KOMSEL: Bagaimana Membangun Sistem Komsel Di Gereja Kita

Cell Community Management 

Kepentingan KomSel bagi sebuah gereja:
1.  Berfungsi tepat sebagai sarana penggembalaan di saat gereja mulai berkembang dan/atau lokasi jemaat yang digembalakan secara umum berjauhan dari lokasi gereja dan pastori.
Karena setiap aktivis KomSel itu sendiri akan saling menggembalakan dan akan bekerja sama dengan kompak untuk menggembalakan jemaat yang masih muda secara rohani.
 2.  Sebagai  alat misi dan penjangkauan jiwa-jiwa, karena biasanya lokasi di mana KomSel itu berada akan menjadi lokasi paling efektif untuk menjadi lokasi penggembalaan pula bagi jiwa-jiwa yang dijangkau.
 3.  KomSel secara efektif menjadi  pusat api doa syafaat, karena lokasi KomSel yang berdekatan dengan lokasi penjangkauan jiwa-jiwa yang secara geografis dan teritorial berdekaatan akan menjadi lokasi doa syafaat on the spot.
4.  KomSel seben arnya di gereja mula-mula adalah sarana penanaman gereja yang paling populer, walaupun sekarang ini menggunakan KomSel sebagai pusat penanaman gereja kurang dipahami.
Start Point 
Di bagian titik memulai KomSel yang paling dibutuhkan adalah
1.  orang-orang yang terbeban dan
2. bertalenta untuk memperhatikan yang membutuhkan.
Artinya memiliki talenta tetapi juga memiliki kemauan untuk bergerak.
Ada 3 sikap yang harus dikembangkan di dalam point ini:

1.  MEET:
Siap bersikap ramah, hangat, agresif dan inisiatif di dalam pertemuan KomSel (dalam kelompok kecil) dan di pertemuan ibadah raya (dalam pertemuan raya), terutama kepada sesama anggota KomSel itu sehingga dilahirkan sikap dan situasi akrab dan bersaudara.
 2.  EAT :
Siap melayani secara rohani dan secara jasmani, karena ini adalah makanan utama di dalam agenda KomSel, yaitu membagikan makanan dan makan makanan sehat, bergizidan berimbang secara rohani dan jasmani.
3.  GO:
Siap berkorban untuk mengadakan kunjungan, antar/jemput untuk KomSel maupun ibadah raya dan yang lebih penting mengembangkan sikap hati yang peka untuk mengamati dan bertindak jika ada yang membutuhkan. Misalnya melihat ada situasi yang membutuhkan bantuan (rohani/jasmani), beasiswa, logistik, sakit (rohani/jasmani), dll.
Sebagai bagian penting di start point ini, maka sikap ini bukan hanya menjadi tugas dan tanggungjawab pemimpin saja, tetapi semua anggota terhadap anggota lainnya dan yang bukan anggota untuk dijangkau. Kekompakan seperti inilah yang hendak dikembangkan di dalam setiap komunitas kecil untuk bergerak dengan dinamis.
Agenda Umum sebuah KomSel:
1.   Keakraban
2.   Sharing+Firman Tuhan
3.  Pujian + Penyembahan
4.  Pusat Gerakn Doa Syafaat + Saling Mendoakan
5.  Saling memperhatikan satu dengan lain + memantau kebutuhan rohani dan jasmani
Running Terms
Di bagian ini sudah dibutuhkan banyak hal yang sifatnya lebih kompleks dan
di bagian ini semua anggota harus memiliki sikap hati yang :
1.   Mau belajar dan rindu mengembangkan kemampuan diri secara pribadi (otodidak) maupunsecara formal (mengikuti pelatihan yang ada).
2.  Mengembangkan homelitik yang menarik dan  hermenutik yang benar.
3.  Mau memiliki visi jelas bahwa KomSel ini suatu saat harus menjadi sesuatu yang lebih dari sekedar kelompok komunitas kecil, misalnya untuk gereja misi,
KomSel menjadi sarana penanaman gereja sehingga pergerakan KomSel dan gereja menjadi lebih dinamis. KomSel yang sudah menyentuh bagian ini dengan baik harus memiliki perangkat-perangkat penting untuk menunjang perkembangan KomSel itu secara umum dan bergereja, antara lain:
1.  Good & Creative Management
2.  Monitoring Tools
3.  Media Center
4.  Guiding Literatures
Training & Development 
Sesungguhnya bagian ini terletak di titik peralihan antara Start Point dan Running Terms, karena untuk bergerak dengan smooth dibutuhkan perangkat-perangkat untuk mempersiapkan diri jika suatu saat perkembangan KomSel itu sendiri mengalami perkembangan yang lebih maju lagi.
Dan perangkat-perangkat itu antara lain:
1.  Divisi Pelatihan Jemaat
Yang terpenting di sini adalah impartasi hati dan pelatihan yang mengasah ketrampilan untuk melayani dengan baik di dalam KomSel, dan segala feedback yang muncul diteruskan ke bagian divisi pengembangan.
  • Pelatihan dasar jemaat
  • Pelatihan lanjutan
  • Pelatihan doa dan peperangan
  • Pelatihan misi dan penanaman gereja
2.  Divisi Pengembangan
  • Pengembangan pergerakan KomSel, strategi dan manuver untuk penjangkauan jiwa, pelayanan apostolik dan pelayanan lainnya.
  • Pengembangan materi dan literatur KomSel, sumber-sumber yang bisa digali daribuku, literatur sekuler (majalah, koran, buku-buku populer, dll), internet, bahan-bahankhotbah, kesaksian, biografi, dll.
  • Pengembangan KomSel menjadi gereja satelit, persiapan pondasi dan struktur yangkokoh dan fleksibel.
Pengembangan Materi KomSel Mingguan
Dasar berpikir yang utama untuk membuat dan mengembangkan materi ini adalah:
1.  Visi dan Misi Gereja
 setelah diringkas misalnya jiwa utamanya adalah memberitakan Injil, win the lost, membawa pengenalan akan Tuhan, dll.
2.  Panggilan dan Fungsi Gereja
 misalnya sebagai gereja misi atau penggembalaan atau pelatihan jemaat, dll.
 Maka arah semua materi yang akan dibuat dan dikembangkan harus bersifat mengarah pada 2 pointdi atas, misalnya untuk memperlengkapi keperluan jemaat untuk melayani dan ber-misi.
Oleh karena itu di kemudian hari diperlukan adanya:
1.  Pelatihan jemaat untuk melayani di gereja lokal, dan Komsel sebagai sarana latihan dan pengembangan kepribadian melayani.
2.  Pelatihan jemaat agar memiliki impartasi hati misi yang peka terhadap sekelilingnya, bisa melalui seminar, KKR, acara khusus internal, dll.
Sifat materi KomSel:
Bukan hanya menjadi pemimpin-pemimpin boneka, tetapi pemimpin-pemimpin yang memiliki hati untuk mau berdoa dan mengembangkan materi yang diterimanya untuk disampaikan secara khususdi dalam pertemuan KomSel.
Jangan membuat materi komSel yang membuat pemimpin hanya membaca dan menyampaikan dengan kaku, tetapi buat materi yang fleksibel sehingga setiap pemimpin memiliki kesempatan untuk menerima pewahyuan tambahan bagi materi itu untuk disampaikan.
Saran kerangka materi komSel:
1. Harus terdapat Tema Pokok Bulanan atau Triwulanan.
2. Terdapat ayat-ayat utama yang perlu dicerna untuk dikembangkan oleh pemimpin KomSel.
3. Jiwa, arah dan tujuan materi untuk minggu itu.
4. Sertakan ide-ide tambahan untuk memperkaya pengembangan materi.
5.  Sesi sharing yang tidak kaku berdasarkan yang disampaikan.
6.  Doa bersama atau khusus.
7.  Jika perlu setiap KomSel harus memiliki proyek KomSel yang bermuara kepada visi danmisi gereja.
8.  Penyampaian bisa sefleksibel mungkin, misalnya dengan memutar film yang kebetulan memiliki pesan yang tepat dengan tema yang sedang dibahas, mengundang tamu untuk bersaksi, mengundang hamba Tuhan yang bisa mendukung visi dan misi KomSel dangereja, dll.
C ontoh-contoh materi yang dapat dikembangkan berkenaan dengan visi dan misi gereja antara lain:
1.  Biografi David Livingstone, John G Lake, Mother Theresa (hati misinya),
dll.
2.  William J Seymour, Rasul-rasul Perjanjian Baru (dampak Pentakosta terhadap misi), dll.
3. Smith Wigglesworth, Reinhard Bonnke (iman, keberanian dan kebenaran),
dll.
4.  Presiden Abraham Lincoln (misi kesetaraan dan dampak pergerakan nasional), dll.
5. Bahkan jika cukup relevan dan dibutuhkan bisa juga mengambil sepotong statement atau sebagian kecil hasil kerja tokoh-tokoh terkenal sebagai penunjang, misalnya Mahatma Gandhi, dll.
C ontoh-contoh pembahasan materi secara tematik yang mendasar bagi gereja misi: Mengenali panggilan misi (Yohanes 9:4), mengerjakan panggilan (Yohanes 4:34, 17:4), Hati Tuhan terhadap jiwa-jiwa (1 timotius 2:4, 2Petrus 3:9), Amanat Agung T uhan Yesus (Markus 16:15-18), dll.
======================

Virus yang Menyerang Komsel

Komsel adalah salah satu penopang dalam kesehatan dan pertumbuhan gereja. Gereja-gereja yang mengalami pertumbuhan fantastis sebagian besar didukung dengan berkembangnya bahkan meledaknya jumlah komsel. Tetapi ternyata komsel juga tidak lepas dari serangan virus-virus yang akan melumpuhkannya. Mungkin komselnya sendiri tidak sampai bubar, tetapi menjadi tidak efektif lagi.
Virus-virus yang Menyerang KomselKomsel memang lagi mengalami booming di gereja-gereja di Indonesia. Nyaris tidak ada gereja yang tidak mempunyai komunitas sel. Komsel adalah tempat pembinaan dengan jumlah peserta yang biasanya berkisar antara 7 sd 12 orang. Acaranya biasanya berkisar nyanyi, belajar firman, dan sharing.

 

Memang, menurut pakar pertumbuhan gereja Christian A. Schwarz, Komsel adalah salah satu penopang dalam kesehatan dan pertumbuhan gereja. Gereja-gereja yang mengalami pertumbuhan fantastis sebagian besar didukung dengan berkembangnya bahkan meledaknya jumlah komsel.

Tetapi ternyata komsel juga tidak lepas dari serangan virus-virus yang akan melumpuhkannya. Mungkin komselnya sendiri tidak sampai bubar, tetapi menjadi tidak efektif lagi.

 

Ada beberapa virus yang sangat berbahaya bagi komsel.

 

1.   Pertama, virus kesombongan.

 

Virus ini mengakibatkan anggota komsel mempunyai mental guru dan bukan murid. Merasa lebih rohani dari anggota-anggota lain, selalu ingin mengajar dan tidak pernah mau belajar, banyak cerita tentang hal-hal spektakuler demi pengakuan adalah ciri-ciri orang yang telah terserang virus kesombongan. Kalau ini terjadi, pasti suasana komsel jadi ngga nyaman. Karena komsel khan mestinya jadi ajang saling belajar dan bertumbuh bersama. Biasanya mereka yang menjadi sasaran empuk virus ini adalah jenis manusia yang sedang menutupi sesuatu dari hidup mereka. Menutupi kekurangan dengan membesar-besarkan diri. Lebih payah lagi kalau justru pemimpin Komsel yang terkena virus ini. Kadangkala kesombongan ini dirasionalisasikan dengan jabatan ketua. Tetapi sebenarnya bukankah menjadi ketua dengan segala kelebihan tidak berarti punya hak untuk sombong? Bukankah Yesus Kristus telah memberi contoh tentang kepemimpinan yang sejati. Pemimpin yang pelayan.

 

2.  Virus kedua yang tak kalah bahayanya adalah dusta.

 

Dusta berarti mengatakan bukan yang sebenarnya. Kalau virus ini menyerang anggota komsel, wah repot deh. Para anggota jadi membesar-besarkan diri. Cerita tentang pengalaman supranatural yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Kenapa bisa jadi begini? Virus dusta ini sangat berpotensi menyerang mereka yang rindu mendapatkan pengakuan. Rada mirip dengan virus yang pertama dan memang seringkali jadi satu paket seperti flu dan sakit kepala. Di sisi lain, virus ini juga kadangkala menyerang mereka yang rindu banget mendapatkan perhatian. Ada yang sampai mengarang cerita palsu, supaya dikasihani dan diberi bantuan keuangan oleh anggota komsel lainnya. Nah, kalau sudah ada dusta di antara kita, mengapa mempertahankan sebuah komsel?

 

3.  Virus yang ketiga yang tak kalah berbahaya adalah tidak sanggup menjaga rahasia.

Alias bocor mulut atau ember. Mestinya apa yang disharekan dalam komsel khan rahasia antar anggota saja? Tapi kadangkala jadi nyebar kesana kemari. Alasannya sih mungkin terdengar rohani : jadi pokok doa, tapi intinya ya sami mawon jadi bahan gosip. Parahnya lagi, kalau virus ini menyerang salah seorang anggota komsel saja, maka anggota-anggota lain akan terkena dampaknya secara langsung. Anggota-anggota lain itu menjadi enggan bercerita dari hati. Akibatnya relasi dalam komsel menjadi kering dan datar. Tidak ada semangat berbagi hidup.

So, apa yang harus dilakukan setiap komsel untuk membentengi diri dari virus kesombongan, dusta, dan bocor mulut? Tidak ada jalan lain : komitmen. Ya, komitmen dari tiap anggota untuk menjaga sikap rendah hati. Kerendahan hati akan menjaga diri kita dari kesombongan. Kerendahan hati akan menyebabkan kita tampil apa adanya, dan tidak ada keinginan untuk berbohong. Kerendahan hati jugalah yang akan membuat kita tetap sadar diri bahwa kita tidak lebih baik dari orang lain, dan oleh karena itu kita jaga rahasia pergumulan orang lain. Karena itu, mari setiap anggota komsel belajar menjaga kerendahan hati dari sang Guru Agung : Yesus Kristus.

by: Wahyu Pramudya

Penghalang Komsel Tidak Multiplikasi

Ada beberapa faktor mengapa komsel tidak bermultiplikasi, yakni:

 

1. KARENA TIDAK MEMILIKI VISI

Seringkali hal utama yang menjadi penghambat sebuah komsel bermultiplikasi adalah karena komsel tidak memiliki visi untuk bermultiplikasi. Banyak komsel yang tidak mempunyai fokus untuk bermultiplikasi. Komsel yang tidak multiplikasi dapat diumpamakan seperti benih atau visi komsel yang bermultiplikasi, tetapi karena jatuh di tanah yang berbatu-batu, maka visi atau benih itu hilang.

Yesus berkata,”Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka, “(Mark 4:15). Jadi, Yesus mengatakan bahwa kita yang mengerti visi berbeda dengan orang yang tahu visi. Orang yang tahu visi belum tentu menangkap visi, tetapi mereka yang menangkap visi pastilah merindukan komselnya bermultiplikasi.

 

2. KARENA TIDAK TURUN KE LAPANGAN

Apabila kita tidak pernah turun ke lapangan untuk melihat jiwa-jiwa, maka komsel akan mengambang terus menerus. Kita harus turun langsung ke lapangan untuk melihat kebutuhan yang ada sehingga kita bisa bermultiplikasi. Jalan keluarnya adalah Mission Trip. Setiap komsel harus mengadakan Mission Trip yakni belajar memberi dan terbeban bagi jiwa-jiwa yang terhilang.

3. TIDAK MENGGERAKKAN JIWA BARU

Komsel jarang sekali menggerakkan jiwa baru yang usia rohaninya di bawah dua tahun. Menurut survey, jikalau seorang Kristen yang baru bertobat sampai dua tahun usia rohaninya dan tidak pernah memenangkan jiwa, maka biasanya mereka akan sulit untuk memenangkan jiwa. Karena setelah dua tahun, maka apinya dapat padam. Atau meskipun ia mempunyai api, tetapi kebanyakan ia tidak mempunyai kontak dengan orang luar sehingga ia akan susah untuk memenangkan jiwa baru.

Ketika seseorang semakin lama di dalam Tuhan, maka struktur oikos atau tempat pergaulannya berubah. Misalnya pendeta akan memiliki oikos pendeta, sehingga sukar menjangkau jiwa baru. Sebab setelah dua tahun, maka hanya orang yang memiliki karunia penginjilan, yang tetap berapi-api untuk menginjil, sedangkan yang lain padam, sebab kemampuan penginjilan mereka sudah padam,

4. TIDAK MEMPUNYAI PEMIMPIN BARU

Kita tidak mempunyai pemimpin baru dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah kita melihat rumput (pemimpin) di tetangga lebih hijau dari rumput kita sendiri. Maksudnya bahwa ada potensi kepemimpinan ada di dalam komsel kita, tetapi kita sering melihat bahwa komsel lain yang memiliki banyak pemimpin. Hal ini yang menghambat kita untuk mempunyai pemimpin baru yang dapat kita bangkitkan lagi. Inilah harapan kita untuk mempunyai harapan baru.

Jalan keluar untuk memiliki pemimpin baru adalah buatlah target dan kemudian latihlah mereka untuk memimpin. Cara melatihnya adalah ajak mereka untuk melihat ketika saudara memimpin komsel, mengusir setan-setan dan mengadakan bezuk jiwa-jiwa.

5. TIDAK BERANI MENCOBA CARA YANG BARU

Kita tidak berani untuk mencoba cara-cara di dalam komsel, padahal kita harus kreatif dan tidak terlalu kaku. Kita bisa memultiplikasikan komsel kita dengan cara melakukan rintisan atau bisa juga PKS (pemimpin kelompok sel) yang memegang dua komsel sekaligus sambil mempersiapkan yang baru. Kita harus memultiplikasikan selnya serta mementor sel yang baru. Kemudian beberapa sel yang ada ini membentuk jaringan komunitas sel.

Sistem kita adalah dua atau tiga orang berkumpul, jadilah satu komit (komunitas inti), sedangkan dua atau tiga komit berkumpul, jadilah satu komsel. Kemudian komsel bermultiplikasi dua atau tiga berkumpul, jadilah satu Jaringan Komunitas Sel. Sasaran kita adalah memiliki Jaringan Komunitas Sel, dengan demikian masalah dapat dipecahkan bersama.

6. TIDAK SANGGUP MENGHADAPI PROBLEM

Banyak PKS yang mau mengundurkan diri karena tidak sanggup menghadapi masalah. Yesus menjelaskan tentang visi atau benih yang terhimpit oleh masalah sampai mati. Katanya, “Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah, (Mark 4:18-19). Hal ini menunjukkan bahwa pembunuh terbesar dari buah yang kita hasilkan adalah kekuatiran. Banyak PKS kuatir karena hal-hal yang terjadi dalam komsel.

Masalah bukan penghalang untuk kita berbuah, tetapi menjadi prasyarat untuk mengalami mukjizat Tuhan. Problem adalah sarana, kendaraan dan alat untuk kita melihat mukjizat Tuhan sebelum kita menghadapi masalah yang menghadang di depan kita. Jangan kalah terhadap masalah, tetapi kalahkanlah masalah dengan nama Tuhan.

Indikasi pengukur komsel yang multiplikasi adalah: Seberapa rindukah anggota komselnya bermultiplikasi? Jalan keluar: mereka harus mendengarkan visi berulang-ulang. Agar anggota komsel menangkap visi, maka visi harus disampaikan berulang-ulang. Apakah visi multiplikasi disampaikan setiap kali ada komsel ? Mereka yang tidak mendengar tidak akan memiliki iman.

Mari kita miliki kerinduan agar komsel kita bermultiplikasi dan menghasilkan banyak murid sejati.

Sumber:  http://maryantoep.blogspot.com/
===============
Lebih Penting manakah gereja Vs komsel (Pemuridan/Pendalaman Alkitab;PA)?

Dasar Firman :

(LUK 9:22&23)Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” KataNya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

 

(1 KOR 3:7) Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.

 

(MAT 23:23) Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

 

(MAR 7:7-9) Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia. Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

 

Isi Firman :

ya betul, penting untuk menjadi berkat buat buat orang dalam gereja dan orang luar gereja. Di Indonesia masih butuh yang formil seperti itu. butuh iman yang di implementasikan pada ketaatan dan langkah kongkit.

 

better antara komsel(pa/pemuridan)&gereja sama penting.

 

Alasan ke gereja yang penulis dapetin:

 

1.Jadi berkat buat gereja&orang luar gereja/belum bertobat.

2. penting berjemaat, apalagi yang ga ada panggilan untuk menjadi selibat.

 

bohong kalau ngomong saya beranggota gereja lokal x, lalu ga pernah ke gereja terus yang parah minta fasilitas gereja lagi.

 

Jadi jangan memberi jam pa/pemuridan/komsel yang bentrok dengan jam kebaktian,

 

Sekian lama seseorang x lama merenung hal ini, jangan sampai seolah-olah qt bayar harga tapi itu bohong pakai ayat lagi (Luk 9:22&23).

 

Qt yang paling tau alasan kebaktian. Jangan merasa bersalah jika memang sakit, ada urusan keluarga(mis;keluarga ada yg meninggal) atau ada tugas kerjaan/kuliah/sekolah yang ga bisa ikut ke gereja.

 

Yang parah karena bentrok dengan orang gereja lalu ga ke gereja. Menurut saya itu jemaat unyil hanya 30 menit, lalu mengatakan :”Selamat tinggal kawan2merdeka!” lalu yang parah mengajarkan kembali pada anak pa kalau tingkat pa lebih penting dari gereja. Bukti qt menang terhadap sakit hati:berkati dengan tindakan nyata.

 

Orang gereja-pun tidak boleh untuk merasa lebih berohani dengan datang kebaktian karena Tuhan Yang beri Pertumbuhan rohani : Tuhan ( I Kor 3:7). Jangan lah kita juga memberi peringkat yang mana lebih berguna antara gereja dan pemuridan (komsel/PA). keduanya harus seimbang (Mat 23:23; Mat 7:8)

 

Kesimpulan akhir : antara gereja dan pemuridan (komsel/PA) itu sama penting.

 

A.   Apa itu komsel (Komunitas Sel)
Secara umum definisi komsel adalah suatu komunitas kecil yang terdiri dari orang-orang yang inginsama-sama saling mendukung untuk bertumbuh dalam Kristus.
Komsel biasanya terdiri dari 5-12 orang.Namun sebenarnya, komsel memiliki pengertian yang lebih dalam, yaitu :
1. Komsel adalah keluarga
Efesus 2:19
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dariorang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga AllahKomsel adalah tempat belajar mempraktekan hubungan kekeluargaan berupa kepedulian satu sama lain,kasih persaudaraan, rasa saling memiliki, rasa saling menjaga satu sama lain.
Perlakuan kita di dalam komsel sangat menentukan bagaimana perlakuan kita di keluarga yang akan kita bangun nanti.
2. Komsel adalah gereja yang sesungguhnya
“Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akankemuliaan!” (Kolose 1:27).
“Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengahmereka.”” (Matius 18:20).
3.  Komsel adalah tempat Yesus menyatakan diriNya sebagai kepala.
4.   Komsel adalah Bait Allah.
”Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untukmembangun kembali rumah TUHAN!”” (Hagai 1:2).
5. Komsel adalah gaya hidup kebersamaan (Pengkotabh 4:9-12)
Gaya hidup kebersamaan dalam komunitas yang benar. Kebersamaan dalam bertumbuh dalam Kristus,kebersamaan dalam membangun karakter, kebersamaan dalam melayani, kebersamaan dalam berjalandalam rencana Tuhan.
B. Kenapa harus komsel ?
1. Manusia butuh komunitas.- Jika manusia tidak ada komunitas maka keabnormalan akan terjadi.
2. Kita bertumbuh tidak bisa sendiri, butuh orang lain (Ibrani 10:24-26).
3. Melalui komunitas, Allah lebih sering menyatakan kuasaNya.
C. Apa yang menjadi DNA / substansi komsel :
1. Membangun hubungan.
2. Mengalami Kristus melalui
3 macam perjumpaan dengan Kristus.
- Love encounter
Perjumpaan dengan kasih Kristus melalui persekutuan dan melalui perjamuan kudus
- Truth encounter
Perjumpaan dengan kRistus melalui kebenaran yang ditemukan lewat sharing dan pendalaman Alkitab
- Power encounter
Perjumpaan dengan kuasa Tuhan melalui doa bersama, saling mendoakan, dan saling melayani.
 Tiga macam perjumpaan ini akan dialami jika dalam komsel kita maumenjawab setiap persoalan anggota dengan mempraktekkan Love, Truth, and Power melalui karunia-karunia yang dimiliki oleh setiap anggota…
IV. Bagaimana caranya mengalami 3 perjumpaan itu ?
–> harus selalu berhubungan dengan kepala (=Kristus)
Jadikan selalu Yesus sebagai kepala.
- > harus mempraktekkan kasih, saling share, dan praktek karunia-karunia untuk menjawab setiapkebutuhan dari setiap anggota komsel.
D. Apakah sasaran komsel ?
Menjadi gereja kepenuhan Kristus (Efesus 1:23)
Bagaimana menjadi Gereja kepenuhan Kristus ? (Efesus 4:11-12)
1. Semua orang kudus (anggota komsel) harus membangun tubuh Kristus.
2.Semua orang kudus (anggota komsel) harus diperlengkapi 5 jawatan.
Tugas 5 jawatan (Efesus 4:1-16): Memperlengkapi : katartismos“Tindakan seorang dokter (ahli bedah) untuk memulihkan tubuh manusia”- melengkapi- menyembuhkan- memaksimalkan fungsi
1. Nabi (up)
2. Penginjil (out)
3. Gembala (in)4. Guru (fore)
5. Rasul (whole)
E. Bagaimana caranya ber komsel?
–> harus selalu berhubungan dengan kepala (=Kristus). Jadikan selalu Yesus sebagai kepala.
F. Apa yang dipraktekkan dalam gaya hidup Komsel ?
- Kita mempraktekkan gaya hidup Allah.- apa gaya hidup Allah :# Allah adalah kasih (memberi)# Allah adalah terang (terbuka)
“Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus,Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7). Artinya hidup dalam kebenaran dan terang-terangan.
G. Apa tujuan komsel ?
 Tujuan komsel adalah supaya komsel sehat.Caranya :
1. Setiap anggota komsel mengalami encounter (up).
2. Setiap anggota komsel saling memberkati (in).
3. Setiap anggota komsel bisa jadi berkat bagi jiwa-jiwa terhilang.
4. Komsel yang sehat harus tumbuh pemimpin yang baru (fore).
Apa Tujuan Komsel ?
- Untuk bertumbuh dan mengalami Kristus (Matius 18:20)
- Agar karakter semakin dewasa (Amsal 27:17)
- Menemukan dan memaksimalkan potensi/talenta
- Menjawab kebutuhan sesama
- Menjadi berkat di dalam maupun di luar komsel
H. Agenda Komsel (I kor 14:26)
Up : penyembahan profetik (kidung pujian,mazmur, nyanyian rohani)
In : saling membangun dengan karunia-karunia
Out : penginjilan tubuh
Fore : saling mengajar
Whole : visi apostolik = membangun tubuh…
Ngapain aja di komsel?
Liat aja orang Kristen zaman gereja mula-mula ngapain aja kalo komsel? Kalo mo tau jawabannya cobabaca deh: “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpuluntuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itumengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dansegala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual hartamiliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Merekamemecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira

dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhanmenambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 2:42-46)
Dalam komsel, mereka membangun hubungan intim dengan Tuhan lewat pengajaran-pengajaran pararasul, berdoa dan lain lain. Lalu mereka juga saling mengasihi sesamanya, saling berbagi, bergembirabersama (dan makan-makan! Itu penting lho, hehe). Abis itu yang nggak boleh ketinggalan adalahmelakukan pekerjaan Tuhan, mencari jiwa, melakukan mukjizat dsb. Makanya Tuhan menambah jumlah mereka.
Apa yang Harus Ada dalam sebuah Komsel ?
- Ada Kristus yang memerintah (Firman Tuhan)
- Ada kesatuan hati (Filipi 2:2)
- Adanya perubahan karakter yang semakin baik
- Ada proses “saling”Saling mengasihi, saling membangun, saling memperhatikan, saling peduli, saling mengampuni, salingpercaya, saling menegur, saling melayani. Namun, biasanya kekecewaan akan timbul jika semuanya itutidak diterapkan secara dua arah.
Filipi 2:3-4, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknyahendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinyasendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentinganorang lain juga.
Komsel tidak hanya berbicara tentang apa saja yang kita terima, tetapi juga apa yang telah kita berikanbuat komsel dan bagaimana kita memperhatikan kepentingan orang lain.Komsel sangat penting buat kehidupan kita, karena melalui komsel kita sama-sama saling membangun,mendukung, dan menjaga untuk terus hidup dan bertumbuh dalam Kristus dan kebenaran Firman Tuhan.Jadi apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan komsel. Milikilah pengharapan buat komsel kita agar komsel kita dapat semakin bertumbuh dan memberkati banyak orang.
Apa yang harus dilakukan dalam komsel yang baik?
Komsel yang berhasil adalah komsel yang mengembangkangayahidupkomsel yang benar.
 Apa saja gayahidup komsel?
1.  Gaya Hidup Membangun Hubungan
Komsel itu bukan sebuah persekutuan doa, tapi merupakan komunitas. Dansebuah komunitas itu berfokus pada hubungan personal bukan program!Oleh sebab itu kembangkan hubungan antar anggota bahkan diluar waktu pertemuan komsel. Saling sms, telpon, ketemu diluar waktu komsel sangatdisarankan.
2.Gaya hidup Dimuridkan
Komsel itu adalah tempat dimana kita semua bertumbuh makin dewasa danmenjadi murid Tuhan. Oleh sebab itu perlu suatu hati yang ingin bertumbuh,hati yang ingin dimuridkan, hati yang haus.
3.Gaya Hidup Berbagi
Setiap anggota harus belajar berbagi beban, masalah yang dihadapi, berbagipengalaman yang dialami, dan juga berkat yang diterimanya pada saatdiberkati. Untuk berbagi perlu keterbukaan satu dengan yang lain, sehinggatidak ada kekuatiran pada saat berbagi satu sama lain
4.Gaya Hidup Kebersamaan
Setiap anggota harus belajar untuk menikmati waktu bersama-sama dengananggota komsel lain. Oleh sebab itu andakan kegiatan-kegiatankebersamaan yang disukai dan dibutuhkan oleh anggota kelompok.
5.Gaya Hidup saling mendoakan
Setiap anggota harus saling mendukung secara rohani. Saling mendoakananggota, itu akan menguatkan kelompok
6.Gaya Hidup Inklusif
Setiap anggota tidak boleh ekslusif. Setiap komsel harus bertumbuh denganbertambahnya anggota baru. Oleh sebab itu setiap anggota harus memilikikerinduan untuk menjadi saksi dan membawa jiwa kepada Tuhan Yesus.
KOMUNITAS SEL (KOMSEL)APA ITU KOMSEL?
Komunitas sel (komsel) adalah sebuah keluarga. Komsel adalah tempat atauwadah bagi orang-orang percaya untuk bertumbuh bersama di dalamKristus.Ada tiga hal yang jadi ciri khas komsel:1. Anggotanya terbatas2. Komsel = persekutuan tiap waktu3. Ada persekutuan yang kekeluargaan
PERLUKAH KITA KOMSEL?
“Allah memberi tempat tinggal (families, KJV) kepada orang-orang sebatangkara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan (gives the desolate a home in which to dwell,Amplified), sehingga mereka bahagia (prosperity, Amplified), tetapipemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.” (Mazmur 68:6)
Kenapa kita harus komsel?
Apa cuman karena disuruh ama gereja? Atokarena kewajiban? Alasan kenapa kita komsel adalah karena itu rencana Tuhan sendiri. Waktu nyiptain kita, Tuhan taruh suatu kebutuhan di hati kitabuat berkumpul ama orang laen, ato bahasa kerennya, kita itu butuh yangnamanya komunitas. Menurut Pak Eddy Leo dan Erwin Widodo, komunitas bukanlah sebuah pilihan tetapi keharusan. Manusia didesain buatberkomunitas, ada tiga alasan kenapa kita harus ikutan komsel:
1.  Tuhan sendiri adalah sebuah komunitas sempurna: adaBapa, Yesus dan RohKudus.
Waktu Allah nyiptain manusia, Ia menciptakannya serupa dansegambar dengan diriNya (baca Kejadian 1:26-27). Martin Luther pernahberkata, “Manusia diciptakan dengan kemampuan untuk membangunhubungan.” Atau dengan kata lain bahwa manusia diciptakan buat hidupdidalam gambar dan rupa komunitas kayak Allah adalah komunitas yangsempurna.
2.  Manusia diciptain Tuhan sebagai mahluk sosial
(Kejadian 2:18) “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja…”, udahdari sononya manusia itu adalah makhluk sosial, sejak lahir udah butuhorang lain. Contohnya: seorang bayi yang baru lahir butuh ibu, butuhdokter/bidan, butuh perawat yang merawat di RS. Dan tentu sajasebagaimanusia sosial, maka manusia memerlukan hubungan dan komunitasdenganorang lain.
3.  Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita buat hidup dalamkomunitas.
Waktu Tuhan Yesus memulai pelayananNya, Diamembentukkomunitas yang anggotanya 12 orang yang kita kenalsebagai 12 muridTuhan Yesus (baca deh Lukas 6:13-15). Sampaiakhirnya terbentuk gerejamula-mula yang juga adalah sebuah ’komsel’.
Menurut Erwin Widodo, di dalam Firman Tuhan jelas sekali akibat dari tidak tergabung dalamkomunitas. Liat aja pengalaman Hawa, Elia dan Daniel.
· Kejadian 3:1-6 bercerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini artinya kalo kitasendiri (nggak berkomunitas) maka kemungkinan kejatuhan karena serangan dosa dan kuasa gelapmakin besar.
· Di dalam I Raja-raja19:1-4, Nabi Elia jadi lemah waktu sendirian en dapet ancaman bakal dibunuh amaIzebel, malahan dia kepingin mati aja.Seandainya Elia ada teman atau komunitas yang bareng-bareng ama dia, maka pasti teman-temannyaakan menguatkannya, sehingga Elia jadi lebih kuat. Kalo kita nggak berkomunitas, en kalo kita lagingalamin masalah atau pergumulan, maka kita akan ngerasa tekanan yang kita alami berat banget. Bisa-bisa malah pengen bunuh diri.
· Baca Daniel 2:16-19, Daniel pada waktu sendirian nggak bisa memecahkan masalah, tapi waktu diabersama teman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan.  Kalo kita nggak terhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besar. Kemampuan kitaterbatas kalo kita sendirian. Tapi kalo kita bersama-sama maka akan ada sinergi kekuatan yang besar.Nah salah satu bentuk komunitas rohani yang Tuhan sediain buat kita itu namanya komsel. Komsel(komunitas sel) adalah keluarga rohani yang bikin kita bisa saling belajar banyak hal mulai darimembangun persekutuan pribadi dengan Tuhan (lewat saat teduh, baca Alkitab dsb), menolong kitamembereskan dosa, berdoa, menasihati kita, memperbaiki karakter, membawa kita pada pengalamanyang berhubungan ama kuasa dan karunia Roh Kudus, bahkan dalam hal-hal dalam hidup sehari-harikita, dll.
Kalau tidak ikut komunitas, apa akibatnya?
Apa dasarnya secaraAlkitab?

Beberapa akibat jika kita tidak bergabung dengan komunitas :

1.  Kej 3:1-6 .
ini cerita tentang Hawa yang sendirian pada waktu jatuh dalam dosa. Ini berarti jika kita sendiri (tidak berkomunitas) makakemungkinan kejatuhan karena serangan dosa & kuasa gelap makinbesar.
2.I Raj 19:1-4 :
Ini cerita tentang Elia yang semakin menjadi lemahkarena sendirian. Andaikan Elia ada teman/komunitas yangmenyertainya, maka pasti teman2nya akan memguatkannya, sehinggaElia menjadi lebih kuat. Jika kita tidak berkomunitas, maka jika kitasedang mengalami masalah/pergumulan, maka kita akan merasakanlebih berat tekanan yang kita alami.
3.Daniel 2:16-19 :
Ini cerita mengenai Daniel yang pada waktusendirian tidak bisa memecahkan masalah, tapi waktu dia bersamateman-temannya, maka masalah itu mudah diselesaikan. Jika kita tidakterhisap dalam komsel, maka kita akan sulit membuat perkara besa.
Kita sendirian akan menjadi terbatas. Tapi jika kita bersama-sama makaakan ada synergi kekuatan yang besar.
APA UNTUNGNYA KOMSEL?
Keuntungan yang bakal kita dapatin di komsel yang nggak bakal kita dapatindi tempat lain:
1. Pertumbuhan rohani kita jadi lebih terawasi
Di komsel yang anggotanya dikit, pemimpin komsel ato ketua sel kita pastilebih gampang ngawasin pertumbuhan rohani anggota komselnya.
Jadi dikomsel bisa dipastiin kalo semua anggotanya bakal ngalamin pertumbuhanrohani yang sehat en terawasi.
2. Bikin kita nggak bisa sombong
Kenapa manusia bisa sombong? Jawabannya gampang, soalnya diasendirian. Orang yang suka sendirian biasanya punya bawaan sombong. Tapikalo kita ada dalam suatu komunitas, biasanya sulit buat kita sombong.Soalnya paswaktu kita mo sombong, ternyata teman kita malah lebih baik dari kita. Terus apa yang mo disombongin?
3. Bisa bertumbuh sama-sama
Apa sih yang lebih menyenangkan daripada bertumbuh bareng teman yangkita sayangi? Di komsel, kita bakal belajar buat bertumbuh sama-sama. Jadi nggak ada yang lebih dari yang laen. Kalo misalnya ada satu orang yangpunya kelebihan, ya kelebihannya dipake buat bantu yang laen supayabertumbuh, jangan disimpen sendiri. Tujuannya biar tiap orang punyatingkat pertumbuhan yang sama.
4. Mencegah kejatuhan
Komsel bisa mencegah kita dari kejatuhan (jatuh dalam dosa maksudnya,masa kejatuhan duren… sakit dong!). Soalnya di komsel, kita bisa lebihgampang saling jagain satu sama lain supaya nggak jatuh dalam dosa.Karena anggotanya dikit, makanya kalo ada anggota komsel yang udahmulai ngaco pasti langsung ketauan en bisa diselamatin supaya nggakbeneran jatuh dalam dosa. Coba perhatiin kenapa Hawa jatuh? Kenapa Daud jatuh sama Batsyeba? Soalnya mereka lagi sendirian. Nggak ada yang kasihtau kalo mereka itu salah. Tapi kalo di komsel, ada teman-teman yang bisakasih tau kita ini salah ato ini bener.
KUNCI BERTUMBUH DALAM SEL
- Saling kenal atau ada rasa nyaman dalam komsel.
Kalo kita nggak nyaman dalam suatu lingkungan/komunitas pastinya kita bakalan tersiksa donk berlama-lama dalam komunitas itu, ntar jadinya pengen bolos komsel terus.
- Peduli satu ama laen.
Kalo kita acuh tak acuh, cuek ama anggota komsel yang laen, gimana bisa bertumbuh? Ada temenkomsel yang lagi ngalamin masalah, sakit, atau mau ujian, apa urusannya ama gue? Wah… nggak bisagitu donk. Tuhan bilang kita harus saling mengasihi. Kalo kita nggak peduli ama anggota yang laen ituberarti nggak punya kasih.
- Motivasi bener ikutan komsel.
Motivasi kita ikutan komsel harus bener yaitu bertumbuh dalam hal rohani. Nggak boleh ada motivasiyang laen kayak cari pacar, daripada nganggur di rumah, pengen makan-makan gratis de el el.
Kalo motivasi kita nggak bener dijamin deh lama-lama kamu bakalan boring dateng komsel.- Komsel itu tanggung jawab bersama, bukan cuman ketua doank.Nah ini yang suka bikin banyak orang nggak mau ditunjuk sebagai ketua komsel. Soalnya takut ‘dikerjain’terus-terusan ama anggotanya. Maksudnya harus mikir sendiri, nyiapin sendiri, mimpin pujian en Firmansekaligus tiap minggu sementara yang laen nggak mau tahu. Nggak bisa gitu donk. Namanya jugakomsel gitu lho, saling berbagi donk, jangan ngandalin ketua melulu.
- Terapkan prinsip memberi itu prioritas
Kalo semua anggota punya prinsip memberi itu prioritas maka komsel itu bakalan bertumbuh denganpesat. Waktu komsel terasa boring, semua anggota akan berinisiatif buat ‘menghidupkan’ kembalisuasananya. En itu juga yang diajarin ama Tuhan Yesus lho di Filipi 2:3 “dengan tidak mencarikepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yangseorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri”.
JADI PEMIMPIN SEL YANG BAIK
Gimana caranya jadi pemimpin komsel yang baik? Nah buat kamu-kamu yang mo jadi pemimpin komselyang baik, ini ada beberapa tips:
1. Rela berkoban
Yang namanya pemimpin harus selalu siap berkorban buat orang yang ada di bawahnya. Makanya kalokamu-kamu mo jadi pemimpin komsel yang baik, kamu mesti siap berkorban buat anggota komselmu.Berkorban apa aja? Banyak. Mulai dari korban waktu, duit sampe korban perasaan.
2. Tingkatkan kapasitas kepemimpinan
Bicara soal jadi pemimpin bicara soal kapasitas kita sebagai pemimpin. Gimana caranya? Bisa denganbanyak baca buku tentang kepemimpinan, ato liat teladan pemimpin yang ada di atas kita, or kamu jugabisa sharing sama pemimpin kamu di gereja, coba tanya-tanya gimana caranya memimpin yang baik.
3. Bentuk tim kepemimpinan
Inget juga kalo kita nggak bisa bekerja seorang diri. Kita semua adalah tubuh Kristus, jadi penting bangetpunya satu tim kepemimpinan, anggotanya bisa satu ato dua orang. En yang terpenting dalam milih anggota tim kepemimpinan jangan pilih kasih.
Pilih orang yang bisa sepaham sama kita en bisamendukung apa yang kita lakukan, en yang paling penting punya hubungan yang baik sama Tuhan.
4. Jaga hubungan dengan Tuhan
Ini dasar banget. Semua yang kita lakukan kalo nggak berdasar sama hubungan kita dengan Tuhan sia-sia aja. Makanya pastikan kalo kamu punya hubungan yang baik dengan Tuhan dalam doa, enperenungan Firman. Soalnya makin baik hubungan kamu dengan Tuhan, makin banyak yang bisa kamubagiin ama anggota komsel kamu.5. Jangan mudah menyerahJadi pemimpin itu banyak tantangannya. Ada aja hal-hal yang bikin kita BT ato hal-hal yang nggakterduga. Tapi bukan artinya kita terus menyerah dengan semua tantangan yang ada. Malah semua ituharusya bikin kita tambah maju. So, Maju terus, pantang mundur.
Tujuh Ciri Komsel yang Sehat
Berikut adalah tujuh tanda dari kelompok kecil yang sehat, berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42-47 (NIV):
1. Kelompok-kelompok kecil yang sehat mempelajari Alkitab.
Kelompok-kelompok kecil dalam Perjanjian Baru belajar Alkitab bersama.Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, “Kisah 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul …”
Tentu saja, kita tahu ajaran para rasul adalah apa yang kita sebut Perjanjian Baru pada hari ini. Merekahidup dalam budaya lisan, tapi mereka tetap mempelajari pelajaran dari para rasul.
Satu hal yang dapat Anda lakukan dalam kelompok kecil Anda adalah mempelajari apa yang diajarkandalam pertemuan ibadah jemaat pada hari Minggu.
Rick Warren memberikan contoh di gerejanya di Saddleback, mereka memiliki sekelompok relawan yangmembuat panduan yang di pasang online pada Minggu malam. Ini dapat dicetak dan digunakan olehkelompok-kelompok kecil selama seminggu. Dalam panduan tersebut termasuk pertanyaan yangberkaitan dengan Kitab Suci, ditambah ayat-ayat tambahan untuk dipertimbangkan.Keuntungan dari panduan ini ini adalah membantu jemaat berfokus pada satu kebenaran Alkitab.Terlalu sering kita mengajarkan terlalu banyak. Ketika saya tumbuh dewasa, aku bisa pergi ke gerejasepanjang minggu dan berakhir dengan sebanyak 13 studi Alkitab yang berbeda. Saya mulai berpikir,“Hidup saya tidak bisa berubah banyak.” Kadang-kadang saya pikir kita mengajarkan terlalu banyak,sehingga sesuatu seperti panduan akan memungkinkan jemaat untuk fokus pada satu kebenaran Alkitabseminggu.
2. Kelompok-kelompok kecil atau komsel yang sehat mempraktekkan saling berbagi kehidupanbersama.
Kitab Kisah Para Rasul mengatakan orang percaya dalam gereja mula-mula bertekun bahkandikhususkan untuk persekutuan (Kis 2:42).Ini berarti mereka serius membangun persahabatan dan persaudaraan di antara mereka.
Perhatikan Alkitab mengatakan mereka adalah kelompok yang berbentuk sebagai sebuah persekutuan,mereka bukan hanya secara rutinitas mengadakan waktu untuk bersekutu, tetapi mereka benar-benar adalah sebuah persekutuan, mereka hidup 1×24 jam setiap hari sebagai sebuah persekutuan.
Dengankata lain, persekutuan bukan hanya sesuatu yang gereja lakukan, tetapi gereja itu adalah persekutuan.Yesus memanggil kita untuk berkomitmen satu sama lain, karena melalui kelompok-kelompok kecil kitabisa belajar keterampilan membangun hubungan.
Kelompok kecil adalah laboratorium kasih, di mana kitabelajar untuk mematuhi perintah Yesus untuk mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
3. Kelompok-kelompok kecil atau komsel yang sehat selalu mengingat Yesus bersama-sama.
 Alkitab mengatakan orang percaya mula-mula bertekun “untuk memecahkan roti dan berdoa” (Kis 2:42).“
Pemecahan roti” dalam bagian ini secara khusus mengacu pada Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja awal,mereka tidak mengambil Komuni dalam suasana ibadah besar. Mereka dilayani dalam kelompok kecil. Anda akan, tentu saja, ingin bekerja dalam tradisi gereja, tetapi di Saddleback kita membiarkan kelompok-kelompok kecil untuk melayani Perjamuan kudus. Komuni hanya bagi orang percaya, sehinggadalam kelompok kecil kita harus memastikan hanya orang percaya yang akan ambil bagian.Melalui perjamuan Tuhan inilah seluruh jemaat mengingat kembali korban Kristus di kayu salib,merasakan aliran kasih Tuhan yang luar biasa.
4. Kelompok-kelompok kecil / komsel yang sehat mempraktekkan berdoa bersama.
 Alkitab mengatakan percaya mula-mula bertekun dalam doa bersama (Kisah 2:42).
Yesus mengajarkan bahwa ada kekuatan / kuasa yang besar dalam saling mendoakan antara satu samalain, dan ia membuat sebuah janji yang luar biasa tentang kelompok kecil orang percaya: “Sebab di manadua atau tiga berkumpul bersama-sama dalam namaKu, Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18 :20).
Dalam keintiman dan kerahasiaan kelompok-kelompok kecil, kita dapat berdoa satu sama lain,mengungkapkan perasaan kita, mengakui kegagalan kita, mengungkapkan keraguan kita, mengakuiketakutan kita, mengakui kelemahan kita, dan meminta dukungan doa.
5. Kelompok-kelompok kecil / komsel yang sehat adalah murah hati.

Alkitab mengatakan dalam kelompok-kelompok kecil mereka saling membantu dengan pemberian “bagisiapa saja yang memiliki kebutuhan” (Kis 2:45).

Kelompok-kelompok kecil memungkinkan kita untuk saling membantu dalam bentuk pemberian untukmenjawab kebutuhan praktis. Dapatkah saya meminjam mobil? Dapatkah saya memberikan beberapamakanan ketika Anda sakit?Membangun Kecil Kelompok dengan TujuanKita cenderung memusatkan pelayanan, membuat dapur umum, atau pusat konseling. Tapi ini bukanmodel Perjanjian Baru. Gereja mula-mula memiliki pelayanan desentralisasi.Mari saya beri contoh. Beberapa tahun yang lalu, salah satu anggota kami bertemu dengan seseorangyang telah berada dalam situasi buruk dan akhirnya kehilangan tempat tinggal. Anggota kami tersebut membelikan makanan bagi tunawisma tersebut dan kemudian memberinya tiket bus ke tempat saudaranya tinggal.
Keesokan harinya, anggota kami tersebut mengatakan kepada saya tentang hal itu dan berkata, “
Ada banyak orang kehilangan tempat tinggal. Gereja harus melakukan sesuatu tentang hal itu. “Kataku,”Gereja baru saja melakukannya. “Hari Minggu berikutnya, saya bangun dan mengatakan kepada jemaat,”saya melepaskan Anda untuk membantu orang miskin dan memberi makan yang lapar dan membantupara tunawisma “.
Kelompok-kelompok kecil boleh melakukan semua jenis pelayanan yang praktis. Kami telahdidesentralisasikan dengan memberikan mereka izin untuk terlibat dalam pelayanan sebagai kelompokkecil.
6. Kelompok-kelompok kecil / komnsel yang sehat beribadah bersama.
 Alkitab mengatakan kelompok-kelompok kecil Perjanjian Baru menyembah bersama-sama, “memuji Allahdan mereka disukai semua orang” (Kis 2:47).Kita harus menyembah Tuhan lebih dari sekali seminggu, dan kelompok-kelompok kecil menawarkankesempatan untuk beribadah bersama.
7. Kelompok-kelompok kecil sehat bersaksi bersama-sama.

Dalam pertemuan kelompok-kelompok kecil “Tuhan terus menambahkan jumlah mereka setiap haridengan orang-orang yang diselamatkan” (Kisah 2:47).

Mereka mengundang orang lain untuk bergabungdengan mereka. Salah satu bukti dari sekelompok kecil sehat adalah bahwa ia mereproduksi, sehingga iabukan saja mampu melipatgandakan anggota, tetapi juga dapat membantu memulai dan melipat-gandakan kelompok kecil.
======

Apa bedanya sebuah Gereja Sel dengan Gereja yang Memiliki Sel? Dengan mengacu pada G12 (Gerakan 12 menurut pola Yesus yang menyimbolkan bahwa pada dasarnya seseorang efektif memimpin 12 orang/murid)

Ciri-ciri Gereja Sel:

  • Kegiatan tengah minggu hanya ada komsel/sel. Tidak ada Kaum Wanita, kaum Pria atau Lansia, dsb. Sebab, tidak boleh ada apapun yang mengganggu konsentrasi gereja mengajak jemaat berkumpul dalam komsel
  • Jemaat akan didorong 100% berada dalam komsel/sel
  • Jemaat akan menerima pelayanan penggembalaannya via Komsel/sel
  • Para pemimpin Gereja yang setara dengan Majelis atau Diaken adalah pemimpin komsel/sel

  • Kegiatan gereja pada hari Minggu adalah selebrasi/perayaan bersama perbuatan Allah yang besar yang dikerjakan dalam Komsel/sel yang ada. Sehingga bisa saja kebaktian itu berisi banyak kesaksian.
  • Mereka yang berada di dalam komsel/sel akan menjalankan 2 fungsi kerohanian: menjadi anak yang baik dan menjadi bapak yang baik. Artinya ada saat dimana kita menjadi anggota komsel, kemudian diwaktu lain kita menjadi pemimpin komsel di tempat lain.
  • Akan ada komsel/sel yang mati, tetapi sebagian terbesarnya akan hidup terus. Setiap komsel menjaga jejak ‘leluhur’ rohaninya dengan mencantumkan ia termasuk Pemimpin Kelompok Sel (PKS) ke berapa dari garis siapa.
  • Mulanya hanya akan ada 12 komsel yang disebut “Para PKS-2″. Sedangkan PKS 1 adalah Gembala Sidang. Setelah melalui pelatihan dan bimbingan, maka PKS-2 menamakan diri PKS-2-IS misalnya yang berarti PKS-2-Irwan Solihin, lalu ada yang PKS-2-BM artinya PKS-2-Bambang Makmur, tergantung nama dari 12 PKS tersebut.
  • Setelah PKS-2 tersebut berperan menjadi anak yang baik di bawah bimbingan Gembala Sidang, maka PKS-2 menjalankan peran sebagai ‘bapa rohani’ yang baik dengan cara membuka komsel dan memimpinnya
  • Apa yang didapat dari PKS-1 atau kotbah PKS-1 atau yang ditetapkan di gereja, itulah yang dibagikan dalam komsel
  • Demikianlah berlanjut PKS-2 membuka komsel, yang anggota-anggotanya kemudian menjadi PKS-3, dst …
  • Komsel terdiri dari 3 kegiatan utama: Nyanyi, Sharing & Doa

Nah, semua itu berbeda dari konsep Gereja Yang Memiliki Sel karena Gereja Yang Memiliki Sel biasanya punya kegiatan-kegiatan lain di tengah minggu. Sehingga komsel/sel bukanlah yang utama. Sifat kebaktian pada hari Minggu juga bukanlah sekedar selebrasi tetapi benar-benar sebuah kebaktian untuk menampung orang-orang yang menjadi jemaat atau simpatisan gereja. Gereja yang Memiliki Sel tidak mewajibkan anggotanya untuk berada di dalam komsel. Pelayanan penggembalaan dan gereja diwadahi langsung dari kantor gereja dengan tenaga-tenaga yang lebih profesional.

Bagaimana Cara Memulainya?

INGATLAH bahwa PRINSIP UTAMANYA ADALAH: Bagaimana setiap orang memiliki roh anak yang baik dan roh bapa yang baik.

Itulah yang selalu anda ungkapkan dan ingatkan jemaat anda. Hanya itu yang paling penting dari seluruh proses yang ada. Sebab jika mereka telah menangkap arti kata tersebut, anda sedang menggelindingkan bola di atas dataran yang licin dan menurun. Komsel anda akan bergerak dengan cepat melalui falsafah rohani tersebut.

1. Sosialisasikan rencana anda untuk menjadikan gereja anda sebagai Gereja Sel

  • Tetapkan 3 bulan minimal untuk mempersiapkan gereja anda menuju Gereja Sel
  • Buatlah tulisan tentang apa itu gereja, apa keuntungannya dan apa yang akan terjadi kepada setiap orang dalam gereja, apa yang bakal terjadi kepada kegiatan gereja dan kebaktian minggu, dsb.
  • Ungkapkan pergumulan anda sampai kepada keputusan untuk menjadikan gerea anda sebagai Gerea Sel
  • Sampaikan dengan keyakinan tentang langkah anda, jangan pernah memberikan indikasi bahwa anda ragu-ragu. Pertanyaan orang tentang Gereja Sel jika belum bisa dijawab saat itu, carilah jawabannya
  • Bicarakan, tuliskan, doakan dan publikasikan rencana anda

2. Persiapkan Diaken atau Majelis gereja anda

  • Bagaimanapun implikasi akan kena kepada mereka, sebab kepemimpinan akan menuntut mereka untuk menjalankan atau memimpin komsel
  • Tenangkan kerisauan mereka, dan yakinkan bahwa sekali mereka memulainya, semuanya akan berjalan lancar. Biasanya ada perasaan takut tidak berhasil, takut tidak disukai, takut memikul tanggung jawab, dsb.
  • Bantu mereka mengatasi semua pikiran dan perasaan yang menghalangi panggilan Tuhan pada mereka.
  • Mintalah mereka selalu mendoakan agar setiap jemaat Tuhan akan memiliki roh anak yang baik dan roh bapa yang baik

3. Jangan tergoda untuk cepat memulai, saya harus meyakinkan anda minimal 3 bulan sosialisasinya.

  • Yang anda butuhkan bukan secepatnya memulai. 3 bulan adalah masa persiapan sampai anda melihat semacam ‘Gerakan’ dalam jemaat. Tanda-tanda bahwa jemaat anda sudah mulai masuk dalam ‘Gerakan’ adalah ketika mereka sudah mulai membicarakannya, mulai menantikan saatnya.
  • Yang utama adalah sebuah Gerakan yang membuat jemaat mengabaikan persoalan-persoalan yang ada dan mengalihkan fokus mereka kepada tujuan baru
  • Gerakan biasanya akan menjadikan gereja anda bergeliat juga secara rohani, dengan tanda kegairahan berdoa, berkumpul, memuliakan Tuhan, dan memperkatakan firman

4. Persiapkan bahan-bahan yang ada, tersedia untuk menjadi bahan komsel bagi para PKS-2 anda

  • Investasikan waktu anda untuk mereka, bersama mereka, berdoa bersama mereka, pikullah tanggung jawab menjadi bapa rohani bagi mereka berapapun harganya
  • Jangan memasukkan kolekte sebagai bagian Gerakan Gereja Sel anda, biasanya hasilnya non-produktif
  • Usahakan anda selalu siap dengan 4 bahan pertemuan berikutnya
  • Ciptakan bahan sederhana yang tidak lebih dari 1 lembar dengan 1,5 spasi tulisannya yang berisi: Topik, Ayat, Penjelasan, Pertanyaan untuk didiskusikan, dan Pokok Doa

5. Setelah 3 Bulan, mulailah Komsel PKS-2 anda. Ingatlah bahwa PKS-2 lah yang akan melahirkan PKS-3, dan PKS-3 lah yang akan melahirkan PKS-4

6. Setelah Komsel anda berjalan semua, maka mulailah menerapkan prinsip bahwa pelayanan gereja akan dilakukan di dalam komsel: untuk konseling, konseling pranikah, dsb.

7. Di hari depan, mereka yang menjadi PKS-2 dapat ditingkatkan menjadi hamba-hamba Tuhan yang membantu anda dalam pelayanan

dan seterusnya ….

Realitanya, dalam pelaksanaan yang sangat ketat, pertemuan PKS untuk membudidayakan roh anak yang baik dan roh bapa yang baik adalah pertemuan sebanyak 2 kali dalam seminggu selama 3 bulan pertama. Selebihnya anda dapat mengaturnya supaya pertemuan bisa diatur sebulan sekali dalam hal dimana anda menjadi bapa yang baik.

Anda dapat menggunakan buku Give Me 40 Days karya Freeda Bowers yang dijual di toko-toko buku sebagai modal awal bahan selama 40 kali pertemuan, isinya sangat memberkati!

Tuhan memberkati!

===============

FOKUS KOMSEL

Banyak komsel yang stagnasi bahkan gagal karena tidak tahunya tujuan/fokus dalam berkomsel. Ketika ditanya: mengapa kita harus komsel? Apa tujuannya?; banyak yang tidak dapat memberi jawaban yang pasti bahkan tidak mengerti sama sekali mengapa saya ikut komsel. Ini sangat berbahaya. Oleh sebab itu perlu sekali untuk memahami akan fokus yang sebenarnya dalam kita berkomsel sehingga komsel dapat terus berkembang dan bermultiplikasi. Jadi, apapun yang kita lakukan dalam komsel harus ditujukan kepada fokus/sasaran yang ingin dicapai. Jangan sekali-kali keluar dari fokus.Fokus komsel : Amanat Agung (Mat 28:19-20), yaitu membangun Rumah Tuhan dengan pilar-pilar yang kokoh (Kis 14:21-23).

Fokus komsel ini dapat dijabarkan menjadi 4 P, yakni:

P-enjangkauan Jiwa/Penginjilan
P-emuridan
P-enggembalaan/Pemeliharaan
P-raktek Karunia Roh

Komunitas Sel

Hakikat Komsel
Prinsip Dasar Komsel
Nilai-Nilai Komsel
Agenda Komsel
Komsel Pola K-12

A. Penjangkauan Jiwa
Ada 2 hal yang kita lakukan dalam komsel yakni:

1 Ke dalam, saling membangun.
2 Ke luar, menjangkau jiwa.

Ingat, segala sesuatu yang kita lakukan tujuannya untuk membawa mereka mendapatkan keselamatan kekal, yakni membawa mereka kepada Kristus. Penjangkauan tidak berbicara penginjilan yang biasa dilakukan oleh para penginjil dengan 4 hukum rohaninya. Penginjilan ialah menularkan kehidupan Allah kepada orang-orang yang belum percaya. Komsel harus dapat menularkan gaya hidup Allah kepada orang-orang belum percaya. Gaya hidup Allah ialah Kasih, Kuasa dan Kebenaran. Jadi, komsel harus dapat menularkan kasih, kuasa dan kebenaran Allah kepada orang-orang luar.

Ada 4 pondasi bagi pilar penjangkauan jiwa, yakni:

Visulisasi. Bawalah orang-orang yang akan dijangkau dalam khayalan/meditasi Anda. Bayangkan jiwa ini perlu keselamatan. Bayangkan bahwa jiwa ini perlu Tuhan.

Bersyafaatlah bagi jiwa yang terhilang tersebut. Bawalah jiwa tersebut kehadapan Allah dalam syafaat Anda. Berdirilah atas dosa mereka dan mintalah pengampunan dari Tuhan. Katakan kepada Tuhan bahwa jiwa tersebut adalah milik Tuhan dan bukan milik iblis lagi. Proklamirkan bahwa jiwa tersebut sudah diselamatkan dalan nama Yesus Tuhan.

Membangun asosiasi kepada jiwa yang terhilang tersebut. Bangunlah terus relasi dan komunikasi. Bangunlah persahabatan yang akrab bagi jiwa tersebut.

Kesaksian KeTuhanan Yesus dari diri Anda. Biarlah melalui kehidupan Anda dan kesaksian hidup Anda dalam Tuhan menjadi alat ampuh untuk membawa mereka kepada Kristus.

B. Pemuridan.

Pemuridan dilakukan untuk mendewasan jiwa yang sudah diselamatkan dan untuk setiap anggota sel (Kol 2:6-7). Ada 2 hal utama yang harus kita perhatikan dan lakukan dalam mendewasakan jiwa/anggota sel:

1 Jiwa/anggota sel tersebut harus mengalami kelahiran baru dalam Roh. Ia harus dibimbing untuk mengalami pelepasan akan roh-roh jahat, lalu dibimbing untuk menerima baptisan/kepenuhan Roh Kudus. Bisa diajak untuk ikut Seminar Hidup Baru Dalam Roh.
2 Ikut pemuridan/pelajaran Alkitab agar imannya semakin kuat dan berakar.

C. Penggembalaan/Pemeliharaan

Pemeliharaan jiwa dilakukan dengan menggabungkannya dalam komsel. Kehidupan komsel yang sejati harus dialami oleh jiwa baru ini. Bagi Pemelihara Kelompok sel (PKS), agenda sel harus menjadi bahan perhatian dalam rangka pemeliharaan ini. Ulasan lengkap dapat dibaca pada bagian Agenda Sel.

Lebih dari sebagai pemimpin dan manajer, seorang PKS harus dapat menjadi gembala bagi anggota-anggotanya.Porsi seorang PKS sebagai gembala ialah yang paling besar dari porsinya sebagai pemimpin dan manajer.

D. Praktek Karunia Roh

Setiap anggota sel harus dipacu untuk mengembangkan karunia-karunia yang dimilikinya. Baik itu menyanyi, memimpin, mengajar, musik, bahasa roh, nubutan dan lain sebagainya. Mereka harus dilibatkan dalam pelayanan di gereja. Mereka harus didukung dalam membangun kasih persaudaraan, didukung dalam menjangkau jiwa, dan didukung menjadi pemelihara kelompok sel (PKS) yang baru.(VICTORY COM)

==============

MEMBANGUN SISTEM KELOMPOK SEL YANG KUAT
 
Sistem sel yang berhasil di seluruh penjuru dunia berbeda-beda, namun mereka memliki prinsip-prinsip umum yang sama. Prinsip-prinsip umum itu adalah :1. Bergantung kepada Yesus Kristus melalui Doa
Yesus Kristus, Kepala Gereja, adalah satu-satunya yang dapat memberi keberhasilan.

Gereja-gereja ini bergantung kepada Yesus untuk menjawab doa-doa mereka. Doa tidak hanya dibicarakan, tetapi secara konsisten diterapkan oleh orang-orang Kristen. Setiap gereja ini menyelenggarakan pertemuan doa semalam suntuk secara teratur. Gereja-gereja ini menerapkan ketergantungan sepenuhnya kepada Allah.2. Motivasi untuk Pelayanan Kelompok Sel Adalah Penginjilan dan Pertumbuhan Gereja
Beberapa orang mempercayai bahwa tujuan utama pelayanan kelompok sel adalah memperlengkapi orang-orang kudus, atau bahkan memberikan pelayanan penggembalaan. Tetapi, gereja-gereja sel terbesar di dunia menyatakan tujuan yang sama sekali berbeda. Gereja-gereja ini menggunakan strategi, merencanakan untuk memenangkan kota-kota mereka bagi Kristus, dan pelayanan kelompok sel mereka membuat semuanya itu menjadi kenyataan

David Yonggi Cho menulis, “Hanya ada satu cara supaya sistem kelompok sel bisa berhasil dalam sebuah gereja, yaitu, jika sistem tersebut digunakan sebagai sarana penginjilan.”

3. Multiplikasi : Tujuan Setiap Kelompok Sel
Meskipun berbeda dalam metode multiplikasi mereka, semua gereja-gereja ini memberi perhatian utama pada penginjilan kelompok sel, yang menghasilkan multiplikasi kelompok sel. Visi sel difokuskan keluar. Dalam setiap gereja, pemimpin kelompok sel yang baru segera mengetahui misi mereka: reproduksi sel.

Menjangkau orang-orang yang belum percaya dan menembus limgkungan Injil Yesus Kristus adalah hasrat yang senantiasa dirasakan oleh setiap kelompok sel. Kelompok sel adalah terang dan garam di tengah kegelapan dunia yang tanpa harapan. Tentu saja, ada ancaman bahwa kelompok sel tersebut akan menjadi kelompok “kumpul-kumpul” yang menyenangkan, tetapi hal itu harus dihindari apa pun resikonya. Tampaknya tidak ada aspek lain dari kehidupan gereja yang memilik pengaruh yang sangat besar pada indeks kualitas, maupun pertumbuhan gereja selain mutiplikasi.

Dan lagi, belas kasihan terhadap orang yang terhilang merupakan motivasi untuk menjaga segala sesuatu tetap pada fokusnya. Sewaktu kelompok sel tersu berkembang dan bermultiplikasi, dasar kepemimpinan pun akan meluas melintasi budaya. Pertumbuhan yang cepat tetap terjaga, muncul pemimpin-pemimpin baru, persekutuan yang erat terjalin, dan sebagai hasilnya, gereja bertumbuh.

4. Merancang Kendali Kualitas Reproduksi
Kelompok-kelompok sel berproduksi lebih mudah apabila “kendali kualitas”-nya terjaga melalui sistem kelompok sel. Kendali kualitas berarti baahwa semua kelompok sel memelihara ciri-ciri atau komponen-komponen serupa. Sebagai contoh, semua anggota kelompok sel bertemu secara teratur untuk memperlengkapi anggotanya secara rohani dan menjangkau melalui penginjilan (dengan tujuan multiplikasi), dan berkomitmen untuk terlibat dalam peran jemaat lokal.

Setiap sel menampilkan komponen yang sama : mengenal Allah, mengenal satu sama lain, dan menjangkau dunia bagi Kristus.5. Menekankan Penetapan Tujuan
Di dalam tubuh, setiap sel biologis tumbuh dan memproduksi bagian-bagiannya sampai akhirnya sel tersebut membelah dua. Selanjutnya, dua sel tersebut membelah dua dan mereproduksi sel-sel mereka sendiri. Dengan cara yang sama, tujuan dari setiap kelompok sel dalam gereja ini adalah penginjilan yang menghasilkan multiplikasi.

Karena multiplikasi kelompok sel merupakan cara hidup, gereja tidak perlu malu menetapkan sasaran yang jelas. Tujuan kuantitatif utama adalah jumlah kelompok sel baru yang dibentuk.

6. Pelayanan Kelompok Sel adalah Tulang Punggung Gereja
Satu frase yang diulang-ulang dalam gereja-gereja itu adalah bahwa pelayanan kelompok sel adalah “tulang punggung” gereja. Visi yang diturunkan oleh gembala senior kepada para pemimpin dan kepada para anggotanya adalah bahwa setiap orang harus menjadi anggota kelompok sel supaya mereka dapat menerima segala jenis penggembalaan.

Mereka bukan hanya memasukkan kelompok sel ke dalam salah satu program gereja, melainkan kelompok sel adalah inti kehidupan gereja tersebut. Setiap orang dalam gereja itu diharapkan menghadiri kelompok sel.

7. Pentingnya Kelompok Sel dan Ibadah Raya
Beberapa orang menyangka bahwa kelompok sel lebih penting daripada ibadah raya. Namun, gereja-gereja sel memberikan pendapat yang berbeda. Ibadah raya dan kehadiran dalam kelompok sel adalah dua sisi mata uang yang sama : satu sisi tidak cukup tanpa sisi lainnya, dan keduanya penting bagi keberhasilan gereja sel. Arti dari frase “gereja sel” adalah kelompok sel dan ibadah raya sebagai bagian pembentuk yang sama dari sistem sel. Para anggota menghadiri kelompok sel maupun ibadah raya, bukan sebaliknya, hanya menghadiri yang satu atau yang lainnya.

David Yonggi Cho, Bapak gerakan gereja modern, secara erat menghubungkan kelompok sel dengan ibadah raya, “Gereja Lokal adalah kekuatan kekristenan. Kelompok sel menunjang kekuatan itu. Apa pun yang melemahkan kekuatan gereja lokal itu perlu dihindari.”

8. Kekuatan Gembala Senior, Kepemimpinan Visioner
Keberhasilan gereja-gerja sel sangat dipengaruhi oleh gembala senior yang kuat, karena sistem kelompok sel mengalir dari otoritas gembala senior. Tanpa diragukan lagi, gembala-gembala ini adalah orang-orang yang bervisi dan bermimpi. Tujuan pertumbuhan utama gereja mereka adalah mengarahkan ratusan orang dari ribuan yang ada. Mereka keluar untuk memenangkan kota bagi Kristus, tidak hanya menumbuhkan gereja. Kepemimpinan aktif dari gembala senior dalam mengarahkan pelayanan kelompok sel adalah tanda gereja sel yang hidup. David Yonggi Cho mengatakan, “Gembala harus menjadi orang kunci yang terlibat dalam pelayanan ini. Tanpa gembala, sistem sel tidak akan tersusun. Ini adalah sistem, dan suatu sistem harus mempunyai pusat pengendali. Faktor pengendali dalam kelompok sel adalah gembala.”

9. Menetapkan Syarat Kepemimpinan
Seluruh gereja sel mempunyai syarat-syarat kepemimpinan kelompok sel dan pelatihan yang dinyatakan secara jelas. Meskipun hal ini berbeda dalam setiap gereja, persyaratan inti meliputi: keselamatan, baptisan air, kehadiran dalam kelompok sel. Dan telah selesai mengikuti pelatihan kelompok sel.

10. Pelatihan Kepemimpinan yang Diperlukan
Meskipun seorang pemimpin kelompok sel yang potensial memenuhi persyaratan kepemimpinan dasar, ia perlu mengikuti proses pelatihan kepemimpinan lanjutan. Semua gereja ini harus menemukan, melatih, dan memproduksi pemimpin baru secepat dan seefisien mungkin.

Sebagian besar gereja sel yang berhasil di seluruh dunia memberikan :
1. Prapelatihan bagi pemimpin kelompok sel yang potensial sebelum mereka mulai memimpin kelompok.
2. Sistem pemuridan secara langsung dalam kelompok sel , di mana pemimpin potensial dilatih sejak mereka memasuki kelompok sel.
3. Sistem Yitro, setiap pemimpin itu digembalakan
4. Pelatihan lanjutan (mingguan, bulanan, atau dwibulanan).

11. Kepemimpinan yang Dikembangkan dalam Gereja
Gereja-gereja ini tidak mencari pemimpin dari luar gereja untuk menduduki kepemimpinan tingkata atas. Mereka tidak mencari ke seminari-seminari atau sekolah-sekolah Alkitab untuk memilih para pemimpin mereka. Tanpa pengecualian, semua kepemimpinan melalui jalur pengalaman pelayanan secara normal, keberhasilan pelayanan, dan pelatihan kepemimpinan dalam gereja sebelum ditempatkan pada tingkat tanggung jawab yang lebih besar.

12. Struktur Perhatian “Model Yitro”
Semua gereja ini tidak memfokuskan rencana kepemimpinan penggembalaan untuk memperhatikan setiap orang dalam kepemimpinan kelompol sel . Setiap pemimpin dipantau, digembalakan, dan diberikan tanggung jawab. Beban berat yang harus dipikul oleh gembala gereja tradisional dapat dikurangi dalam gereja sel melalui struktur kepemimpinan, hierarkis yang memperhatikan kelompok seribu, seratus, lima puluh, dan sepuluh. Dasar pengajaran model ini adalah nasihat Yitro kepada Musa dalam keluaran 18, tentang cara mendelegasikan tanggung jawab kepemimpinan. Beberapa gereja sel menetapkan para pemimpinnya berdasarkan distrik secara geografsi, area, dan area kota. Yang lainnya mengawasi para pemimpinnya melalui departemennya yang homogen. Namun, peran kepemimpinan utama selalu diberikan kepada pemimpin kelompok sel.

13. Promosi Kepemimpinan Berdasarkan Keberhasilan
Pengangkatan pelayanan ke posisi yang lebih tinggi dalam kepemimpinan terutama dipengaruhi oleh keberhasilan yang dicapai sebelumnya dalam multiplikasi kelompok sel.

14. Kelompok-kelompok Sel Berkumpul di Rumah-rumah
Semua gerja menggunakan rumah sebagai tempat pertemuan yang utama bagi kelompok-kelompok sel.

15. Kelompok Sel Menindaklanjuti Para Pengunjung, Para Pentobat Baru
Pada semua gereja ini, kelopok sel memuridkan para pengunjungnya dan petobat baru. Kartu pengunjung dikumpulkan dalam ibadah raya. Kartu-kartu ini dibagikan kepada kelompok-kelompok sel yang selanjutnya memuridkan para pengunjung itu. Gereja-gereja ini menyediakan sistem organisasi untuk memeriksa apakah orang-orang baru tersebut menghadiri kelompok sel.

16. Pelajaran-pelajaran Kelompok Sel Berdasrkan Khotbah Gembala
Untuk meyakinkan kesinambungan antara kelompok sel dan ibadah raya, pelajaran-pelajaran kelompok sel dalam tiap-tiap gereja didasarkan pada khotah gembala senior. Meskipun masing-masing gereja menggunakan metode yang berbeda, khotbah gembala senior adalah titik pangkal untuk topik kelompok sel. Pelajarannya bisa merupakan ringkasan khotbah hari Minggu atau empat pertanyaan aplikasi yang dirancang secara hati-hati sebagi kelanjutan khotbah Minggu pagi.

Sumber : dari buku : Menuai Tanpa Batas, “Reep The Harvest”, bab 3, oleh : Joel Comiskey, diterjemahkan oleh : Arie Saptaji.

Sumber:  http://groups.yahoo.com/group/rohani/message/7972

About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Speak Your Mind

*