Bersyukur: 6 riset psikologis yang mendukung pentingnya bersyukur

Firman Tuhan mendorong kita untuk selalu bersyukur, baik itu dalam doa ataupun komunikasi kita. Harus diakui bahwa perasaan bersyukur yang keluar dari hati yang dalam adalah sesuatu yang jarang kita lakukan.

Riset berikut memberikan alasan mengapa kita perlu bersyukur, menguatkan apa yang telah difirmankan Tuhan.

1. Perilaku yang lebih baik

Anak-anak yang mempraktekkan cara berpikir beryukur memiliki sikap yang lebih positif terhadap sekolah dan keluarga (Froh, Sefick, Emmons, 2008).

2. Pencapaian tujuan pribadi yang lebih baik

Para peserta yang memiliki daftar untuk disyukuri akan memiliki kemajuan penting terhadap tujuan pribadi (baik secara akademis, antar pribadi maupun kesehatan) dalam sebuah eksperimen selama 2 bulan, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki daftar untuk disyukuri.

3. Hubungan yang lebih dekat, kebahagiaan yang lebih besar

Para pelajar yang diberikan tema bersyukur merasa mereka lebih bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan sekolah. Mereka yang menghitung berkat selama 3 minggu memiliki rasa bersyukur lebih besar kepada orang yang menolong, yang membuat rasa bersyukur yang lebih besar lagi. Menyatakan syukur juga membuat orang lebih puas dan merasa lebih baik tentang hidup dan sekolah.

4. Nilai yang lebih baik

Anak-anak kelas 6 dan 7 yang memiliki jurnal syukur selama 3 minggu memiliki nilai yang lebih baik dalam waktu setahun berikutnya

5. Energi, Perhatian dan Antusias yang lebih besar

Latihan bersyukur pada orang dewasa muda memberikan hasil kepekaan, antusias, ketekunan, perhatian dan energi yang lebih besar

6. Sensitivitas lebih besar

Anak-anak yang menulis jurnal rasa syukur memiliki kepekaan lebih akan situasi yang ada, dan mendorong mereka lebih menolong, memberi, berbelas kasihan dan perilaku sosial positif lainnya.

“Rasa syukur adalah sesuatu yang baik bagi pemberi dan juga baik bagi penerima,”

Kata Professor Emmons. “Hal ini telah didokumentasikan dalam pertemanan, percintaan dan pasangan hidup.

Satu riset memperlihatkan bahwa pernyataan terima kasih akan memperbesar sampai dua kali lipat kemungkinan seorang penolong untuk memberikan bantuannya lagi.

Apa yang terjadi jika kita tidak mempraktekkan Rasa Syukur?

Riset memperlihatkan bahwa anak muda yang tidak bersyukur akan “kurang puas dengan hidup mereka dan lebih mungkin bersifat agresif dan melakukan tindakan yang beresiko, seperti seks bebas lebih awal, kecanduan, pola makan tidak sehat, tidak melakukan aktivitas fisik dan nilai yang buruk”.

===============================================================
Sumber : http://mariatobing.edublogs.org

Kuasa Ucapan Syukur” ( Nats : Kisah 16 : 22-26 )

Pendahuluan :

Dari bacaan firman diatas, kita menemukan pelajaran tentang apa yang dimaksud ”Kuasa Ucapan syukur”

Hari ini kita akan membahas tiga berkat istimewa bila kita mempraktekkan perintah Tuhan supaya kita senantiasa mengucap-syukur !

KUASA yang dimaksud adalah kuasa untuk MENGUBAH tiga hal penting seperti berikut ini :

1. Kuasa yang mengubah ’KEADAAN’ kita (Kis. 16 : 25-39) ”dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.” (ay. 26b)

 KEADAAN seperti apa yang harus diubah ? Secara rohani, apa yang dialami Paulus menggambarkan pengalaman yang sering kita alami setiap hari. Ada beberapa PINTU yang tertutup dan BELENGGU yang mengikat beberapa kita (Itulah sebabnya beberapa orang hidupnya tidak pernah bisa keluar dari masalah yang ada, hidupnya tidak pernah BEBAS karena masih ada yang mengikat dia secara rohani !)

 SOLUSI = Menghadapi KEADAAN pintu tertutup (seperti tidak ada jalan keluar) Paulus mengajarkan kita untuk berhenti bersungut-sungut atau menyalahkan orang lain, lalu mulai mempergunakan KUASA yang sudah diberi Allah kepada kita . Berdoa dan menyanyikan nyanyian syukur kepada Allah !

 HASILNYA = Pintu-pintu penjara yang terkunci, bahkan semua belenggu…. TERBUKA dan TERLEPAS ! Puji-pujian dan Ucapan Syukur berkuasa MENGUBAH KEADAAN !

2. Kuasa yang mengubah ’HATI’ kita ( Ester 5 : 9-13 )

 Hal kedua yang bisa diubahkan melalui kebiasaan ’mengucap-syukur’ adalah HATI kita !

 Bacaan dari kitab Ester diatas berbicara tentang contoh seorang pria yang memiliki HATI-SEMPIT. Nama pria ini adalah HAMAN. Dari kisah ini kita akan belajar akibat terburuk bila hati kita masih seperti Haman.

 Dampak negatip dari Hati yang sempit adalah :

1). Hidup Haman tidak STABIL – ay. 9 (Baru saja ia keluar dari rumahnya dengan hati riang dan gembira, tiba-tiba semuanya BERUBAH … hanya karena melihat Mordekhai yang tidak disukainya !)

2). Hidupnya TIDAK BAHAGIA (ay.11-13) – Ternyata semua pangkat, kekayaan dan sukses yang dimilikinya tidak membuat hati Haman bahagia.

3). Hidup Haman berakhir dengan kekalahan yang tragis (Ester 7: 9-10)

 SOLUSI = Kebalikan dari hati yang sempit adalah HATI yang LAPANG (Luas).

Orang yang suka bersyukur adalah orang yang berhati lapang. Bila ia melihat orang lain yang lebih diberkati, lebih berhasil dari dirinya, ia ikut bersyukur dan ikut merasa bahagia.

Orang yang suka bersyukur, selalu merasa PUAS dan CUKUP dengan apa yang ada padanya (Hal ini sangat berbeda dengan hati Haman yang tidak pernah bersyukur, tidak pernah merasa puas dan tidak bisa menikmati apa yang ia miliki ! )

3. Kuasa yang mengubah ’PERKATAAN’ kita (Yakobus 3 : 8-10)
”Dari mulut yang sama keluar kata-kata terima-kasih dan juga kata-kata kutukan. Seharusnya tidak
demikian.” (Yak. 3 : 10 – BIS)

Mengapa perkataan kita harus diubah ? Harus berubah karena dari mulut yang sama keluar dua jenis perkataan, yaitu kata-kata BERKAT dan kata-kata KUTUK. Ayat diatas mengatakan, seharusnya tidak demikian ! (SEHARUSNYA hanya satu jenis perkataan saja yang keluar dari mulut kita, yaitu kata-kata BERKAT (Ucapan Terima-Kasih Tuhan, ”Terpujilah Tuhan !”)

Kesimpulan :

1. Bila KEADAAN berubah …………………. maka HATI kitapun berubah !
2. Bila HATI kita berubah …………………… maka PERKATAAN kitapun berubah !
3. Bila PERKATAAN kita berubah ……… maka KUASA-ALLAH mulai bekerja ( seperti yang dialami Paulus !)

Sharingkan ( Saling Berbagi ! )

Allah memberikan strategi untuk mengatasi semua situasi yang tidak kita inginkan melalui ucapan-mulut yang
senantiasa ”mengucap-syukur” :

1. Ceritakanlah pengalaman Anda ketika Anda pernah mempraktekkan ”Mengucap-Syukur” pada saat keadaan hidup Anda ”tidak baik.”
Apa yang terjadi ketika Anda memilih tetap memuji Tuhan dan bersyukur ?

2. Ceritakan pengalaman Anda ketika Anda merasa ”lapang-hati” saat Anda dengan tulus mengucap-syukur (ikut Merasa senang melihat seseorang yang diberkati).

Sebaliknya, ceritakan juga bagaimana suasana hati Anda ketika Anda tidak suka (kurang setuju) melihat seseorang berhasil atau diberkati oleh Tuhan !

3. Kalau mau jujur, kita tanpa sadar sering mengucapkan kata-kata KUTUK terhadap orang-orang disekitar kita.

Kita sering mengatakan hal-hal yang tidak baik tentang orang-orang tertentu. Ceritakan perbedaan yang Anda
alami ketika Anda pernah :

a. MEMBERKATI seseorang = mengucapkan kata-kata berkat, kata-kata yang baik…….. ( apa yang terjadi ? )

b. MENGUTUK seseorang = mengucapkan kata-kata buruk, menjelek-jelekan seseorang (apa yang terjadi ?

BEDA ANTARA BERSYUKUR DAN MENERIMA APA ADANYA

Menerima apa adanya atau pasrah begitu saja tidak termasuk dalam sikap positif.

Bahkan bersyukur dalam arti yang sebenarnya sangat berbeda dengan sikap pasrah atau menerima apa adanya ini.

Bersyukur adalah berterima kasih atas kebaikan atau prestasi atau manfaat yang dicapai atau diberikan Tuhan.

Contohnya begini.

Saya bersyukur karena diberi tangan yang lengkap dan utuh oleh Tuhan. Apakah cukup sampai disini? Tentu saja tidak. Apa bisa disebut bersyukur kalau tangan yang diberi tersebut tidak saya manfaatkan? Atau dimanfaatkan untuk keburukan? Inilah bedanya antara menerima apa adanya dan bersyukur.

Mengupayakan tercapainya yang terbaik adalah sikap orang yang mensyukuri apapun yang telah ada pada dirinya. Ini berlaku untuk semua hal, baik di dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dunia kerja, pendidikan, dan sebagainya. Ini sama dengan memaksimalkan apapun yang ada pada diri kita. Inilah arti bersyukur yang sebenarnya.

Banyak manfaat yang dapat kita petik dari rasa syukur kita terhadap apa yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa.

1. Bersyukur menjadikan kita merasa cukup.

2. Dan merasa cukup ini adalah sikap positif yang dapat membentengi kita untuk tidak menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan kita. Sebaliknya, merasa tidak cukup atau kurang dapat mendorong seseorang untuk berbuat curang. Korupsi adalah contohnya. Yang perlu saya tekankan pada poin ini adalah bahwa merasa cukup tidak berarti bahwa kita tidak perlu berusaha lebih jauh lagi.

3. Bersyukur juga menjadikan kita rendah hati dan tidak sombong.

Dengan bersyukur berarti kita menyadari bahwa bukan kita, melainkan Tuhan, yang memiliki kuasa penuh terhadap apapun yang kita lakukan. Sebagai makhluk-Nya, kita hanya bisa berusaha dan berusaha dan hasil akhirnya bukan urusan kita lagi.

4. Selain itu, bersyukur menciptakan rasa riang gembira.

Bukankah aneh kalau kita mengucapkan terima kasih atau syukur dengan wajah dilipat-lipat alias cemberut? Perasaan gembira akan mendorong kita menjalani hidup lebih optimis dan pada akhirnya akan menjadikan kita bahagia.

Itulah beberapa manfaat dari syukur.

Alangkah indahnya jika setiap bangun pagi, ketika badan dan pikiran masih terasa segar, kita mengawali hari dengan bersyukur atas kenikmatan yang diberikan dengan bersikap positif memandang hari itu.

Ucapan Syukur: Sikap Yang Mendatangkan Mujizat

Ucapan Syukur:

Sikap Yang Mendatangkan Mujizat “Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.

Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh. Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.” Matius 15:36-38

Kisah ini terjadi setelah Yesus berkotbah kepada orang banyak dan menyembuhkan orang-orang yang sakit. Kemudian Yesus berkata kepada murid-muridNya bahwa mereka harus memberi makan kepada orang banyak. Tetapi yang ada pada mereka hanyalah beberapa roti dan ikan, yang secara manusia, makanan tersebut tidak akan cukup untuk memberi makan ribuan orang.

Yesus meminta murid-muridNya untuk membawa makanan tersebut dan kemudian mengucap syukur atas makanan itu. Setelah Ia memecah-mecah roti dan membagikan kepada orang banyak, secara ajaib semua orang dapat makan dengan kenyang, bahkan ada sisanya. Apa yang tadinya tidak mungkin menjadi mungkin.

Apakah rahasia di balik mujizat yang terjadi itu? Rahasianya ada pada pengucapan syukur.

Ada kuasa di dalam ucapan syukur.

Ucapan syukur merupakan cara di mana kita menyerahkan segalanya termasuk masalah-masalah yang kita alami kepada tangan Tuhan.
Ucapan syukur merupakan cara di mana kita berserah sepenuhnya.
Ucapan syukur merupakan cara di mana kita mengatakan kepada Tuhan bahwa kita mau dibentuk dan diproses dengan caraNya.
Ucapan syukur merupakan cara di mana kita membiarkan kasih Tuhan mengalir dalam hidup kita.
Ucapan syukur merupakan cara di mana kita membiarkan kuasa Tuhan bekerja mengubahkan hidup kita.
Ucapan syukur merupakan cara di mana kita menanggalkan segala keinginan kita dan menerima atas apa yang sedang terjadi, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun.

Dan masih banyak lagi yang bisa kita peroleh dari sebuah ucapan syukur.

Bagaimana kita mengucap syukur?

Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan atas apa yang masih kita miliki.
Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan atas apa yang sedang terjadi.
Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan atas kasihNya yang masih tercurah bagi kita.
Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan atas kesempatan yang masih Tuhan berikan bagi kita.
Ucapkanlah terima kasih kepada Tuhan atas apa yang kita kerjakan.

Dan masih banyak lagi cara lain untuk mengucap syukur kepada Tuhan.

Sama seperti kisah mujizat yang terjadi di atas, hal itu juga dapat terjadi dalam kehidupan kita. Seberat apapun masalah yang kita hadapi dalam pekerjaan/bisnis, separah apapun masalah rumah tangga yang kita alami, seburuk apapun keadaan keuangan yang dihadapi, hadapilah dengan sikap yang selalu mengucap syukur dalam segala keadaan. Kuasa Tuhan akan bekerja dalam kehidupan kita, sehingga mujizat akan terjadi. Pekerjaan kita akan dipulihkan, hubungan keluarga juga dipulihkan, bahkan keuangan yang serba minim juga akan dipulihkan.

About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Speak Your Mind

*