padahal gambar Bapa yg benar adalah : I Yohanes 4:10

Bapa kita yang sesungguhnya adalah Bapa yang mengasihi kita apa adanya, menerima kita apa adanya. Allah kita adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Dalam Alkitab, nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai” (Zef 3:17). Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak. Kisah anak yang hilang – anak yang sulung (Lukas 15;11-32)

7).  Gambar Bapa yg rusak : Pengertian isi hati / kehadiran, menjadi Tuhan yang hanya melihat hasil tanpa melihat usaha/kerinduan hati anak-Nya.

Akibatnya, kita memiliki gambaran bahwa Bapa itu hanya melihat hasil dari perbuatan kita, tidak melihat isi hati/maksud hati kita.

Padahal gambar Bapa yg benar adalah : I Samuel 16:7b
Bapa kita adalah Bapa yang melihat hati kita, bukan apa yang dilihat mata manusia. Akibat sesorang memiliki gambaran yang salah tengtang Bapa /pengalaman yang buruk dengan bapa jasmani

Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua manapun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari. Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ia juga yang mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa. Seringkali orang tua hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak.

Gambaran Bapa Surgawi yang sebenarnya:

  1. Allah memiliki otoritas dan sangat berkuasa, tetapi Dia sangat penuh kasih dan pengampunan. Dia bukan seorang bapa yang otoriter/kejam juga bukan seorang bapa yang tidak berotoritas/loyo. (Matius 10:29-31)
  2. Allah kita setia dan dapat dipercaya, Dia bukan bapa yang ingkar janji (Mazmur 12:7-8).
  3. Allah sangat menghargai kita sebagai anak-anaknya (Mazmur 27:10), Dia tidak pernah memadamkan semangat kita, tetapi Dialah sumber pengharapan kita.
  4. Allah mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita bukan untuk menyiksa kita (1 Yohanes 1:9; Ibrani 12:10-11; Wahyu 3:19)
  5. Allah itu dekat dan selalu menunggu kita untuk “curhat”. Dia bukan bapa yang jauh, formal dan tidak mau mendengarkan kita. (Yeremia 29:12-14)
  6. Allah mengasihi kita tanpa syarat apapun. Dia bukan bapa yang baik dan menyayangi kita hanya ketika kita telah mencapai standar tertentu (prestasi, dsb). (1 Yohanes 4:10)
  7. Allah melihat hati kita. Dia menghargai setiap usaha dan kerinduan kita pada-Nya. Dia bukan bapa yang pilih kasih. (1 Samuel 16:7b)

Bapa di Surga tidak pernah mengutuk, tetapi selalu memberkati. Sekalipun kita sering melukai Tuhan, tapi Tuhan tetap setia dan sangat mengasihi kita. Bagi Dia, kita jauh lebih berharga dari apapun. (Mat 10:29-31; Yesaya 43:4)

Sejahat apapun yang dilakukan orang tua kita kepada kita, bahkan sampai menggugurkan anaknya sekalipun, yakinlah bahwa mereka telah dan selalu ingin berusaha semaksimal mungkin semampu mereka untuk selalu melakukan dan memberikan yang terbaik bagi kita hanya mereka tidak mengerti bagaimana cara mengungkapkannya. Cara pandang kita dan mereka sering berbeda karena posisi kita dan mereka juga berbeda. Mereka bukannya tidak mencintai anak-anaknya, hanya saja mereka menyatakan cintanya dengan cara mereka sendiri, bukan dengan cara yang diinginkan anak-anaknya. Oleh karena itulah kita perlu selalu terbuka dengan orang tua kita, seberat apapun konsekuensinya. Kita tak mungkin meminta sesuatu kepada orang lain jika mereka tak memiliki yang kita inginkan, mungkin orang tua kita juga tidak pernah mendapatkan “hal yang kita inginkan itu” dari orang tua mereka. Tetapi percayalah, selalu memberi yang terbaik untuk kita, berarti dilahirkan dan dipelihara oleh orang tua kita yang sekarang itu adalah yang terbaik untuk kita ketimbang jika kita diasuh oleh orang tua lain. Yang terbaik yang bisa kita lakukan adalah tidak mengungkit masa lalu, mengampuni mereka dan diri sendiri, lalu menerima dan menjalani hidup kita sesuai panggilan Tuhan dengan penuh sukacita.

 

III. PEMULIHAN GAMBAR BAPA MELALUI PENGAMPUNAN

Langkah – langkah pemulihan :

Langkah-langkah pemulihan:

  1. Melihat gambaran Bapa yang benar (Bapa di Surga)
  2. Alami kasih Bapa di Surga
  3. Miliki keterbukaan (jangan ja-im) dan kemauan untuk berubah
  4. Lepaskan pengampunan kepada bapa jasmani kita (Maleakhi 4:5-6) sebab jika kita tidak mengampuni orang tua, kita terkutuk (Ulangan 27:16)

1.   Melihat gambar Bapa yang benar.

Karakter Bapa kita yang sedang menanti, menurut Alkitab:

1.Pencipta:
Yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya dengan kebebasan untuk memilih apakah mau menanggapi kasih-Nya.
Kisah 17:28; Yes. 64:8

2.  Pemelihara:
Yang memenuhi kebutuhan kita secara jasmani, emosional, mental dan spiritual.
Matius 7:11

3.  Kawan dan penasehat:
Dialah yang rindu mempunyai persahabatan yang akrab dengan kita dan untuk memberikan nasehat-Nya yang bijaksana serta petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita.
“Engkaulah kawanku sejak kecil!” (Yeremia 3:4).
“… dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” (Mazmur 73:24).

4.  Korektor:
Dialah yang mengoreksi (menegur) dan mendisiplinkan kita.
Ibrani 12:5-6,8,11

5.  Penebus:
Dialah yang mengampuni kesalahan anak-anak-Nya dan mendatangkan kebaikan dari kegagalan dan kelemahan mereka; Dialah yang menyelamatkan.
“Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8, 12-13).

6.  Penghibur:
Dialah yang mengasihi kita dan menghibur kita pada saat susah.
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Kor. 1:3, 34).

7.  Pembela dan pembalas:
Dialah yang melindungi, membela dan membebaskan/melepaskan anak-anak-Nya Mazmur 91:1-3

8.  Bapa
Dialah yang ingin membebaskan kita dari segala ilah palsu sehingga Ia dapat menjadi Bapa kita. ”Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, yang Maha Kuasa.” (2 Korintus 6:18).

9.  Bapa bagi yang tidak berayah:
Dialah yang mempedulikan anak yatim dan janda.
“Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah  di kediaman-Nya yang Kudus: Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara.”               (Mazmur 68:6-7).

10.  Bapa yang mengasihi:
Dialah yang menyatakan Diri-Nya melalui Yesus Kristus.
“Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” (Yoh. 16:27).

Allah adalah Bapa yang menanti, Bapa yang mengasihi, dan banyak lagi! Ketika kita menghabiskan waktu bersama Dia, kita akan menemukan pandangan yang segar terhadap karakter-Nya dan kedalaman yang baru dalam hubungan dengan Dia.

2.  Datang, belajar dan kenal Yesus

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia” (Yohanes 14:6-7)

Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memperkenalkan Bapa. Pada kenyataannya banyak orang Kristen yang belum mengenal Bapa. Kalau kita mengenal Bapa, hidup kita menjadi tenang. Yesus telah membayar harga yang mahal agar kita mengenal Bapa, dengan cara disalibkan, dikutuk dan diejek. Kalau ada dosa, maka tidak akan ada damai, sehingga manusia perlu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Pada suatu hari ada seorang anak berumur 5 tahun dalam kesederhanaannya yang kekanak-kanakan mengajukan pertanyaan kepada ayahnya, yang banyak orang dewasapun ingin mendapatkan jawabannya, yaitu: jika Allah itu ada, seperti apakah Dia?

Sang ayah teringat ayat ini: “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan  Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yohanes 1:18).

Ayah anak itu mengatakan bahwa Allah itu seperti Yesus.

Yohanes 14:9  Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami

Standar ideal Bapa adalah Yesus.
Gambaran Yesus sebagai Allah Bapa:

1.Penuh kemurahan,
2.Pengampunan,
3.Keramahan
4.Kasih sayang.

Melalui kehidupan-Nya Ia memperlihatkan sifat Bapa surgawi kita.
Dalam Yohanes 14:9 dikatakan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; ..”

Salah satu contoh tentang bagaimana Yesus menyatakan Bapa kepada kita ada dalam Alkitab, ketika beberapa ibu ingin agar anak-anak mereka diberkati Yesus, murid-murid-Nya berpikir Ia terlalu sibuk untuk itu. Namun Yesus memarahi murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,…” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:13-16).

Sering kali kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak berdaya. Padahal Allah dapat memberlakukan sistem reproduksi yang dapat menghasilkan manusia dengan fisik yang lengkap seperti manusia ciptaan-Nya yang pertama-Adam dan Hawa. Tetapi Ia memilih untuk menciptakan kita sebagai makhluk dalam proses, orang yang akan bertumbuh perlahan-lahan secara fisik, emosional dan mental, dan akhirnya muncul sebagai orang yang dewasa. Karena Ia bermaksud untuk menjadikan keluarga sebagai wadah tempat kasih-Nya, sehingga anak-anak dapat bertumbuh dengan perasaan dimengerti, dikasihi dan diterima. Sayang sekali banyak keluarga tidak memenuhi ideal ini.

3.  Alami Kasih Bapa.

Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
— Roma 8:15

Salah satu kehormatan besar yang diberikan Tuhan kepada manusia ialah kemampuan untuk bersekutu denganNya. Sejak dari mulanya manusia diciptakan dengan tujuan agar bisa menjadi sahabatnya Allah. Hanya manusia yang diciptakan serupa dengan gambaran Allah. Malaikat sendiri diciptakan bukan segambar dengan Allah karena itu mereka tidak disebut anak Allah. Kita disebut anak Allah dan Tuhan adalah Bapa kita. Satu-satunya agama di dunia yang memanggil Tuhannya dengan sebutan Bapa adalah agama Kristen.

Sejak manusia jatuh ke dalam dosa maka mereka tidak lagi bisa bersekutu dengan Allah yang kudus. Hati Bapa menangis ketika mengetahui manusia telah jatuh ke dalam dosa. Bapa memanggil dan mencari Adam dan Hawa tetapi mereka ketakutan sebab telah jatuh ke dalam dosa. Manusia yang berdosa ketakutan oleh hadirat Tuhan yang kudus.

Oleh karena kasihNya yang besar maka Bapa memberikan anakNya yang tunggal untuk menebus manusia yang mau percaya. Bapa rindu agar semua manusia bisa diselamatkan dan tidak masuk ke neraka. Saya percaya air mata Bapa mengalir tanpa henti melihat begitu banyaknya jiwa yang belum diselamatkan. Anugerah keselamatan merupakan inisiatif Bapa yang lahir karena kasihNya yang begitu besar kepada kita semua.

Saya dilahirkan baru menjadi anak Allah sekitar usia 13 tahun. Tetapi setelah lahir baru saya agak kesulitan mengenal Bapa dengan benar. Hal ini akibat bapa saya yang di dunia ini tidak memberikan gambaran Bapa yang benar. Hubungan saya dengan papa di rumah sangat tidak harmonis sejak masih kecil. Bagi saya pribadi bapa merupakan seorang yang kejam dan tidak bisa memberikan rasa aman. Tanpa sadar saya memiliki sebuah konsep yang salah tentang Bapa surgawi karena melihat gambar bapa yang kurang benar di dunia ini. Puji Syukur kepada Tuhan akhirnya saya bisa dipulihkan dalam konsep yang salah tentang gambar Bapa .

Mengenal Bapa dengan benar merupakan hal yang sangat penting bila kita ingin bisa bertumbuh dalam kerohanian. Bila seorang anak Tuhan tidak memiliki gambar Bapa yang benar maka itu akan menghalangi pertumbuhan rohaninya. Saya percaya di akhir jaman ini akan terjadi pemulihan hubungan dan salah satunya pemulihan hati Bapa. Beberapa kali saya menyampaikan kotbah tentang hati Bapa dan Tuhan selalu menjamah mereka yang mendengar pewahyuan ini. Saya percaya jamahan Tuhan ini dikarenakan memang Bapa sendiri sangat rindu agar anak-anakNya bisa mengerti dan mengenalNya dengan konsep/gambaran yang benar.

Hati Bapa untuk setiap anak-anakNya adalah agar kita semua bisa bahagia dan hidup sejahtera. Bapa kita adalah Bapa yang baik dan tidak ada satupun rancangan buruk yang Ia rancangkan untuk anak-anakNya. Bapa di surga sangat mengenal setiap kita bahkan jumlah rambut kita saja diketahuiNya. Bila kita menderita maka Ia juga ikut menderita lebih daripada penderitaan yang dapat kita rasakan. Bila hati kita sedih dan menangis maka Ia juga sedih dan menangis bersama kita. Bila kita berbuat dosa maka Bapa sangat bersedih sebab dosa akan merusak hidup kita maka seringkali Bapa harus mendisiplin kita dalam kasih agar kita bisa sadar dan bertobat.

Tiga aspek dari hati Allah Bapa terlihat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang:

1).  Kebebasan untuk Memilih
Sang ayah cukup mengasihi anaknya untuk membiarkannya meninggalkan rumah. Meskipun hatinya berduka.
Allah yang berdaulat memilih untuk memberi kehendak bebas kepada manusia.
Ia mengambil resiko untuk ditolak

2).  Menunggu dengan Sabar
Sang ayah amat mengasihi putranya sampai setiap hari ia mengawasi kalau-kalau anaknya pulang.
Adanya kasih karunia yang membawa pertobatan
Yesaya 30:18; Roma 2:4. Dialah Bapa yang menanti.

3).  Penerimaan yang Tanpa Syarat
Sang ayah begitu mengasihi anaknya sehingga ketika anaknya pulang ia tidak menghukum anaknya atas tindakan-tindakannya yang salah, tetapi mengampuninya dan merayakan kepulangannya dengan pesta besar.
Allah menantikan kita untuk menanggapi kasih-Nya dan menerima pengampunan-Nya
Ketika kita melakukannya, Ia menyambut kita dengan bebas dan sepenuhnya.

4. Lepaskan pengampunan kepada bapa jasmani (Mal 4 : 5-6).

Kalau kita tidak mengampuni: Ulangan 27 : 16.

Kalau kita mau dipulihkan, kita harus mengampuni bapa kita. Pemulihan memori. Kasih Bapa tidak bersyarat. Kasih Bapa tidak bertambah walaupun kita tambah baik atau tambah buruk. Kisah anak yang hilang.

Melalui kesempatan ini saya ingin memanggil bila ada diantara saudara yang mungkin sudah jauh dari Tuhan. Dulunya anda mungkin seorang yang mengasihi Tuhan tetapi saat ini sudah meninggalkan Tuhan. Saya ingin mengatakan bahwa Bapa menerimamu kembali walaupun engkau sudah jauh meninggalkanNya. Pulanglah ke rumah Bapa dan Ia akan membuatkan pesta bagimu. Bapa akan sangat bersuka karena ada anakNya yang hilang telah kembali. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!( Roma 5:10 ).

Kata kunci untuk artikel ini:

hati bapa, pemulihan hati bapa, Khotbah Hati bapa
About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Comments

  1. bagus banget nih. terima kasih yaaa…

Speak Your Mind

*