Menjadi Worship Leader Part 2

I.  PEMULIHAN PONDOK DAUD ( Amos 9:11-15; Kis.15:15-17 )


Apa yang dimaksud Tuhan memulihkan Pondok Daud ?
  • Memanggil orang pilihanNya supaya bertobat ( Amos 9:12 )
  • Supaya terjadi pertumbuhan iman yang relative cepat ( Amos 9:13a )
  • Pencurahan Roh Kudus secara besar-besaran ( Amos 9:13b
  • Pemullihan dalam bidang jasmani, rohani dan materi ( Amos 9:14 )
  • Untuk melatih umatNya membiasakan diri dengan keadaan Surga ( Why.4:1-11 )

Bagaimana ciri-ciri Pondok Daud ?

  • Ada Tabut Allah / Hadirat Allah / Roh Kudus ( 1 Taw.16:1 )
  • Ada kebebasan dalam memuji dan menyembah ( Yoh.4:23-24 )
  • Segala alat musik boleh digunakan ( Mzm.150:3-5 )
  • Ada pelayanan nubuatan ( 1 Taw.25:1 )
  • Tidak ada pembatas antara Ruang Kudus & Maha Kudus ( 1 Taw.16:1 )



II.  SARANA YANG DIPERLUKAN DALAM MENYAMBUT HADIRAT TUHAN

  • Para pemuji / penyembah yang terlatih / diurapi / ahli seni – suku Lewi ( 1 Taw.25:7 )
  • Para pemusik yang terlatih baik, karakter pemuji / penyembah seperti Daud ( 1 Sam.16:18 )
  • Operator yang diurapi mengerti keseimbagan sound antara music & vocal ( Praise – Worship )
  • Sound system yang baik – alat-alat music yang baik



III. TUJUAN PUJIAN & PENYEMBAHAN DI DALAM IBADAH

  • Menyiapkan hati agar terbuka / siap menerima Firman Tuhan
  • Untuk menghadirkan suasana hadirat Allah ( Mzm.100:4; Mzm.22:4; 1 Taw.15:12,13,15,22 )
  • Untuk mengusir roh-roh jahat / Iblis ( 1 Sam.16:16-23 ). Peperangan kita bukan melawan sesame manusia ( Ef.6:12
  • Menghancurkan kekuatan musuh ( II Taw.20:21-22 )
  • Memberi  keleluasaan Roh dan karunia nubuat ( I Sam.10:5-11; II Raj.3:15-16 )
  • Untuk mendapatkan mata air baru ( Bil.21:16-18 )



IV. KARAKTER SEORANG PEMUJI / PENYEMBAH / PEMUSIK ( I Sam.16:18 )

  • Pandai / ahli / menguasai music / lagu-lagu / kode / teknik ( I Taw.25:7 )
  • Mempunyai sifat prajurit : disiplin dan taat sampai mati ( Fil.2:8 )
  • Pandai bicara – penuh Firman Tuhan ( I Ptr.4:11 )
  • Peka & Tuhan menyertai ( Yoh.14:15-17 )
  • Penampilan rapi, elok perawakannya, muka berseri-seri ( Mzm.67:2-3; I Tes.5:16 )



V. KEGAGALAN DI DALAM SUATU IBADAH PUJIAN & PENYEMBAHAN

  • Tidak punya hubungan yang akrab dengan Tuhan ( mengasihi Tuhan – hati takut Tuhan – kekudusan )
  • Adanya dosa yang belum diselesaikan dengan Tuhan dan dengan manusia
  • Adanya akar kepahitan / luka batin / keterikatan kuasa gelap
  • Adanya kesombongan ( rutinitas, berpengalaman, motivasi tidak murni )
  • Belum dilayani pelepasan –  dipulihkan – dibebaskan – diurapi oleh Roh Kudus
  • Nada / kunci terlalu tinggi atau rendah. Medley : jenis lagu yang tidak cocok satu dengan yang lain
  • Tidak adanya kesatuan dan kesehatian di dalam team
  • Kurang persiapan ( tidak adanya latihan )
  • Tidak setia perkara yang kecil / kurang serius / kurang menghargai / tidak mau belajar untuk maju
  • Harus punya visi – misi ke depan / komitmen yang kuat dan jelas untuk panggilan Tuhan



VI. WORSHIP LEADER ( WL )

  • Adalah seorang yang dapat mengangkat nada, member aba-aba / kode serta memimpin pujian secara tepat dan benar baik tempo, nilai not, dinamika dan interpretasinya
  • Jangan meremehkan pujian-pujian dengan berkata,” sementara / sambil menunggu mari kita menyanyi “
  • Jangan memojokkan jemaat dengan cara menyuruh menyanyi suatu nyanyian tertentu lalui di ‘stop’ dan dipojokkan dengan komentar yang menghakimi, seharusnya WL memotivasi sebelum menaikkan pujian tersebut.
  • Kalau ada kesalahpahaman, jangan mempersalahkan satu dengan yang lain, sebab itu menjadi  celah bagi Iblis; bicarakan baik-baik dan cari solusinya
  • Mintalah kepada Roh Kudus lagu-lagu yang dapat menjadi berkat bagi jemaat dan sesuai dengan tema Firman Tuhan
  • Jangan terlalu sedikit atau terlalu banyak mengulangi suatu pujian. ( Maximal 3 kali. Penekanan pada tujuan lagu tersebut / Reff.  )
  • Ingat Saudara adalah Worship Leader bukan pengkhotbah. Jangan banyak berbicara kalau Roh Kudus tidak menggerakkan Saudara.
  • Waktu pujian, penyembahan, berdiri, duduk, tepuk tangan, harus diperhatikan supaya jemaat tidak merasa lelah. Ingat waktu dan sesuaikan dengan kondisi !
  • Worship Leader harus dapat mengarahkan suasana mencapai ‘ klimaks rohani ‘ yaitu menyanyi – memuji – menyembah sebelum menerima Firman Tuhan
  • Worship Leader harus punya relationship yang baik dengan jemaat ( komunikasi )
  • Hati-hati dengan hal-hal / acara yang dapat menurunkan suasana hadirat Tuhan, misalnya: kesaksian yang terlalu panjang. Harus mengangkat pujian / penyembahan kembali sebelum masuk Firman Tuhan



VII. SINGER

  • Sebaiknya 4 orang ( 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan )
  • Bisa mengikuti alunan penyembahan WL dan mengerti keinginan Roh Kudus dan WL
  • Suara pujian jalan terus sekalipun WL sedang tarik nafas atau member komentar ( jangan berhenti ! )
  • Jangan merem !. Harus lihat atau mengerti tanda-tanda kode dari WL
  • Banyak belajar lagu lama dan baru ; suara tidak boleh false
  • Pakai seragam yang rapi ( jangan kaos dan rok mini )
  • Belajar vocal dan nyanyi secara harmoni
  • Nyanyi dengan ekspresi wajah dan penekanan pada kata-kata lagu tersebut dengan baik kepada jemaat
  • Jarak mike ± 10 cm, dan letakkan di tempat yang aman



VIII. PEMUSIK ( Keyboard, Melody, Bass, Drum, dll )

  • Mempunyai hati yang menyembah dan peka terhadap mengalirnya Roh Kudus
  • Mengundang hadirat Tuhan melalui musik
  • Banyak berlatih supaya mempunyai 1 ( satu ) warna music / alur penyembahan    ( sehati / se-roh )
  • Menguasai banyak lagu, intro dan aba-aba ( kode )
  • Memperhatikan Worship Leader dan jangan merem terus
  • Jangan ingin menonjolkan diri tapi ingat kita satu team !. Harus homogeny



IX. SOUND SYSTEM ( Soundman )

  • Kualitasnya harus cukup baik, walaupun bukan yang terbaik
  • Power atau kekuatan watt-nya harus sesuai dengan ruangan yang akan dipakai
  • Monitor harus ada dan jelas untuk pemusik dan vocal ( WL & Singers )
  • Mengatur volume Worship Leader, Singers dan musik supaya seimbang
  • Mengatur volume suara antar alat musik supaya seimbang sehingga enak di telinga jemaat
  • Jangan feedback !
  • Mengatur volume speaker ke jemaat supaya pada bagian depan dan belakang sama-sama jelas
  • Menguasai seluruh peralatan sound system dengan cukup baik sehingga mampu menghasilkan suara / hasil yang paling maksimal



X.  OHP / MULTIMEDIA

  • Menguasai banyak lagu sama dengan WL
  • Minta lagu kepada WL sebelum hari Ibadah
  • Huruf pada transparent / multimedia harus jelas dan besar sehingga dapat dibaca oleh semua jemaat sampai ke belakang
  • Kalau ada lagu baru, tetapi belum ada transparantnya atau belum ada dalam list multimedia; harus cepat-cepat dibuat.
  • Daftar lagu OHP / Multimedia sebaiknya dibuat sesuai dengan huruf atau kalimat pertama lagu tersebut atau kalimat yang lebih dikenal
  • Jangan anggap enteng pemegang OHP / Multimedia. Harus cakap dan menguasai bidang tersebut



XI. TAMBOURINE

  • Serangam yang sopan, jangan mini, make-up jangan berlebihan
  • Gerakan-gerakan harus yang kudus dan serasi sehingga tidak mengganggu perhatian jemaat
  • Banyak berlatih gerakan / gaya baru sesuai dengan pimpinan Roh Kudus



XII. C U E ( Hand Signals )

  • Telunjuk                                  > Do = C
  • Telunjuk & Jari Tengah        > Do = D
  • Telunjuk, manis & tengah    > Do = E
  • Kelingking, manis, tengah & telunjuk > Do = F
  • Kelima jari dibuka, direntangkan lebar-lebar > Do = G
  • Jempol diarahkan ke bawah > Do = A
  • Jempol diarahkan ke atas  > Do = B
  • Posisi tangan dan jari vertical menghadap ke pemusik ( leader ). Jari lain yang tidak dipakai digenggamkan / dikepalkan agar tidak membingungkan pemusik
  • Untuk key-key tertentu seperti As, es, Cis, Fis, Gis, sebaiknya diucapkan dengan jelas sedangkan untuk key minor disebutkan kode tangan dan diikuti kata “minor.”



HIDUP SEORANG PENYEMBAH


1. Pendahuluan




Rick Warren dalam bukunya yang terkenal The Purpose Driven Life menyatakan bahwa ada 5 (lima) tujuan yang telah Allah tetapkan dalam kehidupan manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya.


Tujuan yang pertama adalah agar manusia menyenangkan hati-Nya dengan hidup sebagai penyembah.


Sedangkan keempat tujuan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah: untuk menjadi keluarga Allah, untuk menjadi serupa dengan Kristus, untuk melayani Allah, dan untuk menjalankan misi Allah.


Penyembahan merupakan prioritas utama dalam kehidupan setiap orang percaya. Penyembahan harus menjadi gaya hidup orang percaya, dan bukan sekedar aktivitas pelayanan gerejawi belaka.


Bagaimana seharusnya kehidupan seorang penyembah, telah dipaparkan oleh Alkitab yang intinya terletak pada kata disiplin.


Seorang penyembah yang benar harus seorang yang memiliki disiplin.


Dalam hal apa saja ia harus disiplin akan bersama-sama kita renungkan melalui artikel ini.




2. Alkitab dan Kedisiplinan


Kata disiplin (Ing. discipline) memiliki akar kata yang sama dengan murid (Ing. disciple), yang artinya adalah “kesediaan untuk diajar atau dilatih sehingga menghasilkan keteraturan, ketaatan, dan pengendalian-diri”. Dari definisi ini maka kedisiplinan:

  1. bukan sesuatu yang bersifat instan melainkan melalui proses pembelajaran, khususnya sebagai manusia baru di dalam Yesus Kristus (Kol. 3:10);
  2. kedisiplinan bukan sesuatu yang terus-menerus dipaksakan dari luar, melainkan kesadaran diri dari dalam, yaitu sebagai wujud mengasihi Tuhan (Mat. 22:37);
  3. kedisiplinan perlu latihan yang terus dilakukan secara bertahap (Mat. 25:21);
  4. kedisiplinan menghasilkan sesuatu yang sangat berguna baik bagi orang itu sendiri, dan juga bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, yaitu ketertiban dan keteraturan (1 Kor. 14:33,40);
  5. kedisiplinan merupakan wujud dari kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus karena berkaitan dengan salah satu sifat buah roh (Gal. 5:22-23).

Alkitab memberikan banyak contoh kehidupan orang yang berdisiplin, seperti: Musa, Yosua, Daud, Nehemia, Paulus, dan Yesus Kristus sendiri.


3. Bidang-bidang Kedisiplinan Sebagai Penyembah




Salah seorang penyembah yang berkenan kepada Allah adalah Nabi Yesaya. Melalui kehidupan nabi ini, bertitik tolak dariYesaya 6:1-13 dan beberapa bagian lain kitab Yesaya kita akan belajar tentang kedisiplinan di pelbagai bidang.


1.  Disiplin waktu


Yesaya tahu kapan waktu untuk menyembah TUHAN (Yes. 6:1). Ia menyisihkan waktu untuk menyembah TUHAN. Ia tahu bahwa ia tidak boleh menyia-nyiakan kasih karunia TUHAN (Yesaya 49:8; 55:6). Seorang penyembah akan mengatur waktu sebaik-baiknya antara waktu untuk Tuhan, untuk keluarga, dan untuk pekerjaan.


2.  Disiplin dalam pertumbuhan rohani


Sebagai seorang penyembah, Yesaya adalah seorang yang mengenal siapa Allah dan siapa dirinya (Yes. 6:2-7). Allah begitu agung dan mulia, sedangkan manusia seperti rumput adanya (Yes. 40:1-31). Pengenalan ini akan menghasilkan sikap yang benar terhadap Allah, dan diri kita sendiri. Apa saja sarananya?

  • Melalui doa kita dapat mengenal Allah dan diri kita lebih baik. Doa bukan sekedar merupakan permohonan akan hal-hal yang bersifat materi, tetapi terlebih kepada hal-hal rohani. Doa bukan berpusat kepada diri sendiri, melainkan kepada Allah dan memiliki hati bagi bangsa-bangsa. Setiap orang percaya adalah rumah doa bagi segala bangsa (Yes. 56:7).
  • Melalui Alkitab dan buku-buku rohani kita dapat lebih mengenal Allah dan diri kita sendiri.
  • Melalui sikap yang tegas terhadap dosa dan selalu rindu hidup dalam kekudusan, karena kita menyembah Allah yang Mahakudus dan yang menghendaki agar kita hidup dalam kekudusan (Yes. 56:6-7; bdk. 1 Pet. 1:15-16)
  1. Disiplin dalam mencari jiwa yang tersesat – 

Yesaya bersedia menjadi utusan TUHAN karena ia tahu apa yang paling dirindukan TUHAN, yaitu keselamatan jiwa-jiwa (Yes. 6:8; 55:1). Hidup seorang penyembah adalah hidup yang misioner. Dimulai dengan mendoakan mereka, memberikan kesaksian kepada mereka, memberitakan Injil kepada mereka, dan hidup sebagai orang Kristen sejati sehingga menjadi teladan bagi mereka.


2.  Disiplin dalam pelayanan


Yesaya melayani TUHAN sesuai dengan panggilannya sebagai seorang nabi yang harus memberitakan hanya apa yang TUHAN mau, dan bukan apa yang ia mau (Yes. 6:9-10). Ia juga harus selalu bersedia untuk belajar sebagai seorang murid (Yes. 49:4-5). Kedisiplinan dalam pelayanan ditunjukkan dengan kedisiplinan mengikuti jam-jam latihan, jam-jam persekutuan bersama, ketaatan terhadap pemimpin dalam pelayanan, dan ketaatan kepada firman TUHAN. Ia juga disiplin dalan kesetiaan beribadah di tempat di mana TUHAN menempatkannya, dan bukan pergi kesana kemari sesuai dengan seleranya.


3. Disiplin dalam berkorban


Yesaya memperoleh tugas yang berat dengan batas waktu yang tidak jelas dan dengan resiko besar. Ia bisa kehilangan nyawa dalam pelayanannya karena ucapan-ucapannya yang tegas dan penuh teguran kasih (Yes. 6:11-13). Seorang penyembah adalah seorang yang rela berkorban, sama seperti Kristus yang telah rela mengorbankan diri-Nya bagi kita (Yes. 53).


4.  Disiplin dalam pengendalian diri


Semula Yesaya main tunjuk kesalahan orang lain (Yes. 1:4; 5:8,11, 18, 20, 21, 22), tetapi sesudah diproses oleh Tuhan sendiri, sekarang ia lebih bisa mengendalikan diri. Pengendalian diri dalam kehidupan seorang penyembah termasuk dalam mengendalikan keuangan agar tidak konsumtif (Yes. 55:6); pengendalian diri dalam menahan emosi (Yes. 48:9).


4. Penutup


Penyembahan kepada Tuhan tidak hanya ketika kita hidup di muka bumi ini saja, tetapi sampai kepada kekekalan. Kitab Wahyu menceritakan tentang segala makhluk yang sujud menyembah Tuhan. Mari kita terus memiliki kehidupan sebagai penyembah, yang menyembah Allah dalam roh dan kebenaran, dari kemuliaan kepada kemuliaan, dengan berdisiplin lebih dari waktu-waktu sebelumnya

Kata kunci untuk artikel ini:

worship leader yang baik
About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Comments

  1. Handry Grand (GPdI Talaitad) says:

    Materi yg sangat memberkati. Minta izin share neh, Pdt. Jein.. GB

  2. debora says:

    amen sy merasa di berkati sekali dgn tips di atas ini.krn sy juga wl,kalo ada masukan2 yg membangun sy bersyukur.JBless U

Speak Your Mind

*