Apakah Anda Memerlukan Terobosan

I. PERLUKAH TEROBOSAN

Menurut beberapa kamus, terobosan merupakan akar kata dari kata kerja “terobos” yang berarti suatu tindakan aktif untuk menembus suatu penghalang, rintangan, atau mendobrak barisan musuh, atau suatu keberhasilan menemukan sesuatu yang baru (misalnya terobosan medis) sehingga memungkinkan adanya kemajuan atau perkembangan.
Terobosan adalah sebuah perubahan.

Apakah kita perlu terobosan?

Berdasarkan definisi di atas, setiap orang pasti memerlukan terobosan dalam hidupnya. Mengapa?

1. Hal yang pertama adalah karena selama seseorang masih hidup, ia pasti masih memiliki masalah.

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, kondisi dunia ini jauh dari sempurna akibat kutuk dosa (Kejadian 3:17-19), manusia menjadi hamba dosa (Roma 6:17, 23), bahkan seluruh dunia ini ada dalam kuasa iblis (Matius 4:8-9; Efesus 6:12).
Orang sakit pasti memerlukan terobosan kesembuhan, orang yang berduka cita memerlukan terobosan sukacita, orang yang miskin memerlukan terobosan keuangan, orang yang memiliki masalah pernikahan pasti memerlukan terobosan dalam keluarga, orang yang terikat memerlukan terobosan kebebasan, orang yang bekerja memerlukan terobosan dalam karier, orang yang memiliki usaha memerlukan terobosan dalam bisnis, bahkan orang yang melayani pekerjaan Tuhan juga memerlukan terobosan dalam pelayanan.

2. Sedangkan hal yang kedua, selama seseorang masih hidup ia pasti memerlukan kemajuan dalam aspek-aspek kehidupannya.

Setiap manusia menginginkan perbaikan kualitas hidup bahkan kemaksimalan hidup. Demikian juga dengan orang percaya. Kita tidak dipanggil hanya untuk sekedar selamat saja, tetapi lebih dari itu, kita dipanggil untuk menjadi serupa dengan Kristus (Roma 8:29; 2 Korintus 3:18; Filipi 3:10), inilah tujuan paling utama dari setiap orang Kristen.

Jadi, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti memerlukan terobosan. Bahkan untuk mereka yang berpikir bahwa hidupnya sudah cukup baik, merasa sudah mapan dan tidak memerlukan terobosan, adalah orang-orang yang memerlukan terobosan dalam cara berpikir!

Apakah Anda memiliki beban dan kerinduan untuk mengalami terobosan?

II. TIGA HAL YANG HARUS DITETAPKAN LEBIH DULU UNTUK SEBUAH TEROBOSAN BERSAMA DALAM GEREJA

1. Prioritas Kerajaan (Priority)
2. Kesatuan hati (Unity)
3. Kerendahan hati (Humility)

III. SIKAP HATI YANG DIPELUKAN UNTUK MENGALAMI TEROBOSAN

Tuhan memulai dengan mengingatkan Yosua, janji-Nya kepada bangsa Israel yaitu janji mengenai Tanah Kanaan (Yosua 1:2-4), janji kemenangan (Yosua 1:5a), dan janji perlindungan (Yosua 1:5b). Setelah itu, Tuhan menyatakan pesan-Nya kepada Yosua yang berisi peneguhan, dorongan, semangat, juga nasihat. Ada 7 pesan utama yang Tuhan berikan kepada Yosua untuk kita perhatikan dalam mengawali “9 Weeks of Breakthroughs” ini:

1. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu
2. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan Firman Tuhan
3. Jangan menyimpang supaya beruntung
4. Perkatakanlah Firman Tuhan
5. Renungkanlah Firman Tuhan
6. Jangan kecut dan tawar hati
7. Tuhan selalu menyertai

1. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu

Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. (Yosua 1:6)

Tuhan mengingatkan kepada Yosua untuk meneguhkan dan menguatkan hatinya. Hal ini bukan sekedar pesan supaya Yosua berusaha sekuat tenaga untuk suatu tujuan yang belum pasti, tetapi Tuhan menyuruh Yosua demikian karena ada dasar janji Tuhan sendiri yang diberikan kepada bangsa Israel dengan sumpah! Jika kita mempelajari kitab suci, sumpah tersebut tidak dapat dibatalkan karena dilakukan secara sepihak oleh Allah sendiri, tanpa syarat! (Kejadian 15)

Hanya dengan adanya janji Tuhan tersebutlah maka Yosua bisa menguatkan dan meneguhkan hatinya. Dengan kata lain, Yosua diminta untuk percaya kepada janji Tuhan, jangan sampai mundur! Dan hal ini dibuktikan sendiri oleh Yosua di akhir hidupnya (Yosua 23:14).

Lalu bagaimana dengan kita? Jika Yosua mendapatkan janji Tuhan mengenai tanah Kanaan secara fisik, maka kita orang percaya yang sudah ditebus oleh darah Yesus menerima janji yang jauh lebih luar biasa daripada sekadar sebidang tanah. Alkitab kita penuh dengan janji-janji Tuhan bukan saja secara fisik, materi, tetapi juga janji hidup kekal (Yohanes 3:16) . Bahkan janji tersebut sudah digenapi oleh Yesus di kayu salib.

Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. (2 Korintus 1:20)

Jika Yosua yang belum menerima janji bisa memiliki hati yang kuat dan teguh, apalagi kita yang sudah menerima janji itu. Kita harus lebih kuat dan lebih teguh dari Yosua. Dan ingatlah bahwa kita bisa kuat dan teguh bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena Roh Allah yang ada di dalam kita (Efesus 6:10).

2. Bertindaklah hati-hati sesuai dengan Firman Tuhan

Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; (Yosua 1:7a)

Dalam pesan berikutnya, Tuhan mengulang agar Yosua kuat dan teguh, supaya dapat bertindak sesuai dengan hukum dan perintah Tuhan. Melakukan firman Tuhan tidak bisa dilakukan hanya sambil lalu saja, karena pada dasarnya Firman Tuhan memiliki fungsi untuk mengubah manusia (Roma 12:2). Kepada setiap perubahan pasti ada tantangan dan godaan, baik yang berasal dari Iblis maupun timbul dari sifat kedagingan manusia. Paulus memperingatkan Timotius: Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2 Timotius 3:12). Jadi, baik Yosua maupun kita anak-anak Tuhan perlu diingatkan agar kuat dan teguh untuk berjalan sesuai dengan Firman Tuhan. Itulah sebabnya Paulus juga mengingatkan agar Timotius selalu berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan.

Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. (2 Timotius 3:14-15)

3. Jangan menyimpang supaya beruntung

Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. (Yosua 1:7b)

Melanjutkan pesan sebelumnya kepada Yosua, selain memiliki kekuatan dan keteguhan hati, pada saat Yosua tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, maka hasilnya Yosua akan beruntung. Menurut kamus Alkitab, kata “beruntung” di sini bukan dalam pengertian seperti orang yang mendapatkan hadiah undian, tetapi memiliki arti hidup yang berhasil karena adanya hikmat, kebijaksanaan, pengertian, kepintaran, kehati-hatian, dan keahlian. Dan memang itulah fungsi Firman Tuhan seperti yang Paulus ajarkan kepada Timotius.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)

Kunci keberhasilan kita bukan karena diri kita sendiri yang pintar atau bijaksana, melainkan karena Firman Tuhan yang membuat kita menjadi pintar dan bijaksana sehingga lewat Firman Tuhan, kita akan berhasil dalam hidup kita.

4. Perkatakanlah Firman Tuhan

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini. (Yosua 1:8a)

Dua pesan Tuhan selanjutnya kepada Yosua adalah langkah-langkah apa yang harus diambil terhadap Firman Tuhan. Langkah pertama adalah perkatakan Firman Tuhan. Firman Tuhan hanya dapat diperkatakan pada saat kita membaca atau sudah mendengar sebelumnya. Pesan Tuhan kepada Yosua adalah agar tidak lupa untuk membaca dan memperkatakan Firman Tuhan.

Jadi, sebelum kita bisa mengalami hidup yang berhasil (Yosua 1:7b, 8b), kita harus memiliki disiplin untuk membaca Firman Tuhan. Ingatlah bahwa iman kita hanya bisa bertumbuh lewat Firman Tuhan.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)

5. Renungkanlah Firman Tuhan

Tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. (Yosua 1:8b)

Langkah berikutnya adalah merenungkan Firman Tuhan tersebut. Kata merenungkan di sini memiliki arti lain yaitu mempelajari dan mengulang. Setelah kita memiliki disiplin untuk membaca Firman Tuhan, saatnya Firman Tersebut menjadi nyata dalam hidup kita dengan mempelajari dan diterapkan sebagai petunjuk hidup kita.

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. (Kolose 3:16)

Arti lain dari merenungkan adalah memperkatakan. Memperkatakan Firman dengan mulut kita sendiri adalah bagian yang penting dalam Alkitab. Banyak sekali contoh Alkitab yang memperlihatkan pentingnya mengucapkan Firman Tuhan sebagai langkah iman yang membawa kepada mujizat dan terobosan.

Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi juga jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. (Matius 21:21)

Bahkan Paulus mengatakan bahwa untuk menerima keselamatan, tidak cukup hanya iman saja, tetapi harus ada pengakuan yang keluar dari mulut kita.

Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:10)

6. Jangan kecut dan tawar hati

Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati. (Yosua 1:9a)

Dalam pesan berikutnya, untuk ketiga kalinya Tuhan mengingatkan Yosua untuk kuat dan teguh karena Tuhan mengetahui ada bahaya bagi Yosua untuk merasa kecut dan tawar hati dalam menjalankan perintah Tuhan.

Memang Tuhan sudah memberikan janji-Nya kepada Yosua dan bangsa Israel, tetapi janji tersebut harus diterima oleh bangsa Israel melewati suatu proses yang panjang dan sulit bahkan lewat peperangan. Pada saat orang Israel berjuang sambil menantikan pemenuhan janji Tuhan, bisa saja mereka menjadi tawar hati. Mungkin mereka akan berakta bahwa janji Tuhan tidak datang-datang atau bahkan berpikir Tuhan tidak menepati janji-Nya.

Paulus juga memperingatkan kepada jemaat di Kolose untuk tetap teguh dan jangan sampai kehilangan harapan.

Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya. (Kolose 1:23)

Tuhan kita adalah Tuhan yang setia dalam menggenapi janji-Nya.

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. (Ibrani 10:23)

7. Tuhan selalu menyertai

Sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi. (Yosua 1:9b)

Tuhan mengakhiri pesan-Nya kepada Yosua dengan janji yang paling agung dari semuanya yaitu bahwa Tuhan akan selalu menyertai Yosua. Demikian juga janji paling luar biasa yang diberikan Allah kepada kita, orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus. Ketika malaikat Gabriel memberitakan kepada Yusuf perihal anak yang akan dilahirkan oleh Maria: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita. (Matius 1:23)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yohanes 1:14)

Seperti kepada Yosua, Tuhan juga memberikan amanat yang agung kepada kita. Suatu kehormatan yang sangat tinggi diberikan kepada kita untuk menjadi saksi bagi Yesus.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20)

Kita adalah orang-orang yang sudah mengalami janji Tuhan. Kita sudah dibebaskan dari dosa, kita juga sudah diberikan kuasa (Markus 16:17-18), tetapi jangan lupa, kita juga memiliki tugas terhormat dari Yesus sendiri, yaitu pergi memberitakan Injil.

Mari kita mulai terobosan ini dengan sikap hati yang benar. Kuatkan dan teguhkanlah hati kita, miliki iman atas dasar Firman Tuhan, percaya akan janji Tuhan, alamilah terobosan!

IV. PERLU TINDAKAN AKTIF YANG TERUS MENERUS

Alkitab dipenuhi dengan kisah orang-orang beriman yang mengalami terobosan. Terobosan terjadi dalam kehidupan orang percaya karena mereka merespon secara aktif terhadap iman yang dilandasi dengan Firman Tuhan. Mari kita lihat beberapa contoh:

Terobosan adalah hasil dari tindakan aktif yang terus menerus menuju perubahan

Seperti sudah disebutkan di atas, terobosan adalah kata kerja yang berarti tindakan aktif. Jadi, terobosan bukanlah suatu hal yang dapat terjadi dengan sendirinya, melainkan suatu proses yang memerlukan sebuah tindakan aktif.
Tidak ada terobosan yang dapat dilakukan tanpa adanya suatu tindakan aktif. Bahkan dari salah satu definisi terobosan yaitu menembus, dapat dikatakan merupakan suatu tindakan terhadap sebuah rintangan atau tantangan. Artinya butuh sebuah kekuatan yang melebihi kekuatan tantangan dan rintangan tersebut. Puji Tuhan, kita tidak berusaha sendiri, tetapi Tuhan sendiri yang memberikan kuasa-Nya kepada kita sehingga kita bisa melakukan terobosan (Efesus 6:10; Filipi 4:13; 2 Timotius 1:17; 1 Petrus 1:15).
Terobosan juga bersifat terus menerus. Memang peristiwa terobosan dapat berupa perubahan suatu kondisi secara mendadak, tetapi perubahan tersebut sebenarnya hanyalah merupakan langkah awal untuk mengalami terobosan yang selanjutnya. Sebagian besar terobosan terjadi lewat suatu proses.

Jadi, terobosan dimulai dengan suatu tindakan aktif menerobos yang akan menghasilkan terobosan berikutnya, dan kemudian membawa kepada terobosan yang berikutnya dan seterusnya.

a. Zakheus mengalami terobosan keselamatan dirinya dan keluarganya ketika ia, karena iman, tidak menyerah dengan keadaan dirinya, tetapi ia melakukan sesuatu tindakan yang tidak biasa, yang mungkin dapat menjatuhkan martabatnya sebagai seorang pejabat negara, yaitu memanjat pohon agar dapat melihat Tuhan Yesus.

b. Wanita yang sakit pendarahan mengalami terobosan kesembuhan total ketika ia tidak menyerah dengan kelemahan fisiknya dan dengan aktif terus mendekat kepada Tuhan Yesus untuk menjamah Dia agar beroleh kesembuhan.

c. Bartimeus, seorang pengemis yang buta sejak lahir, mengalami terobosan mujizat dalam hidupnya ketika ia dengan aktif berseru memanggil Yesus, dan kemudian dengan iman bangkit dan menanggalkan jubahnya dan mendekat kepada Yesus.

d. Yosua dan tentara Israel berhasil menerobos dan merebut kota Yerikho setelah mereka dengan aktif melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Meskipun terasa aneh dan sangat tidak lazim dalam strategi peperangan, tetapi dengan iman, mereka tetap taat melakukan perintah Tuhan dengan aktif yaitu mengelilingi kota Yerikho selama 7 hari, dan ketika mereka bersorak, maka kuasa Tuhan sendiri yang bekerja sehingga runtuhlah tembok kota Yerikho.

Dari catatan Alkitab di atas, maka kita dapat melihat suatu pola Ilahi untuk mengalami terobosan: terobosan akan terjadi dalam hidup kita ketika kita melakukan terobosan lebih dulu. Ketika kita melangkah dengan aktif untuk melakukan suatu tindakan iman atas dasar Firman Tuhan, yang mungkin tidak lazim di mata orang dunia, di atas standar rata-rata, maka terobosan akan terjadi dalam hidup kita.

a. Mulai dengan mengubah cara berpikir

Rasul Paulus dalam surat Roma 12:2 mengatakan bahwa kita harus mengubah cara berpikir kita (metanoia). Tentunya bukan sekedar berubah, tetapi cara pikir kita berubah sehingga sesuai dengan Firman Tuhan. Pada saat kita membaca Firman Tuhan, maka kita akan menemukan bahwa Allah telah menyatakan kehendak-Nya, perintah-Nya, dan janji-Nya untuk kita, maka pada saat itulah kita dapat menyesuaikan hidup kita agar mengalami terobosan.

Sebagian anak Tuhan pasti setuju bahwa Tuhan sanggup untuk melakukan terobosan dalam hidup kita, tetapi tidak banyak yang menyadari bahwa terobosan sudah disediakan bagi kita. Yesus berkata mengenai diri-Nya dalam Yohanes 10:10, Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Yesus sudah datang 2000 tahun yang lalu supaya melalui kehidupan-Nya dan kematian serta kemenangan-Nya atas dosa lewat kebangkitan-Nya kita bisa memperoleh hidup! Bahkan tidak sekedar hidup, tetapi hidup dalam segala kelimpahan. Tidak sekedar selamat, tetapi hidup kita merupakan hidup yang berlimpah dengan kasih karunia dan berkat sorgawi sesuai dengan rencana dan janji Tuhan dalam hidup kita.

Rasul Paulus menegaskan dalam surat Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah —bukan “akan” atau “mudah-mudahan”— mengaruniakan kepada kita segala —bukan “sebagian”— berkat rohani di dalam sorga.”

Ini merupakan terobosan bagi cara berpikir kita. Kita adalah orang-orang yang sudah diberkati!

b. Lanjutkan dengan iman

Setelah kita mengubah cara berpikir kita, maka kita harus mengambil langkah selanjutnya, yaitu merespons dengan iman! Apa yang sudah Tuhan sediakan, yaitu segala berkat rohani dalam sorga, dapat kita alami jika kita percaya kepada hal tersebut. Hal ini sering kita sebut sebagai iman. Dan sebagai anak-anak Tuhan, iman adalah satu-satunya yang membuat kita berkenan di hadapan Allah. Ibrani 11:6a menulis “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah.

Tidak peduli apakah seseorang melakukan perbuatan baik selama di dunia ini, atau melakukan semua hukum dan semua peraturan ritual agamawi tetapi jika orang tersebut tidak memiliki iman percaya kepada Yesus, maka orang tersebut tidak akan selamat.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Walaupun kasih karunia Allah cukup untuk seluruh dunia ini, hanya yang percaya dan beriman kepada Yesus saja yang akan memperoleh hidup kekal. Dan hal ini tidak saja berlaku untuk keselamatan seseorang. Pada buletin Breakthrough yang lalu kita sudah melihat banyak contoh terobosan yang dilakukan oleh orang-orang yang menerima mujizat karena mereka memiliki iman!

Perwira di Kapernaum (Matius 8:10-13)
Perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun (Markus 5:34)
Bartimeus (Markus 2:5)
Perempuan Kanaan (Matius 15:28)

Semua mengalami terobosan karena mereka memiliki iman!

Apakah Anda ingin mengalami terobosan? Miliki iman kepada Yesus! Percayalah kepada Allah!

Iman tanpa perbuatan: sia-sia!

Yakobus 2:26, Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Memiliki iman tidak sekedar berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan, percaya kepada janji-janji-Nya, tetapi tidak memiliki sikap dan perbuatan yang mencerminkan iman tersebut. Setiap peristiwa mujizat yang terjadi karena iman kepada tokoh-tokoh Alkitab di atas terjadi karena selain mereka memiliki iman, mereka juga menunjukkan iman percaya mereka lewat tindakan dan perbuatan!

Rasul Yohanes menulis “Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (1 Yohanes 2:3-4)

Jika kita mengatakan bahwa kita mengenal Allah, percaya kepada Allah, memiliki iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita, maka kita pasti menuruti perintah-perintah Allah. Bahkan Rasul Yohanes menuliskan bahwa mengenal Allah sama artinya dengan mengalami hidup kekal. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. (Yohanes 17:3)

Inilah yang disebut dengan hidup berkelimpahan yang sejati (Yohanes 10:10b). Yaitu kita benar-benar mengenal Allah! Inilah terobosan yang sesungguhnya.

Jangan datang kepada Tuhan hanya sekedar mencari terobosan berkat materi, tetapi datanglah kepada Allah, kenalilah Ia, bersekutu dengan Dia, hidup intim dalam kasih-Nya, maka berkat-berkat yang sudah tersedia pasti akan datang kepada kita.

Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:31-33)

3. Utamakan Tuhan!

Lalu apakah perintah Tuhan yang harus kita lakukan sebagai tindakan iman kita? Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22:37-39)

dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (2 Tawarikh 7:14)
Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. (Yeremia 33:6)
Utamakan Tuhan, maka terobosan yang akan mengubah hidup Anda pasti akan terjadi!

V. Doa pagi, pujian dan penyembahan adalah salah satu kunci terobosan

a. Mengapa doa dan pujian?

1. Kita berdoa, memuji, dan menyembah sebagai respon aktif kita terhadap apa yang sudah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Sebagai ucapan syukur kita, sebagai bentuk penghormatan, pengagungan, dan ungkapan penyerahan diri kita kepada Tuhan pencipta langit dan bumi, yaitu kepada Tuhan yang sudah menyelamatkan dan memberkati kita.

2. Doa, pujian, dan penyembahan adalah salah satu ekspresi keintiman yang dapat kita berikan kepada Tuhan di mana kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan sendiri.

3. Pada saat kita berdoa, memuji, dan menyembah, Tuhan juga akan menyatakan pesan-pesan-Nya, tuntunan-Nya, dan kuasa-Nya. Hal tersebut akan memberikan kepada kita kekuatan baru, pemulihan, tingkat pengenalan akan Tuhan yang lebih lagi.

b. Mengapa pagi hari?

1. Teladan Yesus berdoa pagi-pagi benar (Markus 1:35-39)

a. Nilai yang didapatkan:
– Berani bayar harga
– Memprioritaskan Tuhan
– Memulai hari selama masih ada kesempatan

b. Hasilnya adalah:
– Pergi memberitakan Injil dengan penyertaan Yesus
– Penuaian jiwa-jiwa yang datang kepada Yesus
– Terjadi mujizat dan manifestasi kuasa Tuhan lewat pelayanan

2. Kita melakukannya di pagi hari juga atas dasar tuntunan Tuhan dalam Markus
1:35-39. Pagi hari berbicara mengenai:

a. Prioritas. Telah disebutkan di awal bahwa tahun Ayin Aleph berbicara mengenai Tuhan ingin agar kita memprioritaskan kita di atas segalanya.
b. Masih ada kesempatan. Pagi hari mengawali setiap hari, di mana ada kesempatan emas untuk mengalami berkat Tuhan sebelum kita melewati jam-jam sepanjang hari tersebut.
c. Berani bayar harga. Ketika pagi hari orang masih terlelap, tetapi kita sudah bangun dan beribadah, maka kita sedang membayar harga untuk mengalami terobosan.

Waktu kita keluar dari kemapanan dan rutinitas, maka kita akan melihat terobosan dalam hidup kita.

Seperti Yosua, Zakheus, Bartimeus, dan wanita yang mengalami sakit pendarahan, mari kita tangkap momentum ini untuk melakukan hal yang lebih dari biasa. Mari datang untuk berkumpul dalam kesatuan, merendahkan diri dalam doa, pujian, dan penyembahan, dan memprioritaskan Tuhan di atas segalanya.

About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Speak Your Mind

*