5 Pemulihan Melalui Pujian dan Penyembahan

Ada 5 aspek dalam pujian dan penyembahan yang sedang Roh Kudus pulihkan diantara umatNya. Kita akan melihat kelima aspek tersebut:

1. Pemulihan ”inti” dari pujian dan penyembahan

I’m coming back to the heart of worship
It’s all about You, it’s all about You, Jesus
I’m sorry Lord for the things I’ve made it
It’s all about You, it’s all about You, Jesus
You looking into my heart, into my soul
I’ll bring You more than a song
It’s all about You, Jesus

Penggalan lirik lagu “the heart of worship” ciptaan Matt Redman tersebut saya dengar pertama kali pada tahun 2002, disebuah toko buku di Singapore. Saat saya mendengar lagu itu, hati saya sangat tersentuh, dan membuat saya menangis di toko buku tersebut. Seolah-olah lagu tersebut menggambarkan keberadaan hati saya yang sebenarnya, dimana tanpa saya sadari sebelumnya, kasih mula-mula saya kepada Tuhan ternyata sudah luntur.

Pekerjaan dan pelayanan saya lakukan karena kewajiban dan profesionalisme semata-mata. Melalui lagu tersebut, Roh Kudus memberitahu saya bahwa fokus hidup dan pelayanan saya ternyata sudah tidak lagi “tentang Tuhan Yesus”… tetapi lebih kepada tentang membangun karier, tentang reputasi dan nama baik, tentang menyenangkan orang-orang, dan sebagainya. Dan saya bertobat di toko buku tersebut. Saya kembali pada “the heart of worship”, inti ibadah dalam hidup ini, yaitu bahwa segalanya adalah tentang mengasihi Tuhan Yesus dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dengan segenap kekuatan, dan dengan segenap akal budi kita, bukan tentang yang lain.

Pemulihan inti dari pujian dan penyembahan berbicara mengenai pemulihan kasih yang mula-mula dalam gereja Tuhan. Seperti yang difirmankan Tuhan kepada jemaat di Efesus dalam Wahyu 2:4 “….Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula…”

Tanpa kasih yang semula, maka segala program yang baik dalam ibadah, keteraturan dalam ibadah, kebaktian yang “hebat” menurut ukuran manusia, dimata Tuhan tetap tidak memberi arti apa-apa. Bahkan Tuhan berkata: Aku mencela engkau!

Mari kita kembali kepada kasih kita yang semula kepada Tuhan, pasti segala sesuatunya akan mengikuti. Orang yang memiliki kasih yang semula pasti tidak dengan sengaja terlambat datang ke gereja, pasti akan memuji dan menyembah dengan sungguh-sungguh, pasti akan melakukan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, pasti akan rindu hidup kudus dan menjauhi dosa, pasti memiliki kerinduan hidupnya dipakai Tuhan untuk melayani Dia.

2. Pemulihan kekudusan dalam pujian dan penyembahan

Pemulihan pujian penyembahan dalam gereja tidak akan dapat terjadi tanpa pemulihan kekudusan dalam kehidupan umat Tuhan. Hadirat Tuhan itu kudus adanya. Ini menjadi jawaban mengapa ada umat Tuhan yang tidak mengalami berkat kehadiran Tuhan dalam pujian dan penyembahan. Sebagai umat Tuhan, kita harus mengembangkan sikap menghormati hadirat Tuhan dalam hidup kita, sebab tubuh kita adalah baitNya. Dan cara mengembangkan sikap menghormati hadiratNya ialah:

a. Hidup dalam perdamaian dengan semua orang

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Ibrani 12:14

Tidak mungkin seseorang hidup kudus jika dihatinya masih menyimpan kesalahan orang lain. Hati yang masih dicemari dengan kemarahan, kebencian, dengki, cemburu, kepahitan, dan segala hal yang jahat terhadap sesama akan menghalangi kita untuk mengalami kuasa hadirat Tuhan dalam pujian dan penyembahan. Perintah Tuhan sangat jelas bagi kita: kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu.

b. Menghindari terkontaminasi

Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah. 2 Korintus 7:1

Biasanya yang paling mudah mencemari tubuh kita dan roh kita pergaulan yang tidak terseleksi. 1Kor 15:33 berkata bahwa pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik. Jika kita larut dalam pergaulan yang tidak kudus, kita akan cenderung terkontaminasi. Lidah kita biasanya akan pertama-tama membuat tubuh kita tercemar. Apa yang kita lihat dan dengar juga akan mencemari roh kita. Mari jaga hidup kita agar bebas dari pencemaran jasmani dan rohani.

c. Menghormati hadiratNya dalam ibadah

Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar. Mazmur 2:11
Ini dimulai dari sikap hati kita. Ada orang yang berkata: “ah, yang penting kan Tuhan tau hati saya, meskipun saya terlambat datang di kebaktian…” Saya ingin katakan, kalau hati kita sungguh haus dan lapar merindukan Tuhan, maka kita akan mempersiapkan roh, jiwa, dan tubuh kita sebaik-baiknya untuk beribadah. Kita akan persiapkan roh dan jiwa kita dengan memohon kuasa darah Yesus menyucikan dan mengampuni kita dari segala dosa dan ketidaklayakkan. Kita juga akan mempersiapkan tubuh kita, termasuk pakaian yang kita kenakan. Kita akan datang ke tempat ibadah dengan persiapan yang terbaik. Kata “menyembah” memiliki makna mempersembahkan atau memberi. Bagaimana kualitas pemberian saudara kepada Tuhan hari-hari ini? Karena Allah telah memberikan yang terbaik bagi kita, yaitu diriNya sendiri.

3. Pemulihan kesatuan dalam dalam pujian dan penyembahan

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Matius 18:19-20

Ketidakkudusan dan ketidaksehatian saling berkaitan. Jika ada ketidakkudusan, maka biasanya terjadi ketidaksehatian. Itu sebabnya sangat penting bagi kita untuk memeriksa hati kita sebelum kita memuji dan menyembah Tuhan bersama-sama. Penyebab lain dari ketidaksehatian ialah tidak adanya kerendahan hati. Hal ini juga berbicara mengenai motivasi kita dalam beribadah. Dan produk yang dihasilkan dari ketidaksehatian ialah ide-ide bagus (good idea), tetapi bukan idenya Tuhan (God’s idea) Mengapa? Karena Allah memberkati kerukunan dan kasih persaudaraan. Allah hadir bersemayam diatas pujian dan penyembahan yang dinaikkan dalam kesatuan. Waktu kita menjalankan ide-ide bagus hasil pemikiran manusia (good idea), kita tidak akan mengalami janji Tuhan, karena Tuhan ingin kita berjalan dalam ide-Nya (God’s idea), yang sering kali tidak masuk akal, yang sering dilakukanNya untuk melatih iman percaya kita padaNya. Dan waktu kita melakukan bagian kita, yaitu berjalan dalam apa yang adalah ide-Nya, Dia sendiri akan melakukan bagian-Nya, yaitu menggenapi janji-Nya bagi kita.

4. Pemulihan fokus dari pujian dan penyembahan

Ciri yang paling menonjol dari terjadinya pemulihan fokus dalam pujian dan penyembahan akan nampak dari bentuk dan pola ibadah pujian penyembahan tersebut. Fokus dari ibadah akan nampak jelas tertuju pada Allah Bapa yang kita sembah dalam nama Yesus. Berikut ini beberapa ciri ibadah yang terfokus pada Tuhan:

a. Pujian dan penyembahan bukan sejedar pelengkap dalam ibadah. Ini terlihat dari perbandingan jumlah waktu pujian dan penyembahan dan penyampaian firman Tuhan yang hampir sama.

b. Jemaat terlibat secara aktif memuji dan menyembah Tuhan. Pujian dan penyembahan bukan sebuah show / tontonan (entertainment), dimana jemaat lebih banyak menonton apa yang terjadi diatas panggung.

c. Lagu / nyanyian dengan lirik yang semakin fokus dan kebanyakan bersifat vertikal, tertuju kepada Tuhan.

d. Penyembahan dan doa dalam bahasa roh tidak lagi menjadi sesuatu yang asing atau dianggap aneh. Tetapi justru jemaat diberikan kesempatan untuk membangun hubungan secara pribadi dari roh nya dengan Allah melalui karunia bahasa roh yang diberikan Roh Kudus ketika seseorang mengalami baptisan Roh Kudus.

e. Suasana sukacita oleh Roh Kudus diwarnai dengan tari-tarian dan tepuk tangan serta respon-respon yang spontan namun tertib. Seperti raja Daud yang tidak malu-malu mengekspresikan hatinya untuk menari dihadapan tabut Allah.

Hari-hari ini iblis berusaha membuat kita mengalami ”broken focus.” Dan akibat kehilangan fokus dalam ibadah ialah: kehilangan bagian yang terbaik dari Tuhan. Baik jemaat bahkan mereka yang melayani harus memastikan hati dan pikiran mereka terfokus kepada Pribadi yang sedang disembah, karena dengan cara demikianlah kita mengalami berkat kehadiranNya dalam ibadah.

5. Pemulihan pujian dan penyembahan 24 jam

Pondok Daud juga memberikan gambaran tentang ibadah doa, pujian, dan penyembahan yang yang dilakukan 24 terus menerus setiap hari. Pola yang demikian juga sedang Tuhan pulihkan di aklhir zaman ini. Tetapi dalam bentuk ibadah yang bagaimana?

Hari-hari ini kita sudah tidak asing lagi dengan istilah MENARA DOA. Di menara doa itulah ada pelayanan doa, pujian dan penyembahan 24 jam setiap hari. Para pendoa syafaat dan para pelayan pujian penyembahan bahkan jemaat yang sudah terlatih mengambil giliran untuk menaikkan doa, pujian dan penyembahan. Sudah begitu banyak gereja yang sekarang memiliki doa, pujian dan penyembahan 24 jam, sesuatu yang dahulu tidak ada didalam gereja, sekarang Tuhan pulihkan kembali. Apa tujuan dari menara doa ini? Supaya kemuliaan Tuhan dinyatakan atas kota dan desa dimana gereja berada.

Namun hal tersebut tidak hanya sebatas itu. Pemulihan pujian dan penyembahan 24 jam juga berbicara mengenai pemulihan gaya hidup yang memuji dan menyembah Tuhan. Jadi bukan hanya saat beribadah di gereja kita memuji dan menyembah Tuhan. Tetapi kita juga melakukannya setiap hari. Ada waktu khusus yang kita sediakan setiap hari untuk berdoa, memuji dan menyembah Tuhan, serta mempelajari dan merenungkan FirmanNya. Jika hal tersebut dilakukan, perlahan tapi pasti akan berdampak pada aktivitas harian kita. Saat seseorang menghadapi masalah dikantor, ia akan spontan mengucap syukur, dan tidak lagi bersungut-sungut. Saat saudara diperlakukan tidak baik oleh orang lain, saudara tidak akan membalas, tetapi akan melepaskan pengampunan dan berkat. Ucapan syukur, pujian, dan doa akan menjadi respon spontan atas segala hal yang terjadi dalam keseharian saudara. Dan tanpa sadar, sesungguhnya saudara sedang mengundang hadirat Tuhan serta campur tangan Tuhan dalam situasi-situasi yang saudara alami setiap hari. Saudara akan terheran-heran melihat dan mengalami penyertaan Tuhan yang begitu nyata dalam keseharian saudara, karena sesungguhnya Dia hadir diatas pujian umatNya.

Saat saudara mengalami 5 aspek pemulihan pujian penyembahan tersebut, sebenarnya saudara sedang dibawa Tuhan untuk masuk dalam dimensi baru dalam penyembahan, yang akan membawa saudara mengalami terobosan dan mujizat. Dan yang terpenting ialah, saudara sedang dilatih untuk memiliki hubungan yang intim dengan Bapa di sorga, 24 jam terus menerus. Ini menjadi suatu persiapan yang sangat penting jika saudara ingin diangkat ketika Tuhan Yesus datang kembali untuk menjemput mempelaiNya.

by Dwi Ismanto from GPdI Group (Pdt. Samuel Repi as admin)

Kata kunci untuk artikel ini:

kekuatan pujian dan penyembahan
About James Alfyn Muaja

Pdt James Alfein Muaja melayani sebagai Gembala Sidang di GPdI Weleri Kab. Kendal, Jawa Tengah, sebagai salah seorang Trainer / pembicara di pergerakan pria di bawah Christian Man Network (CMN), pendiri Cahaya Kasih Ministry, dan juga melayani dalam berbagai kegerakan rohani lainnya. Baca selengkapnya tentang Pdt. James di sini. Anda juga dapat menghubunginya di sini, atau berteman dengannya di Facebook dan Twitter.

Comments

  1. Sangat memberkati sekali. GBU

  2. Mengingatkan motivasi saya juga dalam hidup ini pak, sangat memberkati.
    Jesus bless u

Speak Your Mind

*