Karunia dan Karakter Rohani

Pembacaan alkitab: Daniel 2:46-49Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan tentang KARUNIA & KARAKTER yang diambil dari kehidupan Daniel.

  1. Apakah karunia dan karakter itu.
    1. Karunia adalah kepandaian, keterampilan, kemampuan dan talenta yang diberikan Tuhan kepada seseorang.
    2. Karakter adalah sifat, tabiat, watak seseorang.
    • Dalam Alkitab
      1. Karakter yang tidak baik disebut keinginan daging.
      2. Karakter yang baik disebut buah roh, sebagai tanda kedewasaan rohani.
    • Prinsip gereja kita yang kesembilan adalah “Melayani dengan Karakter Ilahi dan Roh yang Menyala-nyala”
  2. Karunia dan karakter harus seimbang.
    1. Tuhan memberi karunia roh dan buah roh.
    2. Karunia roh harus dikembangkan.
    3. Buah roh juga harus dikembangkan.
    4. Karunia tanpa karakter bisa menjadi monster.
      • Karena karunia tanpa karakter yang baik akan melakukan hal-hal yang jahat.
      • Makin hebat karunianya akan makin berbahaya.
      • Tetapi akhirnya akan mengalami kehancuran.
        • Contoh: Lucifer.
    5. Karakter tanpa karunia bisa menjadi karatan.
      • Karena karakter yang baik tanpa karunia tidak bisa diberi kepercayaan untuk melakukan hal-hal yang besar.
      • Sehingga tidak bisa dipakai Tuhan untuk melakukan hal-hal yang besar.
    6. Itulah sebabnya prinsip gereja kita yang ketujuh adalah “Menjaga Keseimbangan”.
    • Firman dan Roh.
    • Doa dan Usaha.
    • Roh Bapa yang baik dan Roh Anak yang baik.
    • Menabur dan Menuai.
    • Kualitas dan Kuantitas.
    • Dimuridkan dan Memuridkan, dll.
  3. Karunia dan karakter yang seimbang dari Daniel.
    1. Karunia yang ada pada Daniel.
      1. Sepuluh kali lebih cerdas daripada orang lain (Daniel 1:19-20).
      2. Memiliki roh yang luar biasa (Daniel 6:4).
      3. Bisa mengerti mimpi dan mengartikannya (Daniel 5:10-12).
        • Itulah sebabnya sekalipun 4x ada pergantian raja, Daniel selalu dibutuhkan.
      4. Mendapat penglihatan-penglihatan (Daniel 7:1 + 8:1-2).
    2. Karakter yang baik yang ada pada diri Daniel.
      1. Tidak mau menajiskan dirinya (Daniel 1:8).
      2. Memiliki kerendahan hati (Daniel 2:26-28).
      3. Suka bergaul dalam pergaulan yang baik (Daniel 2:17-18).
      4. Faedahnya bergabung dalam gereja lokal dan kelompok sel.
        • 1 Korintus 15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
        • Setia, jujur dan bertanggung jawab (Daniel 6:5).
      5. Memiliki hati yang teguh, suka berdoa, memuji dan selalu mengandalkan Tuhan (Daniel 6:8-11).
      6. Lapang hati, tidak mau menyimpan kecewa/sakit hati dan menghormati raja/pimpinan (Daniel 6:20-23).
        • Itulah yang membuat Daniel bisa dipakai Tuhan menjadi kesaksian bagi raja.
        • Sehingga Raja Darius perintahkan semua rakyatnya menyembah Allahnya Daniel (Daniel 6:26-28).
      7. Suka mempelajari Firman Tuhan dan mempercayainya (Daniel 9:2)
      8. Mempunyai kepedulian kepada bangsanya (Daniel 9:3-4).

Marilah kita mengembangkan karunia dan karakter yang Tuhan berikan sehingga kita bisa menjadi alat yang sangat berguna di tangan Tuhan.

 

Langkah Membangun Karakter Yang Baik


Pembacaan Firman Tuhan: Lukas 19:1-9
Tahun depan adalah tahun tuaian raya dan Tuhan sedang mencari orang-orang yang siap untuk dipakai. Orang yang memiliki karakter Ilahi-lah yang bisa dipakai menjadi alat Tuhan.Hari ini kita akan belajar 7 Cara Membangun Karakter Yang Baik.1. Percaya bahwa karakter yang tidak baik bisa diubah menjadi karakter yang baik.
1. 2 Korintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
2. Contoh:
- Gideon dulu penakut bisa berubah menjadi berani memimpin umat Allah berperang melawan Bangsa Midian.
- Zakheus dulu pelit/kikir/tidak punya kasih/dll bisa berubah menjadi murah hati.
- Petrus dulu sifatnya labil berubah menjadi mempunyai iman yang mantap.2.Memiliki keinginan yang menyala-nyala untuk mempunyai karakter yang baik.
1. Hanya keinginan yang menyala-nyalalah yang akan membuat kita berjuang dengan segenap hati.
- Orang-orang majus dari Timur.
- Perempuan pendarahan.
- Orang buta yang berseru-seru kepada Tuhan Yesus.
- Zakheus yang ingin menjadi orang yang memiliki karakter baik (Lukas 19:7-8).
2. Karakter adalah sebuah keputusan.3.Belajar dari hal-hal yang kecil.
1. Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
2. Segala sesuatu harus dimulai dari yang kecil dahulu, barulah setelah itu makin besar dan makin besar.
3. Kita bisa mulai dari hal-hal yang sederhana dalam kehidupan.
- Kejujuran dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan.
- Kebersihan, sampah di gereja
- Kesabaran saat dirumah, dijalanan, ditempat kerja, di gereja.
- Penundukan ketaatan sehari-hari.

4.Berlatih terus-menerus sampai menjadi kehidupan sehari-hari.
1. Segala sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan kita.
2. Karakter biasanya terbentuk dari kebiasaan berpikir, bersikap, bertindak yang terus-menerus diulang-ulang sampai menjadi karakter dalam diri seseorang.
- Kebiasaan berpikir negatif = karakternya menjadi negatif.
- Kebiasaan mengeluh = karakternya menjadi suka mengeluh.
- Kebiasaan suka marah = karakternya menjadi pemarah.
- Kebiasaan bersikap sabar = karakternya menjadi penyabar.
- Kebiasaan suka mengucap syukur dalam segala hal = karakternya menjadi penuh ucapan syukur.
- Kebiasaan mengampuni orang lain = karakternya menjadi pengampun.

3. Marilah kita berlatih terus-menerus sampai karakter yang baik menjadi kehidupan kita (1 Kor 9:27).

5. Suka mendekat pada Tuhan.
1. Lingkungan dan pergaulan kita akan banyak mempengaruhi karakter kita (Amsal 13:20; 1 Kor 15:33).
Perbedaan Lot saat hidup bersama Abraham dengan saat hidup dekat Sodom.
2. Orang yang suka mendekat pada Tuhan lebih mudah untuk bisa memiliki karakter ilahi yang baik.
Nuh tetap memiliki sifat yang baik karena Nuh bergaul dengan Tuhan (Kejadian 6:9).
3. Marilah kita suka mendekat kepada Tuhan sehingga sifat-sifat/karakter kita juga diubah menjadi sama dengan sifat-sifat/karakter Tuhan.

6. Milikilah hati yang siap untuk dibentuk.
1. Allah menghancurkan kedagingan kita, supaya kita bertumbuh dalam Roh.
- Dihancurkan (Yeremia 18:4).; Seperti periuk yang tidak baik dihancurkan untuk dibuat yang lebih baik.
- Dipotong (Yohanes 15:1-2).; Seperti pohon yang dipotong daunnya supaya bebruah lebih banyak.
- Didiamkan.; Seolah-olah tidak ada lagi sesuatu yang perlu diperjuangkan dalam hidupnya. Contoh: Musa saat di padang gurun.
- Dimurnikan; Seperti emas yang dibakar untuk dimurnikan (Wahyu 3:18).
- Digagalkan.
2. Yakobus 1:2-4+12; Ibrani 12:11

7. Menggunakan kuasa penglihatan/perkataan.
1. Tuhan banyak mengubah sifat seseorang dengan mengubah nama dan memberikan penglihatan.
- Abram menjadi Abraham
- Simon diubah menjadi Petrus.
- Yakub menjadi Israel.
- Saulus menjadi Paulus.
2. Julukan atau anggapan yang sering kita katakan kepada seseorang juga bisa mempengaruhi sifat/karakternya.
3. Sebab ada kuasa yang besar dalam perkataan (Yakobus 3:1-5).

Marilah kita lakukan 7 langkah membangun karakter yang baik ini sehingga kita sungguh-sungguh memiliki karakter yang baik untuk masuk tahun 2009 yang penuh anugerah dan tuaian jiwa-jiwa.

 

Dahsyatnya sikap/mentalitas/karakter


Hari ini kita akan belajar Firman Tuhan dengan tema: “Dahsyatnya Sikap/Mentalitas/Karakter” yang akan kita pelajari dari kehidupan Yusuf.Pembacaan firman Tuhan: Kejadian 41:38-44

  1. Yusuf adalah seorang yang sangat berhasil.
    1. Berhasil menjadi penguasa di Mesir. (ayat 40)
      • 40 Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”
    2. Lebih berhasil daripada saudara-saudaranya.
    3. Yang membuat Yusuf lebih berhasil adalah sikap/mentalitas/karakternya.
  2. Sikap/mentalitas/karakter menentukan banyak hal dalam hidup kita.
    1. Berhasil atau gagal.
    2. Bahagia atau hidup dalam kesedihan.
    3. Memiliki hubungan baik atau tidak.
    4. Dipilih Tuhan atau tidak.
    5. Bisa mencapai visi atau tidak.
    6. Pekerjaan terasa ringan atau berat, dll.
  3. Sikap/mentalitas/karakter apa yang bisa membuat Yusuf berhasil?
    1. Memiliki iman yang besar di dalam Tuhan
      • Yusuf berani percaya dengan impian besar yang Tuhan berikan (Kejadian 37:5-9).
      • Kalau Yusuf mempunyai mentalitas penakut maka Yusuf tidak akan berani menerima visi yang besar dari Tuhan.
    2. Bertanggung jawab.
      • Yusuf selalu bertanggung jawab
        • Kepada ayahnya (Kejadian 37:13-16).
        • Kepada Potifar (Kejadian 39:6).
        • Saat di penjara (Kejadian 39:22).
        • Kepada Firaun (Kejadian 41:46-49).
      • Maka, Yusuf selalu mendapat kepercayaan yang besar
    3. Menolak godaan dosa.
      • Yusuf menolak godaan istri Potifar (Kejadian 39:7-12).
    4. Menjaga kerendahan hati.
      1. Yusuf selalu menjaga kerendahan hatinya (Kejadian 41:15-16).
      2. Amsal 18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
    5. Membalas kejahatan dengan kebaikan.
      1. Yusuf membalas kejahatan dengan kebaikan (Kejadian 45:2-5).
      2. Yusuf bisa membalas kejahatan dengan kebaikan karena:
        • Tidak mau menyimpan sakit hati.
        • Selalu berpikir yang baik.
      3. Roma 12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
    6. Menghormati dan membalas kebaikan orang tua.
      1. Yusuf menghormati dan membalas kebaikan orang tua (Kejadian 45:9-10).
      2. Ulangan 5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Marilah kita membangun sikap/mentalitas/karakter yang baik di dalam Tuhan sehingga kita bisa berhasil seperti Yusuf.

 

KARISMA VS KARAKTER (15 maret 2009)

Shallom saudara, saya tetap rindu menyatakan suatu pemulihan dan kebangkitan di antara kita semua hari-hari ini.  Saya rindu kita menjadi jemaat yang excellent, memiliki roh yang sempurna dan karakter yang sempurna.
Manakah yang menurut saudara lebih penting, antara karisma dan karakter? Di hadapan tahta pengadilan Tuhan, bukanlah karisma yang Tuhan lihat tetapi karakter kita. Karisma adalah berupa karunia-karunia kita yang diberikan cuma-cuma dan itu milik Tuhan sedangkan yang Tuhan inginkan dari kita adalah karakter yang melakukan kehendak Bapa di Surga. Seperti sebuah kado yang indah, karisma adalah kemasannya yang indah sedangkan isinya adalah karakter yang berharga.

1 Kor 12:31, mengatakan “Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi”. Karisma dan karunia memang penting dan berguna seperti ada karunia-karunia roh, karunia motivasi, atau 5 jawatan. Tetapi ada jalan yang lebih utama lagi yaitu kasih. Kasih disini adalah kasih agape (1 Kor 13). Ada contoh dalam Alkitab untuk menggambarkan karisma dan karakter. Simson (Hakim 13)
Simson adalah nazir yang dipilih Allah dengan karisma dan karunia yang luar biasa. Ia mengalahkan singa muda dengan tangan kosong dan mengalahkan 1000 orang filistin hanya dengan rahang keledai (Hak 15:19). Dengan karisma dan karunia yang luar biasa, tetapi bagaimana dengan karakternya?

Beberapa yang dapat kita pelajari dari karakter Simson :
1.    Tidak bisa menguasai diri. Simson termasuk orang yang mudah jatuh cinta. Kasih Eros yaitu berpusat pada diri sendiri, egosentris. Bertemu dengan seorang gadis, jatuh cinta, lalu ditinggalkan, bertemu dengan wanita lain, jatuh cinta lagi dan bertemu Delila, jatuh cinta lagi. Tidak ada penguasaan diri.
2.    Tidak belajar dari pengalaman, pelajaran-pelajaran dari Tuhan.
3.    Kurang sabar dalam menantikan waktu Tuhan, suka menggebu-gebu
4.    Suka menentukan jalan hidup sendiri, tidak mau menerima nasehat orang lain. Kita harus mau di tegur dan bertobat dari pembenaran diri.

Untuk mendapatkan karakter yang luar biasa, yang sempurna kita perlu kasih.
Kasih Agape adalah kasih yang tidak berfokus pada diri sendiri tetapi fokusnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Musuh yang terbaik adalah yang baik. Apa yang terjadi pada Simson? Mtanya dicukil, dia perlu dibutakan agar dia tidak melihat keadaan, tetapi dengan mata imannya dan Tuhan memulihkan kekuatannya. Dia menjadi bekerja keras dan bahkan perlu dituntun oleh seorang anak kecil menggambarkan bagaimana kehidupannya yang diubah menjadi tidak berdaya akibat kesalahan-kesalahannya.
Allah sebenarnya sudah memberikan benih kasih kepada kita karena kita adalah anak Allah dank arena Dialah yang trlebih dahulu mengasihi kita. Kasih Agape ini adalah kasih yang tidak menuntut orang lain, upah/imbalan/karena dilihat orang. Mari kita belajar memberikan yang terbaik bagi Tuhan dan apapun yang kita lakukan adalah kita lakukan seperti untuk Tuhan. Ada ilustrasi seorang hamba Tuhan yang memiliki beberapa anak-anak yang memelihara kucing padahal hamba Tuhan ini tidak menyukai kucing. Suatu hari anak-anaknya berpesan agar papanya menjaga kucingnya selama mereka berpergian. Saat anak-anaknya pergi papanya memberi makan dengan sembarangan, dengan piring dan makanan yang tidak terbaik. Tetapi pada suatu saat, Tuhan mengingatkan hatinya untuk selalu melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Akhirnya dia memberikan yang terbaik untuk kucing yang tidak disukainya.
Dampak dari kasih Agape adalah dampak yang besar, perubahan karakter, hati kita berbeda dan diubahkan, maka kita juga akan mengasihi dan menjangkau orang lain.
Kita harus berbuah jiwa, jika tidak mungkin belum diselamatkan, masih memiliki kasih Eros, yaitu berfokus pada diri sendiri. Yang terakhir, siapa saja yang harus dijangkau (Lukas 4:18):
1.    Orang miskin, yaitu orang yang penuh masalah dan tidak dapat menemukan jalan keluar, miskin secara rohani
2.    Orang cacat, yaitu orang yang tidak normal, sakit secara hati dan jiwa, atau roh.
3.    Orang buta, yaitu orang yang tidak bisa melihat visi Allah/janji-janji Tuhan
4.    Orang lumpuh, yaitu orang yang tidak bisa berjalan, melangkah dalam rencana Allah

Marilah kita menjadi jemaat yang excellent yang memiliki roh dan karakter yang disempurnakan. amin

 

Ingatlah hal-hal berikut ini:

1. Kesulitan-kesulitan hidup tidaklah membentuk karakter, tetapi itu dapat menunjukkan karakter kita yang sebenarnya. Pemahaman yang mengatakan bahwa kesulitan hidup akan membuat karakter kita bertumbuh tidaklah tepat. Ada orang yang ketika menghadapi awan gelap dalam hidupnya, malah berpaling dari TUHAN. Tetapi orang-orang yang tetap setia dan berpegang teguh kepada Firman TUHAN selama masa-masa sulit, karakter-nya menjadi semakin dewasa dan semakin dimiripkan dengan karakter TUHAN. Orang-orang yang berkarakter kuat adalah mereka yang menerapkan Ulangan 11:8-15 dimanavpun, kapan pun dan dalam situasi apapun. Yosua & Kaleb adalah contoh yang baik sekali, oleh karenanya mereka mengalami kelimpahan bukan saja bebas dari perbudakan Mesir, tetapi juga masuk Tanah Perjanjian, menaklukkannya dan mendapat bagian di dalamnya.

2. Kejarlah Karunia dan juga bertumbuhlah dewasa secara Karakter. Sering kita dengar orang Kristen, pelayan Tuhan, pemimpin umat/gereja mengalami skandal, terlibat dalam masalah moral dan masalah yang seharusnya tidak mereka alami. Apa yang salah di sini? Apakah mereka kekurangan karunia? Tentu tidak, tetapi mungkin saja mereka melupakan bahwa sebagai manusia, mereka masih membutuhkan bertumbuh dewasa secara Karakter. Karunia-karunia yang TUHAN berikan dapat membantu Anda untuk membawa orang mendekat kepada TUHAN, tetapi karakter Andalah yang akan menentukan apakah Anda layak dihadapan TUHAN. Contoh yang baik akan hal ini adalah Daud; ia memiliki karakter yang kuat dihadapan TUHAN, oleh karenanya TUHAN senantiasa memberikan karunia-karunia yang luar biasa untuknya.

Bagaimana agar Anda dapat bertumbuh dewasa secara Karakter? Inilah caranya: hiduplah dalam kebenaran Firman TUHAN. Mungkin nasehat ini terkesan klise, tapi coba cek pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

· Seandainya seseorang memaki Anda, apakah Anda memikirkan Firman TUHAN yang tepat untuk merespon, atau Anda balas memaki? (Karakter YESUS: meskipun IA dimaki-maki, IA tidak pernah membalas balik dengan makian atau menggunakan alasan bahwa IA dimaki maka boleh memaki balik.)

· Seandainya keadaan/situasi memburuk, apakah Anda cenderung menjadi gundah dan mencari pertolongan orang lain, atau Anda bertanya dan mendekat kepada TUHAN? (Karakter YESUS: IA selalu menjaga keintiman dengan BAPA-Nya, sehingga tidak kehilangan arah dan pegangan pada saat-saat sulit).

· Saat beribadah, apakah Anda mau menerima segala kebenaran, yang ”keras” sekalipun, atau Anda hanya menerima pengajaran/khotbah yang menyenangkan saja?

Jika selama ini Anda telah banyak mendengarkan Firman TUHAN, tetapi masih banyak yang belum Anda jalani, mulailah mengambil komitmen untuk selalu terlebih dahulu mendahulukan TUHAN dan kebenaranNya dalam hidup Anda. Dengan demikian karakter Anda akan semakin berkembang dan bertumbuh dewasa dalam TUHAN. Ingatlah Ulangan 11:8-15 yang menjadi peringatan TUHAN secara khusus kepada kita.

Kata kunci untuk artikel ini:

karakter yusuf
About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Speak Your Mind

*