HATI : Hati Bapa

PENDAHULUAN

 

1.    Kerinduan Allah diatas segalanya supaya kita mengenal Dia dengan benar dan hal itu berdampak positif (Ef 1:15-17 , Hos 3:6 , Hos 4 : 6 )

Tujuan utama Allah membawa kita masuk kedalam Kerajaan-Nya adalah untuk menjadikan kita pengubah-pengubah dunia (Terang dan Garam). Agar kita dapat menjadi pengubah-pengubah dunia maka kita harus memiliki hati Bapa.

Karena itu setelah kita diselamatkan, kita harus mengenal Allah Bapa kita.
Seperti apakah Allah Bapa itu? Jika Dia benar-benar ada, seperti apakah Dia?

 

2.   Allah merindukan kita mengenal Allah dengan benar sebagai BAPA ( yoh 4 :232-24)

Firman Tuhan mengatakan bahwa barangsiapa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat maka mereka menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12).

Dengan demikian Allah dapat memanggil kita sebagai anak dan kita dapat memanggil Allah sebagai Bapa. Bagaimana kita dapat mengalami ALLAH sebagai Bapa Sorgawi?

 

3.   Tingkat kedewasaan seseorang secara rohani dinilai dari pengenalannya terhadap Allah (Ef 1:15 – 17).

” Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang disorga adalah sempurna”. Matius 5:48.

 

I.  BANYAK ANAK TUHAN WALAUPUN MEMILIKI BAPA SURGAWI TETAPI HIDUP DENGAN SPIRIT YATIM PIATU

Yoh 14:8  Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

Yoh 14:18  Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Ayat ini penting, kita telah dipanggil untuk menjadi anak-anak kandung Allah Bapa di Surga. Supaya kita bisa  intim dengan TRuhan, Allah menaruh RohNya dalam diri kita (Roma 8:15).

Penghalang kita mengetahui hatinya Bapa, yaitu orphan spirit atau roh yatim piatu. Roh yatim piatu tidak sama dengan orang yatim piatu secara lahiriah. Filipus punya roh yatim piatu, tanda-tandanya dia selalu melihat apa yang tidak ia punya. Filipus menuntut lebih untuk bisa bahagia atau melayani (Yohanes 14:8-18). Mengasihani diri sendiri, hanya melihat diri sendiri, membanding-bandingkan, mengukur kebahagiaan dari materi. Diberkati repot, dikutuki repot. Kecil tidak bersyukur, besar tidak bersyukur. Untuk mempelajari hati Bapa, harus hati-hati dengan hati diri kita sendiri. Mengukur kebahagiaan dari apa yang tidak dipunyai. Roh yatim piatu selalu punya alasan untuk menyalahkan keadaan. Sekalipun aku tidak punya uang atau tampang tapi aku adalah Anak Allah, ahli waris

 

II.  KRISIS KASIH BAPA (HATI BAPA) ADALAH SALAH SATU AKIBAT DARI SPIRIT YATIM PIATU

Pada hari akhir banyak sekali orang yang mengalami krisis kasih. Banyak anak dibesarkan tanpa kasih dan perhatian yang cukup terutama dari ayah. Orangtua mungkin menyediakan materi maupun sarana yang dibutuhkan si anak namun seorang anak bukan hanya membutuhkan kebutuhan primer. Anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang tulus dari orangtuanya.
Terlebih bila seorang anak bertumbuh dari keluarga yang berantakan, korban perceraian, anak di luar nikah, anak yatim piatu, dll. Anak-anak ini dapat bertumbuh dewasa dalam keadaan tanpa kasih dan perhatian yang cukup hingga mereka menjadi pemberontak dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi bapa/ayah yang sering tidak ditemukan seorang anak (hilang) dalam keluarga Kristen:
Fungsi Imam (Ayb 1:5) dalam keluarga di hadapan Allah.
Fungsi Nabi (1 Ptr 2:9) yang menjadi pemimpin/penentu arah.
Fungsi Raja (1 Ptr 2:9) yang memimpin keluarga dalam otoritas Allah.

 

Tanda-tanda seseorang yang tidak mengalami kasih bapa/ayah diantaranya:

 

  1. Pemberontak
  2. Merasa tertolak
  3. Sulit percaya pada orang lain
  4. Tidak mau menerima kasih dari orang lain
  5. Sulit bergaul
  6. Sering menjadi “trouble maker”/biang kerusuhan
  7. Mudah tawar hati
  8. Putus asa
  9. Sulit mengasihi orang lain
  10. Suka mengkritik
  11. Tidak mau tunduk pada otoritas
  12. Pesimi
  13. Tidak percaya diri
  14. Selalu merasa gagal
  15. Frustasi
  16. Ingin bunuh diri

 

Josh McDowell dalam bukunya Father Connection mencatat beberapa fakta berikut yang terjadi di Amerika setiap harinya yang merupakan akibat dari ketiadaan hati bapa :

• 1.000 remaja wanita menjadi ibu tanpa nikah

• 1.106 remaja wanita melakukan aborsi

• 4.219 remaja mengidap penyakit yang tertular secara seksual

• 500 remaja mulai memakai narkoba

• 1.000 remaja mulai mengkonsumsi alcohol

• 135.000 anak-anak membawa sebuah pistol dan

senjata lain ke sekolah

• 3.610 remaja dilecehkan, 80 diperkosa

• 2.200 remaja berhenti dari sekolah menengah

• 7 anak (usia 10-19 tahun) dibunuh

• 7 anak muda (17 tahun dan ke bawah) ditangkap karena pembunuhan

• 6 remaja bunuh diri

 

Banyak anak yang kurang beruntung karena kehilangan figur ayah walaupun secara jasmani ada namun kehilangan peranannya.

 

Di Amerika Utara

50% anak-anak yang dibesarkan hidup dalam keluarga single parent,

35% dari anak-anak yang belakangan ini disurvey mengatakan bahwa ayah mereka merupakan figur utama dalam hidup mereka.

Martin Luther pernah mengalami kesulitan untuk berdia DOA BAPA KAMI, karena setiap kali Martin mengucapkan “Bapa Kami”, Martin selalu berpikir tentang ayahnya yang kasar, keras dan tidak berbelas kasihan. Martin tidak mampu untuk membayangkan Allah dengan cara seperti itu.

Seorang penulis (peneliti psikologi anak) dalam bukunya menuliskan bahwa anak-anak yang dibesarkan tanpa figur/pengaruh dari seorang ayah yang mengasihi dalam keluarga mereka akan:

= 5x lebih cenderung melakukan bunuh diri

= 14x lebih cenderung melakukan perkosaan

= 9x lebih cenderung drop out dari sekolah

= 10x lebih cenderung kecanduan obat bius

= 9x lebih cenderung masuk panti rehabilitasi

= 20x lebih cendrung berakhir di penjara.

Anak-anak yang tidak berayah mencakup 85% dari anak-anak dengan penyimpangan perilaku dan 90% dari gelandangan yang lari dari rumah. Oleh Sebab itu kit perlu adanya komunikasi untuk mengenal hati bapa.

 

Jika sesorang memiliki gambaran yang salah tengtang Bapa atau mengalami pengalaman yang buruk dengan bapa jasmani, maka ia akan:

  • sulit mengenal Allah dengan benar(ef 1:17 )
  • sulit bertumbuh dalam Tuhan(1 yoh 2:12-14)
  • sulit mempercayakan diri pada Bapa(2 tim 1 :12)
  • sulit mengasihi Tuhan , sesama dan diri sendiri(mrk 12:30-31)
  • tidak dapat melayani pekerjaan Tuhan dengan maksimal (yoh 5 :19 )
  • hidup dalam pemikiran dan tindakan melawan fiman Allah (1 kor 4 :15 )
  • tidak tahan uji
  • sulit menjadi anak dan bapa rohani

 

Kasih Allah Bapa menutupi kasih bapa/ayah kita yang tidak sempurna.

 

Saat kita diselamatkan oleh penebusan Kristus, kita menjadi anak-anak Allah (Gal 3:26, Yoh 1:12, Rm 8:14-15).

Kita dapat melihat menifestasi kasihNya melalui:

 

  1. KasihNya yang penuh pengorbanan (Yoh 3:16, 1 Kor 14:1-7)
  2. PengampunanNya (Mzm 103:8-9)
  3. PenghiburanNya (2 Kor 1:3)
  4. PembelaanNya (Yoh 15:1-8)
  5. DidikanNya (Ibr 12:5-11)
  6. NasihatNya (Mzm 73:24)
  7. Mencukupi segala kebutuhan kita (Mzm 23)

 

III.  HATI BAPA SURGAWI AKAN DIPULIHKAN DALAM HATI BAPAK-BAPAK DI DUNIA

Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kembali kepada bapa-bapanya, supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Maleakhi 4:6)

 

IV.  KITA DIBERI ROH KUDUS SUPAYA KITA TIDAK LAGI DIKUASI OLEH SPIRIT YATIM PIATU

Spirit yatim piatu adalah perasaan yang seolah-olah tidak ada harapan, spirit kesendirian, kesepian, spirit ketiadaan pengayom.

Rom 8:14  Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
Rom 8:15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”
Rom 8:16  Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Rom 8:17  Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia

Alasan pertama Allah memberikan Roh Kudus dalam hati kita selama-lamanya, supaya kita tidak menjadi yatim piatu. Kita harus berusaha mendapat perkenanan Tuhan. Roh yatim piatau membuat kita terlalu kawatir akan kehidupan kita. Yatim piatu suka membanding-bandingkan.kalau kita tahu kasih Bapa, kita tidak akan pernah iri. Kalau kita percaya Allah mencukupkan segala sesuatu, maka kita tidak akan pernah meresa kuwatir kekurangan.

 

 

V.  YESUS MEMBAWA KITA MENGENAL BAPA

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu melihat Dia” (Yohanes 14:6-7)

Mengenal Bapa Sorgawi adalah kebutuhan terpenting bagi setiap anak Tuhan. Lewat Yesus Kristus, kita boleh mengenal hati Bapa Sorgawi.

Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk memperkenalkan Bapa. Pada kenyataannya banyak orang Kristen yang belum mengenal Bapa. Kalau kita mengenal Bapa, hidup kita menjadi tenang. Yesus telah membayar harga yang mahal agar kita mengenal Bapa, dengan cara disalibkan, dikutuk dan diejek. Kalau ada dosa, maka tidak akan ada damai, sehingga manusia perlu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Pada suatu hari ada seorang anak berumur 5 tahun dalam kesederhanaannya yang kekanak-kanakan mengajukan pertanyaan kepada ayahnya, yang banyak orang dewasapun ingin mendapatkan jawabannya, yaitu: jika Allah itu ada, seperti apakah Dia?


“Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan  Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (Yohanes 1:18).
Ayah anak itu mengatakan bahwa Allah itu seperti Yesus.
Sebenarnya bagaimana Bapa di sorga?
Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: ”Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

 

Standar ideal Bapa adalah Yesus.
Gambaran Yesus sebagai Allah Bapa:
1.    Penuh kemurahan,
2.    Pengampunan,
3.    Keramahan
4.    Kasih sayang.

 

Melalui kehidupan-Nya Ia memperlihatkan sifat Bapa surgawi kita.
Dalam Yohanes 14:9 dikatakan “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; ..”

Salah satu contoh tentang bagaimana Yesus menyatakan Bapa kepada kita ada dalam Alkitab, ketika beberapa ibu ingin agar anak-anak mereka diberkati Yesus, murid-murid-Nya berpikir Ia terlalu sibuk untuk itu. Namun Yesus memarahi murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,…” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka. (Markus 10:13-16).

Sering kali kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan ke dunia sebagai bayi yang tidak berdaya. Padahal Allah dapat memberlakukan sistem reproduksi yang dapat menghasilkan manusia dengan fisik yang lengkap seperti manusia ciptaan-Nya yang pertama-Adam dan Hawa. Tetapi Ia memilih untuk menciptakan kita sebagai makhluk dalam proses, orang yang akan bertumbuh perlahan-lahan secara fisik, emosional dan mental, dan akhirnya muncul sebagai orang yang dewasa. Karena Ia bermaksud untuk menjadikan keluarga sebagai wadah tempat kasih-Nya, sehingga anak-anak dapat bertumbuh dengan perasaan dimengerti, dikasihi dan diterima. Sayang sekali banyak keluarga tidak memenuhi ideal ini.

 

VI. PENGHALANG KITA MENGENAL BAPA DI SURGA:

Penghalang kita mengenal Bapa di surga adalah karena adanya gambar bapa jasmani yang rusak.

Sebenarnya Allah ingin lewat bapa jasmani (keluarga Ilahi), setiap anak di dunia ini boleh mengenal Bapa Sorgawi. Tetapi iblis merusaknya lewat figur bapa jasmani yang otoriter atau figur yang lemah.

Tidak mudah orang mengakui dan mengenal Bapa, berbeda dengan Yesus dan Roh Kudus. Yesus dan Roh Kudus adalah nama yang sangat jarang digunakan, sedangkan Bapa sering digunakan untuk memanggil bapa kita didunia, sehingga apabila gambaran kita mengenai bapa di dunia rusak, maka pandangan kita terhadap Bapa kita di sorga juga akan rusak.  Kalau kita memiliki gambaran yang buruk atau memiliki trauma dengan bapa kita, maka harus dipulihkan.

 

Macam-macam gambaran bapa yang rusak:
–    Bapa yang otoriter, terlalu keras
–    Bapa yang terlalu memanjakan atau gampangan
–    Disiplin yang salah
–    Kurang penghargaan
–    Sulit berkomunikasi
–    Kasih yang bersyarat

 

Tujuh hal yang berbeda mengenai salah pengertian terhadap-Nya yang seringkali berasal dari keadaan masa kanak-kanak:
1.    Otoritas
Kita kadang sering menjauh dengan ciut hati dari otoritas Allah Bapa, karena kita anggap Ia sama dengan tokoh lain yang berotoritas dalam hidup kita, yang kejam, galak, sewenang-wenang, padahal otoritas sebenarnya adalah pengayoman. Kasih Allah adalah sempurna. (Efesus 6:4) à “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” (Yesaya 49:15)

    • Bapa di dunia – sangat OTORITER

akibatnya … : menganggap Allah itu kejam

    • Bapa di dunia – TIDAK berotoritas

akibatnya … : menganggap Allah itu loyo

seharusnya …

MATIUS 10 : 29 – 31 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun daripadanya tidak akan jatuh kebumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.

Allah memiliki otoritas dan sangat berkuasa, tetapi Dia sangat penuh kasih dan pengampunan. Dia bukan seorang bapa yang otoriter/kejam juga bukan seorang bapa yang tidak berotoritas/loyo. (Matius 10:29-31)

 

2.    Kepercayaan
Allah adalah satu-satunya Bapa yang tidak akan pernah mengecewakan kita. Dalam             2 Timotius 2:13 à “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.” Apabila Ia berjanji, Ia pasti akan menepatinya (Bilangan 23:18)

    • Bapa di dunia – tidak dapat di PERCAYA

akibatnya … : Menganggap Allah itu sering INGKAR JANJI

seharusnya …

Allah kita setia dan dapat dipercaya, Dia bukan bapa yang ingkar janji (Mazmur 12:7-8).

MAZMUR 12 : 7 – 8 Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah. Engkau, TUHAN, yang akan menepatinya, Engkau akan menjaga kami senantiasa terhadap angkatan ini.

 

 

3.    Penghargaan / Nilai-nilai
Seringkali orang tua kita tidak pernah memberikan suatu penghargaan atas keberhasilan kita. Mereka hanya mengkritik dan tidak pernah memuji. Hal ini menyebabkan anak merasa minder dan tidak berharga, padahal Firman Tuhan berkata bahwa kita adalah serupa dan segambar dengan Allah (Yesaya 42:4 A).

 

      • Bapa di dunia – tidak pernah MENGHARGAI

akibatnya … : Menganggap Allah itu Allah yang tidak MENGHARGAI

seharusnya … :

Allah sangat menghargai kita sebagai anak-anaknya (Mazmur 27:10), Dia tidak pernah memadamkan semangat kita, tetapi Dialah sumber pengharapan kita.

MAZMUR 27 : 10 Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.

 

4.    Disiplin dan Kasih
Bapa adalah penuh kasih, tetapi Ia juga Bapa yang adil dan mendidik, menghukum kita apabila kita melakukan kesalahan. Dialah yang mengejar kita dengan pengampunan dan kasih, bukan kita yang mencari-cari-Nya. “Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. …” (Hosea 11:4). Kalau kita hanya menerima kasih, kita akan menjadi anak yang manja. Apabila kita hanya didisiplin tanpa dikasihi, maka kita akan penuh dengan kepahitan. Amsal 3:11-12

    • Bapa di dunia – sangat DISIPLIN atau bergaya MILITER

akibatnya … : menganggap Allah PENUH HUKUMAN

    • Bapa di dunia – TIDAK ada ATURAN

akibatnya … : menganggap Allah yang BEBAS atau SEMBARANGAN

seharusnya …

Allah mendisiplinkan kita untuk kebaikan kita bukan untuk menyiksa kita (1 Yohanes 1:9; Ibrani 12:10-11; Wahyu 3:19)

I YOHANES 1 : 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

IBRANI 12 : 10 – 11 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

WAHYU 3 : 19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kau lihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

 

5.    Kehadiran / Pengertian isi hati
Salah satu sifat Allah yang tidak dapat ditiru oleh orang tua manapun, yaitu kesanggupan-Nya untuk berada bersama kita sepanjang waktu. Karena orang tua terbatas dan tidak bisa memberi perhatian terus selama 24 jam setiap hari. Dia bersama kita setiap saat dan Ia juga memberi seluruh perhatian-Nya kepada kita: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Ia juga yang mengerti isi hati kita, bagaimana kita rindu menyenangkan hati Bapa. Seringkali orang tua hanya melihat hasil akhir dan tidak memahami perjuangan anak.

    • Bapa di dunia – hanya melihat HASIL

akibatnya … : Menganggap Allah hanya menerima kita jika kita mengHASILkan sesuatu yang baik

seharusnya …

Allah melihat hati kita. Dia menghargai setiap usaha dan kerinduan kita pada-Nya. Dia bukan bapa yang pilih kasih. (1 Samuel 16:7b)

Allah itu dekat dan selalu menunggu kita untuk “curhat”. Dia bukan bapa yang jauh, formal dan tidak mau mendengarkan kita. (Yeremia 29:12-14)

1 SAMUEL 16 : 7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel : “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihatapa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

 

6.    Penerimaan
Allah adalah Allah yang mengasihi tanpa syarat. Kita tidak perlu berbuat apa-apa untuk meyakinkan Dia supaya mengasihi kita, namun kita perlu menerima kasih-Nya. Ia hanya meminta kita datang kepada-Nya dengan jujur dan sungguh-sungguh; maka Ia akan mengampuni kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Dalam Alkitab, nabi Zefanya melukiskan perasaan serupa di dalam hati Allah bagi kita: “Tuhan Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena Engkau dengan sorak-sorai” (Zef 3:17). Anak yang orang tuanya memiliki kasih bersyarat, maka ia selalu memakai topeng dan berpura-pura baik, karena takut tertolak. Kisah anak yang hilang – anak yang sulung (Lukas 15;11-32)

 

      • Bapa di dunia – hanya mengasihi kalau kita memenuhi syarat

akibatnya … : Menganggap Allah itubaikjikakitamencapai STANDARD tertentu

seharusnya …

Allah mengasihi kita tanpa syarat apapun. Dia bukan bapa yang baik dan menyayangi kita hanya ketika kita telah mencapai standar tertentu (prestasi, dsb). (1 Yohanes 4:10)

1 YOHANES 4 : 10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa – dosa kita.

 

7.    Komunikasi
Komunikasi yang hangat dan terbuka sangat sukar bagi banyak orang tua, namun Allah dengan jelas mengkomunikasikan kasih-Nya kepada kita. Sesungguhnya, Ia begitu mengasihi kita, (Yohanes 3:16). Sehingga melalui Yesus komunikasi kita dengan Bapa tidak terhalang oleh dosa. Akibat komunikasi kita dengan orang tua kita buruk adalah tidak tahan berdoa, karena kita sulit berkomunikasi dengan orang tua kita dan menganggap Allah tidak punya waktu untuk kita. Mazmur 145:18.

 

    • Bapa di dunia – SUSAH diajak berKOMUNIKASI

akibatnya … : Menganggap Allah itujauh, FORMAL dan sibuk – belum tentu mendengarkan.

seharusnya …

Allah itu dekat dan selalu menunggu kita untuk “curhat”. Dia bukan bapa yang jauh, formal dan tidak mau mendengarkan kita. (Yeremia 29:12-14)

YEREMIA 29 : 12 – 14 Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat kemana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuangkamu. —

 

VII. PEMULIHAN GAMBAR BAPA MELALUI PENGAMPUNAN

Maleakhi 4:5-6
Kalau kita mau dipulihkan, kita harus mengampuni bapa kita. Pemulihan memori. Kasih Bapa tidak bersyarat. Kasih Bapa tidak bertambah walaupun kita tambah baik atau tambah buruk. Kisah anak yang hilang.

Tiga aspek dari hati Allah Bapa terlihat dalam perumpamaan tentang anak yang hilang:

1.    Kebebasan untuk Memilih
Sang ayah cukup mengasihi anaknya untuk membiarkannya meninggalkan rumah. Meskipun hatinya berduka.
Ø    Allah yang berdaulat memilih untuk memberi kehendak bebas kepada manusia.
Ø    Ia mengambil resiko untuk ditolak

2.    Menunggu dengan Sabar
Sang ayah amat mengasihi putranya sampai setiap hari ia mengawasi kalau-kalau anaknya pulang.
Ø    Adanya kasih karunia yang membawa pertobatan
Yesaya 30:18; Roma 2:4. Dialah Bapa yang menanti.

3.    Penerimaan yang Tanpa Syarat
Sang ayah begitu mengasihi anaknya sehingga ketika anaknya pulang ia tidak menghukum anaknya atas tindakan-tindakannya yang salah, tetapi mengampuninya dan merayakan kepulangannya dengan pesta besar.
Ø    Allah menantikan kita untuk menanggapi kasih-Nya
Ø    Dan menerima pengampunan-Nya
Ø    Ketika kita melakukannya, Ia menyambut kita dengan bebas dan sepenuhnya.

Memang Allah itu kasih dan selalu mau mengampuni, tetapi Ia juga membenci kejahatan dan tidak mentolerir kita untuk mendua hati.

 

Karakter Bapa kita yang sedang menanti, menurut Alkitab:
1.    Pencipta:
Yang menciptakan kita menurut gambar dan rupa-Nya dengan kebebasan untuk memilih apakah mau menanggapi kasih-Nya.
Kisah 17:28; Yes. 64:8

2.    Pemelihara:
Yang memenuhi kebutuhan kita secara jasmani, emosional, mental dan spiritual.
Matius 7:11

3.    Kawan dan penasehat:
Dialah yang rindu mempunyai persahabatan yang akrab dengan kita dan untuk memberikan nasehat-Nya yang bijaksana serta petunjuk-petunjuk-Nya kepada kita.
“Engkaulah kawanku sejak kecil!” (Yeremia 3:4).
“… dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” (Yesaya 9:5).
“Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku.” (Mazmur 73:24).

4.    Korektor:
Dialah yang mengoreksi (menegur) dan mendisiplinkan kita.
Ibrani 12:5-6,8,11

5.    Penebus:
Dialah yang mengampuni kesalahan anak-anak-Nya dan mendatangkan kebaikan dari kegagalan dan kelemahan mereka; Dialah yang menyelamatkan.
“Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti Bapa sayang kepada anak-anak-Nya, demikian sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.” (Mazmur 103:8, 12-13).

6.    Penghibur:
Dialah yang mengasihi kita dan menghibur kita pada saat susah.
“Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan. Yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami.” (2 Kor. 1:3, 34).

7.    Pembela dan pembalas:
Dialah yang melindungi, membela dan membebaskan/melepaskan anak-anak-Nya Mazmur 91:1-3

8.    Bapa
Dialah yang ingin membebaskan kita dari segala ilah palsu sehingga Ia dapat menjadi Bapa kita. ”Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah firman Tuhan, yang Maha Kuasa.” (2 Korintus 6:18).

9.    Bapa bagi yang tidak berayah:
Dialah yang mempedulikan anak yatim dan janda.
“Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah  di kediaman-Nya yang Kudus: Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara.”               (Mazmur 68:6-7).

10.    Bapa yang mengasihi:
Dialah yang menyatakan Diri-Nya melalui Yesus Kristus.
“Sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah.” (Yoh. 16:27).

Allah adalah Bapa yang menanti, Bapa yang mengasihi, dan banyak lagi! Ketika kita menghabiskan waktu bersama Dia, kita akan menemukan pandangan yang segar terhadap karakter-Nya dan kedalaman yang baru dalam hubungan dengan Dia.

=========

Yesaya 43 :1-7
Hati seorang Bapa :
1.    Bapa yang mengenal kita secara pribadi (Yes 43:1)
Dikenal adalah suatu kehormatan. Saat kita berkunjung di sebuah toko dan orang tersebut ternyata dapat memanggil nama kita dengan benar. Bapa adalah Bapa yang sangat mengenal masing-masing pribadi kita dengan nama kita. Beda dengan seorang ayah yang mungkin memiliki 5 atau 10 anak, bahkan menyebut namanya saja salah apalagi mengenal, rasanya ayah itu belum mengenal anak-anaknya dengan baik.


2.    Bapa yang menyertai anak-anakNya, menjagai (Yes 43:2)
Tidak ada ayah yang membiarkan anaknya dalam bahaya, tiap ayah pasti ingin menjaga anak-anaknya dan melindunginya bahkan jika perlu, dia akan berkorban bagi keselamatan anaknya.

——————————————————————–
3.    Bapa yang menganggap kita terlalu berharga dimata-Nya, hartaNya (Yes 43 :3-4)
Masih ingat saat kita kecil? Jika kita sakit panas, ayah yang sekejam apapun pasti tidak membiarkannya anaknya sakit tanpa diberi obat, padahal kita waktu itu merasa ayah kita jahat kepada kita. Pernahkah anda saat anda dicopet dijalan saat berkendaraan dengan motor. Nyawa andapun terancam Tetapi ketika pulang kerumah, ayah kita lebih mengkuatirkan motor kita? Tidak mungkin. Seorang ayah akan menanggap nyawa dan keselamatan anaknya jauh lebih penting dari motor, uang atau harta apapun. Yang terjadi adalah seringkali gambaran ayah kita di bumi ini membuat kita tidak dapat mengenali Bapa yang sejati.

——————————————————————
4.    Bapa yang rindu memberikan yang terbaik bagi kita (Yes 43 :5-6)
Demikian harusnya seorang ayah yang baik dibumi, Bapa terlebih rindu memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Jika seorang ayah bisa, dia sangat ingin memberi semua kelayakan dan kecukupan, kebahagiaan buat anaknya. Tetapi manusia terbatas, Bapa kita tidak terbatas, Dia bahkan mengerti mana yang terbaik bagi kita atau tidak.

——————————————————-
5.    Rahasia sisi lain Hati Bapa (Yes 43:7)
Seringkali saat kita dengar kotbah hati Bapa, kita mungkin orang yang bodoh, tidak disiplin, selalu tertotak dan biasanya sangat suka hati Bapa dan menangis “Bapaku, aku peluk aku Bapa..… “ benar, itu baik. Tetapi hari ini kita akan dibukakan ada sisi rahasia dari  hati seorang bapa :

–    Bapa yang menghendaki pertumbuhan dalam anak-Nya
Dia menerima kita apa adanya tetapi Dia menghendaki adanya pertumbuhan yang maksimal dalam anak-Nya, jika tidak, Diapun tetap menerima anak itu tetapi hatiNya terluka, sakit. Bapa kita dapat disakitkan oleh tindakan-tindakan kita.

 

Mengenal Hati Bapa Sorgawi

Yoh 17 : 3
(3) Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

>> Hidup kekal itu adalah saat kita menerima Yesus, bukan pada saat kita mati nanti, tapi bahkan sampai setelah kita mati jasmani nanti.

 

Bagaimana saya dapat mengenal hati Bapa ?

 

1. Mengenal Bapa Sorgawi melalui Yesus
Yoh 14 : 6 -10
(6) Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
(7) Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

2. Ikut Yesus

YESUS akan selalu membawa kita kepada Bapa.
” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa. kalau tidak melalui Aku,” (Yohanes 14:6).

 

3.  Belajar dan mengenal Bapa melalui Yesus

” Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu telah mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia,” (Yohanes 14:7).

 

4. Melalui gambar / figur Bapa yang dipulihkan
Iblis (telah) merusak figur bapa jasmani, sehingga figur Bapa sorgawi menjadi rusak. Dan itu perlu dipulihkan.

Keluarga sarana yang baik untuk kita mengenal Allah sebagai bapa terutama adanya bapa yang rohani dan memiliki figur bapa yang baik

Mal 4 : 5 – 6
(5) Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
(6) Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

 

5.  Bersekutu intim dengan Bapa sorgawi

Roma 8 : 14 – 15
(14) Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.
(15) Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Roma 5 : 5
(5) Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Action : 
– Mengampuni kesalahan orang tua jasmani secara terperinci
– Membangun hubungan intim dengan Bapa Sorgawi
– Mengizinkan Roh Kudus bekerja

“Mengenal Bapa adalah kebutuhan terpenting seorang anak”

 

6.  Pengampunan memulihkan gambar Bapa Sorgawi. (Rm 8:14-15).

 

Hati Bapa Sorgawi ikut merasa sedih ketika anak-anak-Nya terluka. Bapa ingin kita sembuh lewat pengampuni kesalahan bapa jasmani kita

Semakin terperinci kita mengampuni, semakin pulih luka batin kita. Dan kemudian kita dapat membangun hubungan intim dengan Bapa dan memanggil Dia “Abba ( Papa ), aku mengasihi-MU ….”

Ampuni bapa jasmani saudara yang telah menyakiti dan melukai diri saudara. Melalui pengampunan hidup saudara dipulihkan.

Kuncinya adalah kita MENGAMPUNI SIKAP / PERBUATAN dari bapa jasmani yang telah melukai kita:
~ Bapa yang tidak hadir di rumah
~ Bapa yang tidak memuji
~ Bapa yang tidak memberi waktu
~ Bapa yang menceraikan ibu kita
~ Bapa yang otoriter
~ Bapa yang kejam / sadis
~ Bapa yang lemah / plin-plan
~ Bapa yang mengasihi dengan syarat

Kesalahan bapa jasmani yang tidak diampuni dapat menjadi penghalang untuk mengalami kasih Bapa Sorgawi. (Lukas 1:16-17); Matius 6:14-15).

 

==================

 

SURAT KASIH SAYANG DARI BAPA SURGAWI

 

Anak-Ku …
Engkau mungkin tidak mengenal Aku, tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu…(Maz. 139:1)

Aku tahu kalau engkau duduk atau berdiri … (Maz. 139:2)

Aku mengerti segala jalanmu … (Maz. 139:3)

Setiap helai rambut kepalamu, terhitung semuanya … (Mat. 10:29-31)

Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupa-Ku … (Kej. 1:26-27)

Di dalam-Ku engkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada … (Kis. 17:28)

Sebab engkau ini adalah keturunan-Ku … (Kis. 17:28)

Aku mengenal engkau sejak sebelum engkau ada dalam kandungan … (Yeremia 1:4-5)

Aku memilih engkau dari semula sebelum Aku menciptakan segalanya … (Ef. 1:4-5)

Engkau ada bukan karena suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam kitab-Ku … (Maz. 139:15-16)

Aku telah menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran dan di mana engkau akan hidup… (Kis. 17:26)

Kejadianmu dahsyat dan ajaib … (Kis. 139:14)

Karena Aku menenun engkau dalam kandungan ibumu … (Maz. 139:13)


Dan mengeluarkan engkau pada hari engkau dilahirkan … (Maz. 71:6)

Seringkali Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal Aku … (Yoh. 8:41-44)

Aku tidak berada di tempat jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna … (1 Yoh. 4:16)

Dan adalah kerinduan-Ku untuk mengaruniakan Kasih-Ku untukmu … (1 Yoh. 3:1)

Semua itu karena engkau adalah anak-Ku dan Aku adalah Bapamu … (1 Yoh. 3:1)

Aku memberikan lebih dari yang dapat diberikan bapamu yang di dunia … (Mat. 7:11)

Karena Akulah Bapamu di Surga yang adalah sempurna … (Mat. 5:48)

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna engkau terima dari tangan-Ku… (Yak. 1:17)

Karena Akulah pemeliharamu dan Aku memberi semua yang engkau perlukan … (Mat. 6:31-33)

Rancangan-Ku yang diberikan kepadamu adalah hari depan yang penuh harapan … (Yer. 29:11)

Karena Aku mengasihi engkau dengan Kasih yang kekal … (Yer. 31:3)

Pikiran-Ku terhadap engkau tidak terhitung seperti pasir di tepi pantai … (Maz. 139:17-18)

Dan Aku bergirang karena engkau dengan sukacita dan sorak-sorai … (Zef. 3:17)

Aku tidak pernah berhenti berbuat baik kepadamu … (Yer. 32:40)

Karena engkaulah harta kesayangan-Ku … (Kel. 19:5)

Aku merindukan untuk mengokohkan engkau dengan segenap hati-Ku dan jiwa-Ku … (Yer. 32:41)

Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang ajaib … (Yer. 33:3)

Jika engkau mencari Aku dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan Aku … (Ul. 4:29)

Bergembiralah karena Aku, maka Aku akan memberikan kepadamu apa

 

yang diinginkan hatimu… (Maz. 37:4)

Karena Akulah yang mengerjakan di dalammu kemauan itu … (Fil. 2:13)

Aku dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang engkau pikirkan … (Ef. 3:20)

Karena Akulah yang menganugrahkan penghiburan abadi kepadamu … (2 Tes. 2:16-17)

Akulah juga Bapa yang menghiburmu dalam segala penderitaanmu … (2 Kor. 1:3-4)

Ketika engkau patah hati, Aku berada dekat kepadamu … (Maz. 34:19)

Seperti seorang gembala menggembalakan dombanya, Aku membawa engkau dekat ke hati-Ku… (Yes. 40:11)

Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu … (Wah. 21:3-4)

Dan Aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita di atas bumi … (Wah. 21:3-4)

Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi engkau seperti Aku mengasihi putra-Ku, Yesus … (Yoh. 17:23)

Karena di dalam Yesus, Kasih-Ku kepadamu dinyatakan … (Yoh. 17:26)

Dialah gambar wujud dari keberadaan-Ku … (Ibrani 1:3)

Ia datang untuk menyatakan bahwa Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu … (Roma 8:31)

Dan untuk memberitahumu bahwa aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu … (2 Kor. 5:18-19)

Yesus mati supaya engkau dan Aku dapat diperdamaikan … (2 Kor. 5:18-19)

Kematian-Nya adalah pernyataan terbesar dari kasihKu untukmu … (1 Yoh. 4:10)

Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya Aku mendapat kasihmu … (Roma 8:31-32)

Jika engkau menerima anugrah Anak-Ku Yesus, engkau juga menerima Aku … (1 Yoh. 2:23)

Dan tidak lagi ada yang akan memisahkan engkau dari kasih-Ku … (Roma 8:38-39)

 

Kembalilah dan Aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Surga … (Lukas 15:7)

Selamanya Aku adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa … (Ef. 3:14-15)

PertanyaanKu adalah…..Maukah engkau menjadi Anak-ku? … (Yoh. 1:12-13)

Aku menanti-nanti untukmu … (Luk. 15:11-32)

Kasih-Ku untukmu, Bapamu, Allah yang MahaKuasa

Dikembangkan dari sumber :  http://eviemehita.blogspot.com/2011/06/hati-bapa.html

About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Comments

  1. Terima kasih, ini merupakan pengajaran yang luar biasa dari Bapa sorgawi, saya rasa setiap orang Kristen, perlu membaca dan memahami pengajaran tersebut, agar dapat menjadi anak Allah yang
    dapat menjenangkan hati BapaNya. Puji Tuhan !!

Speak Your Mind

*